
Damar dan Rania kini dalam perjalanan pulang menuju bandara. Akan tetapi Damar hanya terdiam di sepanjang perjalanan itu.
Sedangkan Rania hanya menatap pemandangan kota Seol dari balik taksi yang di kendarai nya.
"Ekhem." Rania berdehem, lalu Damar menoleh ke arahnya dan bertanya terhadap Rania.
"Kamu kenapa,?"
"Tidak ..., Aku tidak kenapa-kenapa. Kamu kenapa melihat aku seperti itu,?"
"Melihat kamu seperti apa maksudnya."
"Tidak, Sudah jangan di bahas bukan apa-apa." Sahut Rania mengurungkan niatnya untuk bertanya lebih lanjut.
Kurang lebih memakan waktu perjalanan satu jam, Kini mereka telah datang di Bandara. Kemudian Damar turun dan membukakan pintu untuk Rania. Namun setelah membukakan pintu, Ia segera bergegas memasuki terminal keberangkatan sambil menarik koper miliknya dan Rania.
"Damar ..., Tunggu aku Mar ..., Damar." Rania memanggil dengan sedikit lebih kencang. Namun Damar seolah tak mendengar ucapannya.
Rania menyusul Damar, Dengan segera ia berlari menyusul Damar. " Tunggu aku, Kamu kenapa tiba-tiba berubah sikap seperti ini." Ucap Rania bertanya dengan sangat hati-hati.
"Siapa yang berubah sikap, Orang aku biasa saja." Timpal Damar dingin.
"kemaren sore kamu tidak seperti ini,kamu masih bersikap baik sama aku Mar. Ada apa sebenarnya sama kamu, Kenapa kamu hanya diam saja, Jawab aku." Ucap Rania yang mulai terlihat bingung.
"Rania ..., kamu yang kenapa,? " Orang aku biasa-biasa saja.!"
kini Rania menyadari dirinya, Bukan siapa-siapa dan tak ada dia di hatinya Damar. Iya sadar bahwa ucapan Damar yang semalam hanyalah gurauan.
"Ok ..., Baiklah kalau begitu Mar, Kita bukan siapa-siapa." Rania merasa dirinya sudah di permalukan. Akhirnya dia memilih pergi sendiri.
"Rania ..., Hey! Kamu kenapa sih? Kamu kenapa tiba-tiba baperan."
Sejenak Rania menghentikan langkahnya dan menoleh kembali. " Apa mar ..., Kamu bilang aku baper, Kamu sadar gak.Dengan perkataan kamu. Perkataan kamu itu menyakiti hati aku Damar, Seenaknya saja kamu mengajak aku menikah. Namun di saat aku menerima Kenapa kamu seperti ini sama aku."
Deg ...
Damar memutar otak dan mengingat betapa Bodohnya dia, Semalam. Saat menyatakan cintanya dan mengajak menikah. Tanpa mau mendengarkan jawaban dari Rania. Ia kira Rania menolaknya.
"Oh shittt ..., Kamu bodoh Damar. Kenapa kamu menyakiti hati wanita yang sangat kau cintai."
Sedangkan Rania sudah hilang dari pandangan nya, Sedari tadi.
"Aku benci sama kamu Damar, Aku benci." Gumam Rania, Berjalan memasuki pesawat yang akan terbang ke Indonesia.
Namun Damar terlambat menyadari Kesalahannya, Yang tidak peka akan perasaan Rania.
"Rania..., Kamu dimana." Teriak Damar berlari-lari sambil menuju ke segala arah, Namun nihil Rania sudah memasuki pesawat nya.
Sesekali Damar melihat Arloji di tangannya, Ia melihat pesawat nya akan segera berangkat. Akan tetapi tanpa sepengetahuan nya, Rania sudah berada di dalam pesawat tersebut.
"Maafkan aku yang tidak peka ini Rania."Gumam Damar terduduk di kursinya, Ia menghela nafas, Kemudian menoleh ke samping kirinya.
"Hukhhh ..., Rania ..., Syukurlah kau ada di dalam pesawat ini. Maafkan aku Rania." Sambil memeluk.
"Aku sudah memaafkan mu Damar...,Jauh sebelum kamu memintanya." Balas Rania memeluk Damar.
"Ekhem...,Maaf tuan & Nona, Tolong jangan mesum di dalam pesawat yah. Kalian Mengganggu para penumpang yang lainnya."
"Si-siapa yang mesum, Mbak! " Sahut Rania gugup dengan wajah merah padam.
"Kau mengganggu, Aktivitas saya saja yah! kamu tidak tahu siapa saya." Bentak Damar kepada pramugari yang sedang memberi peringatan Padanya.
"Saya Damar Adhinuggraha . kamu tidak tahu dengan saya."
"Maaf Tuan, Saya memang tidak tahu siapa Anda. Memangnya anda siapa,?" Sahut pramugari itu dengan polosnya.
"Mbak...,Maafkan kami yah! Lain kali kami tidak akan seperti ini."
"Huhhhh...,Gitu dong dari tadi. Makasih ya mbak nya. Karena sudah mau mengerti." Sahut pramugari itu sambil melangkah pergi.
"Sial...,Kenapa dengan pramugari itu. Mengganggu saja ." Gerutu Damar.
"Sudah Mar...,Namanya juga orang gak tahu siapa kamu. Yasudah lah tidak usah di permasalahkan."
"Tapi Rania...,Kita kan tidak mesum. Aku cuman meluk kamu. Apa salahnya."
"Sudah iya kamu tidak salah...,Sudah yah, Gak usah terlalu di ambil hati." Ucap Rania yang masih terkekeh
Kini Damar akhirnya tahu soal isi hati Rania. Bahwa Rania sudah menerima cintamu. Tinggal meminta restu kepada kedua orang tua Damar dan juga orang tua Rania, Yang berada di kampung halaman.
•••
Kini Diana telah menyelesaikan kuliahnya, Artha sangat senang akhirnya ia bisa kembali ke Indonesia.
"Mom's..., Akhirnya kita bisa pulang ke indo. Aku kangen banget sama Abang dan Kak Rania." Ucap Diana sambil memeluk Artha.
"Iya sayang ..., Mommy Juga sudah kangen dengan mereka. Selama kita di German kakak kamu itu tak pernah mengunjungi kita. Bahkan ngasih kabar juga enggak."
"Makannya Mom's Kita kasih surprise untuk mereka. Kita jangan kasih tahu Abang Hendry dan kak Rania dulu. Kalau kita mau pulang."
"Ide bagus Sayang ..., Akhirnya anak mommy yang cantik ini Selesai juga kuliahnya." Sahut Artha sambil mengelus puncak kepala Diana.
Kini Artha dan putrinya, Yaitu Diana. Sudah bersiap Akan pulang ke Indonesia. Mereka tak sabar ingin bertemu dengan Hendry dan Rania.
Namun kenyataannya kini Rania sudah berpisah dengan Hendry, Bahkan tanpa sepengetahuan Artha.
•••
"Saya terima nikahnya...,Ayana Natasha binti bapak Rizaldy dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Ucap Hendry dengan sangat lantang.
"Bagaimana para Saksi apakah sah." Ucap penghulu kepada semua yang menyaksikan pernikahan Sakral antara Hendry dan Ayana.
"Sah."
"Alhamdulillah." Sahut penghulu, Kemudian mereka berdo'a.
Kini Ayana dan Hendry telah resmi menikah, Meskipun Tanpa dihadiri oleh pihak keluarga dari Hendry.
"Mas..., Akhirnya kita menikah juga yah! Terimakasih Mas, Kamu sudah membuktikan kalau kamu benar-benar bertanggung jawab sama aku." ujar Ayana.
"Iya sayang ..., Aku sangat bahagia sekali. Akhirnya kita menjadi suami istri yang sah, Secara hukum maupun agama." Balas Hendry seraya tersenyum.
"Tapi bagaimana jika mamah kamu tahu kalau kita menikah secara diam-diam." Ucap Ayana penuh ke khawatiran, Lantaran ia tahu kalau Artha tidak akan menyetujui pernikahan ini dengan Hendry.
"Sudahlah, Kamu tidak usah Khawatirkan itu. Aku akan coba bicara pelan-pelan pada mamah, Aku yakin mamah akan mengerti kok." Sahut Hendry menangkup wajah cantik Ayana.
Namun Rupanya Hendry tak menyadari, Wanita seperti apa yang dia nikahi saat ini.
"Bagus Ayana, Langkah kamu berjalan mulus. Perlahan Harta Hendry bisa kamu kuasai, Sedikit demi sedikit. Setelah itu kamu akan mendepak nya." Gumam Ayana.
Rupanya Ayana hanya menginginkan Harta dari keluarga Wijaya group itu.
...----------------...
**Bersambung...
Hallo Readers maaf yah baru bisa update...
Happy Reading**....