Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bab 39



...~Happy Reading~...


“Maaf Tante, seperti nya tante salah paham,” Baby menarik napas nya dengan cukup panjang.


Lalu ia menceritakan semua nya kepada mom Nasya dengan sangat hati hati, berharap wanita itu tidak akan kecewa karena memang bukan kekasih Ryan seperti yang anak nya bilang.


Akan tetapi, di luar dugaan dan perkiraan Baby. Mom Nasya justru terkekeh saat mendengar penjelasan dari Baby.


“Tante sudah tahu, Sayang,” lagi lagi mom Nasya mengusap kepala Baby hingga membuat gadis itu terdiam, “Tante tau kalau anak Tante itu jomblo. Dia masih belum bisa move on dari masa lalu nya.”


“Move on?”


Mom Nasya menganggukkan kepala nya, “Dan tante juga tahu, kalau di antara kalian saling menyimpan rasa penasaran. Rasa yang mungkin nanti akan naik pangkat menjadi rasa tertarik, suka dan cinta.”


“Hahahaha!” baby langsung tertawa canggung mendengar penuturan dari mom Nasya, “Tante bercanda.”


“Apakah anak Tante terlalu buruk, buat kamu?” tanya mom Nasya kini dengan raut wajah serius nya, “Ryan itu anak baik, pinter dan dia begitu penyayang. Bukan maksud tante baik-baikin anak tante. Tapi, memang itulah fakta nya, saat kamu sudah mengenal nya lebih dekat dan membuka hati nya, maka kamu akan menemukan apa yang tante katakan,” jelas nya panjang lebar.


Memang benar, tidak perlu masuk lebih dalam. Baby pun sudah bisa menilai bahwa Ryan memang orang yang seperti itu. Baik, lembut penyayang dan juga penyabar. Walau terkadang usil karena suka mengerjainya, tapi selebihnya, Ryan adalah laki laki sempurna.


“Mom, sepatu Ryan yang putih dimana?” tanya laki laki itu dari lantai dua seketika mengalihkan percakapan antara mom Nasya dan Baby.


“Satu hal lagi yang kamu harus tahu, dia begitu manja!” bisik mom Nasya kepada Baby, hingga membuat gadis itu terkekeh.


Mom Nasya segera bangkit dari tempat duduk nya dan menghampiri putra sulung nya di lantai dua. Dulu, memang Ryan bisa melakukan semuanya sendiri, karena dia di haruskan mengalah oleh Ryana.


‘Keluarga cemara,’ gumam Baby dalam hati saat melihat bagaimana Ryan memeluk mom Nasya ketika tiba di lantai dua.


‘Ryan dan Ryana beruntung banget punya ibu seperti tante Nasya. Andai saja, Mama masih ada,’ imbuh nya sambil menghela napas panjang.


‘Mama, Baby ingin bertemu Mama, sekali saja. Tuhan, kasih Baby kesempatan untuk bertemu Mama.’


Tanpa sadar, Baby sampai meneteskan air mata nya saat mengingat mendiang ibu nya yang kini sudah berada di surga bersama sang adik. Memang sejak awal, Baby bisa melihat mahkluk lain, akan tetapi ia tidak pernah bisa melihat ibu dan juga adik nya.


“Kamu nangis?”


Deg!


Lamunan Baby langsung tersadar saat dengan tiba tiba Ryan sudah berdiri tepat di depan nya, dengan mengerutkan dahi. Baby pun langsung menghapus air mata nya, namun saat itu juga Ryan tiba tiba mendudukkan diri tepat di depan Baby.


“Apakah Mommy ku melukai mu?” tanya Ryan langsung menyingkirkan tangan Baby dan menggantikan nya dengan tangan nya untuk menghapus air mata Baby yang sudah membasahi pipi nya.


Jangan tanyakan bagaimana jantung Baby saat ini. Semakin tak terkendali dan berdegup sangat kencang. Terlebih saat jarak wajah keduanya terasa begitu dekat dan hanya berjarak beberapa centi saja dari wajah nya.


Membuat Baby bisa menatap lekat wajah Ryan yang ternyata memang setenang itu.


'Tampan,' celetuk Baby dalam hatinya tanpa sadar.


...~To be continue .......