Baby's Life Story

Baby's Life Story
Bab 56



...~Happy Reading~...


Bandara Soekarno Hatta 07:35


Baby dan Ryan berdiri berdampingan sambil menatap dinding kaca yang memperlihatkan beberapa pesawat sedang terparkir cantik di sana. Sebuah koper kecil berwarna pink menjadi saksi pertemuan mereka kali ini.


“Kamu sudah yakin dengan keputusan kamu?” tanya Ryan tanpa menoleh sedikit pun ke arah Baby yang berada di samping nya.


Pandangan nya begitu lurus ke depan dengan kedua tangan yang ia sengaja ia masukkan ke dalam saku celana nya. Bahkan, mata laki laki itu juga di tutup dengan menggunakan kaca mata hitam agar tidak memperlihatkan bagaimana kondisi nya saat ini.


“Tiga tahun,” Baby menundukkan kepala nya sambil memegang erat sebuah koper di tangan nya, “Beri aku waktu untuk menyelesaikan pendidikan ku. Meskipun nanti nya, aku tidak akan bekerja. Tapi aku ingin mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua terbaik untuk anak kita kelak.”


Tersenyum getir, Ryan mencoba memahami permintaan dan keinginan Baby. Walau berat untuk nya berpisah dengan gadis yang selalu membuat darah nya kurang stabil, namun juga memberikan banyak warna dalam kehidupan nya.


Beberapa minggu sejak kejadian kala itu, Baby memutuskan untuk melanjutkan pendidikan nya. Bukan ke Bali, melainkan di luar negeri, tepat nya negeri sakura. Entah apa yang istimewa di sana, di bandingkan Jakarta yan mana akan selalu ada Ryan yang menemani nya.


Hal itulah yang membuat Ryan begitu berat melepaskan Baby untuk kedua kali nya. Untuk yang pertama, dirinya masih bisa mengikuti dan mengantarkan Baby di Bali kala itu. Namun, kali ini sulit bagi nya, karena ia juga harus mengurus perusahaan nya yang baru saja berkembang bersama Raka.


Tapi dirinya melupakan Ryan, laki laki yang sebenarnya paling membutuhkan nya dan sangat menginginkan keberadaan nya. Jangan kalian pikir, Ryan belum menyatakan perasaan nya kepada Baby.


Sudah, bahkan tidak hanya satu atau dua kali. Akan tetapi, Baby menolak lamaran Ryan. Dengan alasan dirinya masih ingin menyelesaikan kuliah nya.


Padahal, kala itu ia pernah mengatakan kepada orang tuanya, bahwa ia tida mau kuliah dan ia ingin segera menikah. Akan tetapi semua itu sirna, ia meralat kembali keinginan nya.


Baby ingin kuliah, ia ingin menyelesaikan kuliah nya, setidak nya sampai S1’ Agar sang ayah tidak begitu kecewa dengan nya, karena biar bagaimana pun, Baby adalah anak satu satu nya antara papa Wira dan istri pertama nya.


Selain itu, Baby juga tidak mau terburu buru menikah, karena saat ini ayah nya masih menjadi pengantin baru. Baby berharap bahwa ibu sambung nya juga akan segera memberikan nya adik.


Jadilah Baby bisa fokus dengan adik nya. Ia membayangkan, jika dirinya juga menikah saat ini dengan Ryan. Dirinya akan hamil bersamaan dengan sang ibu.


Baby tidak akan sanggup, jadi Baby mengalah dan memberikan nya jeda beberapa waktu. Dan Baby berharap, bahwa Ryan akan memaklumi itu. Walau sebenarnya, bukan hanya Ryan yang keberatan akan tetapi dirinya juga sangat berat meninggalkan Indonesia.


...~To be continue .......