A Word Of Love From The Traitor

A Word Of Love From The Traitor
chapter 06 Nana di pertemukan dengan Rania



"Aku mau Menjalani hubungan dengan kamu,Asalkan aku bisa mengenal Istri mu lebih dekat,Agar dia tidak curiga sama hubungan kita" Ucap Nana terhadap Henry.


Henry terdiam dan melepaskan pelukannya dari Nana.


"Untuk apa Kamu mengenal Istriku,Kita cukup jalani saja hubungan ini Hingga aku menceraikan nya" Ucap Henry .


"Kalau kamu tidak mau aku mengenal istri kamu,Lebih baik kita tidak usah melanjutkan hubungan kita ,Mau sampai kapan kita jalani hubungan tanpa restu seperti ini. ingat ya hen aku butuh kepastian" ucap Nana yang tengah berdiri.


Penuh pertimbangan Akhirnya Henry ,mengiyakan permintaan Dari Nana kekasihnya.


"Oke Kalau begitu ikut aku Sekarang ,Temani aku ke kantor setelah itu kita jemput istriku dirumah sakit" ucap Henry sambil menggenggam tangan nana.


Kemudian Nana mengikuti Henry yang mengajak nya pergi ke kantor nya.


Kurang lebih perjalanan 15 menit Henry telah sampai ke kantor nya.


"Kamu mau kan menunggu aku Ruangan aku"ucap Henry meminta Nana menunggunya di ruang kerja nya.


"Baiklah aku akan menunggu kamu,tapi kamu jangan lama-lama ya meeting nya" ucap Nana menimpali kekasihnya.


kemudian Henry memeluk Nana dan mencium dahinya.


"Oke sayang kamu tunggu ya ,aku cuman sebentar kok" ucap henry seraya pergi meninggalkan Nana sendiri diruang kerja nya.


Sementara Rania yang berangsur-angsur pulih pasca kecelakaan ,saat mau berlibur Rania di temani oleh ibu mertuanya.


"Mah Apa mas Henry jadi jemput kita" Rania bertanya kepada ibu mertuanya.


"Jadi dong sayang mungkin suami kamu sedang dalam perjalanan" ucap Artha menimpali pertanyaan Rania.


"Rania hanya membalas mertuanya dengan mengangguk dan tersenyum, sambil mengemasi barang barangnya.


kemudian Arta kembali berbicara terhadap Menantunya itu.


"Sini sayang Mama mau bicara sesuatu kepada kamu" ucap Artha kepada Rania disela membereskan barang-barang nya.


Rania pun menghampiri Artha dan duduk disampingnya ibu mertuanya.


"Iya mah ada apa? Mamah baik baik aja kan" ucap Rania yang terlihat bingung.


seketika Artha kembali berbicara" lusa mamah dan Diana akan pergi ke luar negeri,Karena Diana melanjutkan kuliahnya Di Berlin Jerman,Kamu tidak apa-apa kan mamah tinggal.


kamu kan sama Henry bisa sesekali mengunjungi mamah ke Jerman" ucap Artha yang tiba-tiba akan keluar negeri.


Seketika Rania terdiam berusaha mencerna ucapan Dari ibu mertuanya.


"Rania sih terserah mamah aja,lagian Rania kan disini cuman ikut mas Henry ,Apa mas Henry sudah tau soal ini" ucap Rania membalas perkataan mertuanya.


saat mereka berdua tengah mengobrol tiba tiba saja Ada yang mengetuk pintu.


"Tok...tok...tok..."


Kemudian seseorang melangkah masuk, Seketika Rania dan Artha menoleh.


"Mas siapa dia ?" ucap Rania bertanya kepada Henry lantaran Rania tidak tau kalau wanita cantik yang mengikuti langkah suaminya itu siapa.


"Dia sekretaris mas,Ayo kenalan sama dia" ucap Henry yang berusaha bersikap biasa.


Kemudian Nana melangkah mendekati Rania


"Hay Namaku Nana ,siapa nama kamu" ucap Nana menyodorkan tangan nya seraya tersenyum, berpura-pura baik di hadapan Rania.


kemudian Rania bersalaman dengan Nana,Mereka mengobrol dengan asiknya sementara Artha terlihat marah ,kepada Henry lantaran beraninya Henry membawa wanita yang tidak dia sukai.


"Henry mamah perlu bicara sama kamu,ikut mamah" ucap Artha terhadap Henry.


kemudian Artha memohon pamit terhadap Menantunya" Rania mama tinggal sebentar ya" ucap Artha dan ditimpali oleh Rania, seketika Nana menoleh dan tersenyum getir.


"Iya mah silahkan" ucap Rania seraya tersenyum.


setelah Artha keluar,dari ruangan Rania dan di ikuti oleh Henry anaknya.


"Henry apa-apa an kamu ini,ingat ya hen mamah peringatkan kamu jangan sesekali kamu bermain api, Jaga cinta Rania sebelum kamu menyesal" Ucap Artha yang begitu marah terhadap Henry.


"Ayolah mah,Aku lelah dengan semua ini Lagian Rania tidak akan bisa menerima aku, Buktinya sudah 3 tahun dia tetap bersikap biasa pada aku mah" ucap Henry menampik nasehat ibu nya.


"Mamah tidak mengajarkan kamu, menjadi orang yang gampang menyerah ya,Ingat Rania kini sudah mulai mencintai kamu,tinggal kamu nya aja yang terus berusaha,cepat atau lambat kamu pasti bisa membujuk Rania,dan kalian akan punya anak bereskan ingat ya jangan sakiti Rania" ucap Artha dengan panjang lebar menasehati Henry anaknya .


"sial mamah kenapa begitu menyayangi Rania sih"gumam Henry dalam hati.


"Yasudah mah iya,lagian aku dengan Nana hanya sebatas rekan kerja saja tidak Lebih" Dusta Henry Terhadap ibu nya .


"Baik mamah pegang omongan kamu,ingat jika suatu saat kamu menyakiti Rania mama tidak akan tinggal diam hen" ucap Artha kepada Henry.


Artha Beranjak pergi dari hadapan Henry ,Yang masih terdiam setelah mendapat nasehat dari ibu nya.


"Rania sudah beres belum sayang" ucap Artha Terhadap menantunya.


"Sudah mah,tunggu Aku sebentar ya ma" ucap Rania yang masih mengobrol dengan Nana kekasih Dari suaminya.


"Yaudah biar aku bantu ya "ucap Nana yang berpura-pura baik ,padahal sebenarnya ada maksud tertentu dibalik kebaikan nya.


"Terimakasih loh,sudah mau bantu aku" ucap Rania seraya tersenyum.


Sementara Artha terlihat sebaliknya, senyuman nya begitu dingin setelah melihat Nana Yang tidak tau malu datang kembali ke kehidupan Henry anaknya,yang kini telah menjadi suami Rania.


"Yaudah mah Ayo kita pulang " ucap Henry .


lalu Artha menimpali ajakan anaknya .


"oke baiklah,Nana kamu semobil sama Tante Yah,Biar Henry dengan istrinya" ucap Artha seraya tersenyum ,Tapi disertai kegetiran.


" Owh iya Tante tentu saja" ucap Nana yang berusaha menyembunyikan kegugupan nya.


"Sial kenapa tidak semobil aja sih" gumam dana dalam hati, disertai umpatan.