
"Papah...,Kita Harus berangkat Pah." Kita Harus berada di Sampingnya Damar Saat ini pah." lirih Rima, Menangisi keadaan Putranya di belahan Negara Asia timur.
"Mah...,Kamu harus Tenang. Iya Kita Akan berangkat Nanti Sore." Ucap Adhi.
"Pokoknya Mamah Gak Mau Kalau Damar Sampai tidak ingat Sama sekali Pada Mama pah...,Hiks...hiks...hiks." Sudah cukup Mama berpisah sewaktu Damar Masih kecil."
"Iya Mah...,Mamah duduk dulu yah!!! Tenangkan pikiran Mama." Bujuk Adhi pada Rima Istrinya.
Kemudian Adhi Mengingat Kisah kelam Sewaktu Mereka Masih Hidup Susah, Sampai Harus menitipkan Putranya Ke Adiknya Yaitu Wisnu, Sepeninggalan Wisnu Damar di titipkan Kepada orang Tuanya Adhi.
"Huhhhh..., Seharusnya Ini semua Tak pernah Terjadi. Seharusnya Damar tidak menjalani hidup Seberat ini." Gumam Adhi menyesal Karena Telah menitipkan Putranya Sewaktu kecil.
Kemudian Adhi segera meminta Para Anak buahnya, Untuk menelpon pilot yang sering mereka Sewa Jika Akan bepergian menggunakan Zet pribadinya.
...----------------...
Ayana Masih Menari di Awang-awang, Perasaan nya kembali melayang setelah Sekian Lama dirinya Tak di sentuh oleh Hendry, Tapi Sekarang Keinginannya itu Akan Segera Terlaksana. Bahkan Hendry Berjanji Akan menikahinya.
"Mas...,Kita Nginep Saja Lah di Hotel. Untuk satu Malam Saja Yah !!! Lagian Kalau kamu pulang Enggak ada Yang nemenin Tidur, Benarkan...,Kamu itu Kan Janda...,Eh Sorry Mas, Duda Maksud Aku."
"Kamu Ini Bisa Saja, Iya lah. Mas lebih milih Nginep Dong. Ini semua Karema Kamu loh." Seru Hendry Yang Masih senang berada di balik Selimutnya.
"Mas.."
"hemmm.."
"Aku pengen Mas."
"Kamu pengen Lagi !!!" Sahut Hendry Secara Spontan.
Di balas Anggukan dan Senyuman Manja Oleh Ayana, Serta kedipan Mata nya Yang genit. Kecantikan dan kepiawaian Ayana Dalam bercinta, Berhasil membutakan Mata Seorang Hendry Yang Notabene Laki-laki Hidung belang.
"Kamu hebat Mas...,Bisa bertahan 3 Jam dalam Permainan Cinta Ini, Ooh..., Aku Senang sekali. Aku Bangga Punya Kamu Yang Jantan." Goda Ayana dengan Manja.
"Sudah Yah, Aku Mau mandi dulu. Setelah itu kita tidur." Balas Hendry Berjalan Gontai menuju Kamar mandi Hotel.
Germercik Suara Rintik Air dari Shower, Terjatuh Membasahi Badan Kekar putih dan Jantan Itu. Sesekali Hendry Menyabuni dirinya. Ia Terlalu Menikmati Hidupnya, Sehingga Tanpa Sepengetahuan nya Ayana Berhasil mentransfer Bursa Saham Miliknya, Menjadi Atas Nama Ayana Sepenuhnya.
"Okay..., Ayana Kamu harus bertindak Sekarang!!! Pertama-tama Kita buka Laptopnya dan Tara...,Ohhhhoho..., Berhasil."
Ayana Tersenyum Karena Dirinya kini, Merasa memiliki kendali di salah Satu perusahaan Hendry.
"Kalau kamu Macam-macam Lagi Mas...,Aku tak Segan meninggalkan Kamu. Lagi pula Kalau bukan karena Harta yang kamu miliki, Aku Juga Tak Sudi di perlakukan Seenaknya seperti Ini." Gumam Ayana Dalam Hatinya.
"klek"
Hendry keluar dari Kamar Mandi nya, Tanpa Ada sedikit pun Yang ia Curigai dari Tingkah Ayana Yang terlihat Gugup.
"Sayang ..., kamu Gak Mandi,,?"
"Iya Mas..., Sebentar, Aku Masih betah Tiduran."
"Cepat Mandi, Seger bersihkan diri kamu. Aku mau Ajak kamu ke suatu Tempat."
"Kemana Mas,,?" Ayana Sangat Antusias.
"Rahasia Dong, Makannya Cepet Mandi."
"Iya ..., Iya Deh. Aku Mandi!!! "
Ayana beranjak dari Ranjang memunguti helai demi helai pakaian nya, Kemudian ia memasuki Kamar Mandi untuk membersihkan dirinya.
......................
Seoul Korea Selatan
Sore Yang Sangat mendung, Tiba-tiba Saja Turun Salju di Di Distrik A Dimana disana Letaknya, Rumah Sakit Damar Di Rawat.
"Apa Kau Tidak Kedinginan,,?" Tanya Arel Yang melihat Rania Tidak memakai Mantel penghangat.
"Aku sedikit Kedinginan, Tapi yah percuma Mantel ku ketinggalan di Hotel."
"Mau Aku belikan."
"Boleh, Kalau itu Tak Merepotkan mu." Sahut Rania.
"Baiklah, Aku Akan pergi untuk Membeli Mantel Untuk mu Nona."
Arell Bergegas Pergi, & Rania Memasuki Ruang perawatan Damar. Karena Cuaca semakin dingin.
"Klek." Handle pintu Rania Gapai, Dan membukanya. Lalu Rania Duduk di Samping Ranjang nya Damar.
"Heyyy...,Tuan Damar. Cepatlah Sembuh!!! Aku sudah Kangen dengan Negara ku, Apa kau juga tidak Merasa Kangen dengan Suasana Kota negara kita sendiri." Rania Mengusap Pipi Tampan Seorang Damar.
Kemudian Damar Membuka Matanya sedikit Demi sedikit Ia menoleh, Melihat Rania berada di Sampingnya.
"Heyyy..., Rania ku..., Terimakasih Yah. Kau sudah mau Menemani Aku."
Deg...," Ra-ni-a ku. Lagi-lagi Damar memanggil ku seperti itu, Ya Tuhan siapa sebenarnya Damar ini. Yang memanggil ku dengan seperti ini kan, Cuma Damar Sahabat ku dari Kampung." Gumam Rania.
"Ra-ni-a...,Kamu kenapa diam,,?"
"Enggak...,Aku enggak.!!! " [Duh...,Arel kemana sih. Gumam Rania].
"Ssssst...,Aku tau Kamu Merindukan Aku kan." Ucap Damar Sambil menempelkan jari telunjuknya ke Bibir Rania, Kemudian Damar mencium nya.
Sontak Saja Rania Kaget, dan Marah kepada Damar.
"Lepaskan...,Saya. Anda Jangan kurang Ajar yah Tuan Damar." Memangnya Saya Wanita Apaan."
"Kamu kenapa Marah...,Bukannya dulu sering kita Lakukan."
"Hahh...,Kau Gila !!! Dulu Kapan Kita tak pernah melakukan nya Seperti ini." Bentak Rania.
Damar heran dengan perubahan Sikap Rania Terhadap nya, Begitu juga Rania Yang heran kepada Damar yang Tiba-tiba memperlakukan nya seperti seorang kekasih.
"Ya Tuhan..., Apakah ini efek dari Luka Bathin nya. Seperti Yang Dokter pernah Katakan." Gumam Rania.
Tidak Berapa lama Dokter Kim Memasuki Ruang perawatan Damar. "Rupanya Anda Sudah Bangun Tuan Damar." [Menggunakan Bahasa Korea]
Damar Terdiam Tak Mengerti Yang di Ucapkan Dokter Kim, Ia Juga Bingung Kenapa Di Jakarta Ada Dokter Yang berbahasa Korea Fikirnya.
"Siapa Dokter ini Rania...,Kenapa Harus Dokter Asing Yang menangani Aku." Tanya Damar Terhadap Rania.
"Hah...,Kau merepotkan ku Saja Tuan Damar. Tentu Saja Dokter Asing Yang menangani mu, Memangnya Kau sekarang berada dimana."
"Kenapa Kau selalu memanggil ku Tuan, Padahal Aku tak meminta kau memanggilku seperti itu. Dan Kau fikir memangnya Kita dimana kalau Selain di Jakarta."
Deg...,Rania terdiam membeku, Fikirannya melayang Karena Terbingung kan Oleh Sikap Damar.
"Haha...,Kau bercanda !!! Kita sedang berada di Korea Tuan Damar, Orang Tuan Anda yang mengirim kita ke Sini."
"O-Orang Tua..., Maksud Kamu Nenekku.?"
"Hahhh..., Orang ini Menyebalkan Sekali." Gumam Rania Kesal terhadap Damar, Yang selalu berkata Aneh baginya.
Sementara Dokter Kim Bingung dengan perdebatan Yang mereka Lakukan.
Tok...Tok...
"Permisi...,Wah Rupanya Tuan Sudah Siuman." Arel Berjalan Mendekat Ke Arah Damar dan Rania.
"Siapa Kau,,?" Tanya Damar Dan Seketika Arel Bingung.
"Kau Tak mengingat ku Tuan, Saya Arel Asisten Pribadi Anda."
"Asisten,,? Sejak Kapan Aku mempunyai Asisten pribadi, Bahkan Aku tak Sanggup menggaji mu." Sahut Damar.
"Wah...,Kau Bercanda Tuan Damar." Arell Tersenyum dan meminta penjelasan kepada Dokter Kim.
......................
**Halo Readers...
Terimakasih sudah mau Mampir Yah...
Tinggalkan jejak Kalian yah...
Like,Vote, dan Komentar...
Happy Reading ...
Semoga terhibur**...