A Word Of Love From The Traitor

A Word Of Love From The Traitor
CH 30 : Pergi dengannya



Rania membereskan barang-barang nya di Mansion Mewah kediaman Fachri & Aisyah, Sesekali ia meyakinkan hatinya pada keputusan yang telah dia Ambil.


Pagi itu terlihat mendung, Seperti suasana hati Fachri yang seperti akan di tinggalkan Oleh Adik kecilnya.


"Rania...,Jika sudah sampai di korea Tolong kabari Saya yah." Aisyah terlihat merasa bersalah Akibat ulahnya Rania Terpaksa menyetujui perjanjian dengan Adhi Nugraha.


"Terimakasih atas kebaikan kalian selama ini, Aku tak tahu harus dengan cara apa membayar nya."


"Kamu tidak usah berkata seperti itu Rania, Aku semakin merasa bersalah jika kau berkata seperti itu, Hiks...hiks...hiks..." lirih Aisyah Merasa bersalah, Karena ulahnya Rania Terpaksa harus menemani Damar yang Koma dan merawatnya sampai harus terbang ke Korea.


"Dokter Aisyah, Jangan berkata seperti ini Dok. Saya melakukannya Atas keinginan Saya." Sambil memeluk Aisyah.


Namun Fachri hanya diam berdiri di samping pintu keluar. Ia merasa Rania bukan sekedar Sahabat nya.


"Maafkan Aku Rania, Semua ini karena Dendam ku terhadap Orang jahat itu." Gumam Fachri.


Tanpa berlama-lama Rania segera memutuskan pergi dari Rumah mewah milik Aisyah dan Fachri.


Rania menyeka Air matanya, Melangkah dengan mantap untuk pergi meninggalkan Indonesia.


"Dokter Fachri saya mohon pamit, Maafkan saya selalu merepotkan Anda."


"Hemmm." Fachri hanya mengeram iya kecewa Atas keputusan Rania dengan Aisyah.


Rania tak kuasa menahan tangisnya, Ia segera memasuki Taksi yang akan mengantarkan nya ke Bandara.


Dalam perjalanannya Rania tak berhenti menangis karena berpisah dengan orang-orang Yang begitu baik Padanya.


"Hiks...hiks...hiks" Rania menyeka Air matanya dengan Sekepal Tissue.


Sementara Taksi terus melaju hingga mengantarkan nya Ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.


"Sudah Sampai Nona." Ucap Sopir Taksi menyadarkan Rania.


"Terimakasih Pak,"


Rania Segera turun setelah membayar Ongkos nya.


Dia melangkahkan kakinya, Menuju Terminal Keberangkatan. Tiba-tiba Saja pria berbadan Tegap menghampiri nya.


"Nona Rania.!" Sekilas Rania menoleh karena Namanya di panggil.


"Ya saya Rania."


"Perkenalkan Saya Arel, Asisten Pribadinya Tuan Damar. Saya diminta menemani Anda dan mengawasi Anda selama berada di German menemani Tuan Damar."


"Haahhhh..., Baiklah Tuan Arel. Tolong bawakan Tas Saya." Rania menghela Nafas Kasarnya, Seakan jengah dengan perbuatan Kedua orang tuanya Damar.


Kemudian Arel mengambil barang-barang milik Rania, Mereka melangkah ke lapangan penerbangan. Seketika Rania menghentikan Langkahnya Saat merasakan Adanya kejanggalan.


"Tunggu...,Bukankah kita akan Naik pesawat."


"Tidak Nona...,Nyonya Rima meminta kita Untuk Naik Jet pribadi."


"Orang tua itu..., Seperti nya sedang meremehkan ku." Gerutu Rania dalam hatinya.


Tak lama Pesan masuk ke dalam ponsel Rania.


"Pasti kau tak pernah merasakan Naik pesawat pribadi kan...,Maka baguslah seharusnya kamu berterimakasih pada Saya."


"Dasar Nenek tua, Berani sekali dia menghina Saya." Gumam Rania Mengantongi kembali ponselnya.


"Ada lagi yang bisa saya bantu Nona,,?"


"Tidak usah, Saya bisa sendiri." Rania menatap Tajam ke Arah mobil Lamborghini yang terparkir Tak jauh darinya.


Ya di dalam mobil itulah Rima berada menatap Kepergian Rania. Kemudian Rima menelpon pengacara Untuk Menyelesaikan Sidang perceraian Rania dengan Hendry.


"Kamu lihat Hendry...,Aku akan membalas perlakuan Kamu terhadap Anak saya. Kamu akan kehilangan Cinta dan juga Hartamu." seringai Rima dari balik kaca mobilnya.


Setelah sepeninggalan Rania dan Damar yang terbang ke Korea, Rima kembali menuju perjalanan pulangnya.


Dimana di depan Rumahnya sudah Ada Ayana menunggu kedatangan nya." Untuk apa Perempuan yang tak tahu di untung itu berada di depan Rumahku." Gumam Rima sambil menuruni mobilnya.


"Mau Apa kau kemari..., Berani sekali kamu mendatangi Rumah Saya." Bentak Rima.


"Tan-te...,Nana mohon maafkanlah Nana Tante. Nana bisa perbaiki semuanya tan-te." Ayana memohon Pada Rima, Namun Rima sudah terlanjur membencinya.


"Maaf, Kau bilang. Mudah sekali kamu bilang Maaf, Setelah kamu mempermalukan keluarga Saya. Tidak Ada maaf untuk orang seperti mu Ayana."


"Tante Saya mohon maafkan saya...,saya Khilaf Tante." Ayana menubruk dan bersujud di hadapan Rima, Yang dulu begitu menyayangi nya.


"Bangun, Atau saya panggil kan Satpam untuk mengusir mu dari sini." Bentak Rima Sambil menyingkirkan Ayana dengan Kakinya.


"Tante...,Nana mohon maafkan Nana tan-te, Hiks...hiks...hiks.." lirih Ayana menyesali perbuatannya.


Rima Segera bergegas memasuki Rumahnya, Sementara Ayana di usir Oleh securiti.


"Nona Lebih Baik Anda pergi dari Sini Nona, Anda sudah bukan siapa-siapa lagi di Rumah ini."


"Diam...,Kau hanya securiti! Tak pantas bicara seperti itu pada Saya...,Kamu tahu Saya Artis terkenal." Ayana begitu marah Terhadap Sekuriti yang berani mengusirnya.


"Tante Rimmma...,Kau akan mendapatkan balasan yang pedih, Lihat saja Aku tidak Akan tinggal diam Tante."


Ayana marah karena telah di Tolak oleh Rima, Dan di campakan begitu saja oleh Hendry.


"Haaaaah..., Kenapa Dunia ini Tidak Adil...,Aku benci dengan semua ini." Teriak Ayana Memaki Nasibnya sendiri.


...----------------...


Sementara Hendry kini sedang berada di pengadilan Agama, Ia telah duduk di bangku yang sudah tersedia. Sesekali ia menoleh kebelakang untuk memastikan Rania datang menghadiri Sidang itu. Namun Tanpa Sepengetahuan nya Rania Telah berangkat ke Korea Selatan Atas perintah Rima.


"Kemana Rania, Kenapa dia tidak datang." Gumam Henry penuh Tanya.


Kemudian Sidang perceraian itu di mulai, Karena sudah 3 kali persidangan di gelar Salah satu mereka tidak datang, Maka majelis hakim memutuskan perceraian Mereka Sah. Dan sebagian Harta Hendry kini milik Rania, Meskipun Rania Tak mengetahui akan hal itu.


"Saya mengajukan Banding Yang mulia," ini Tak Adil untuk saya...,Kenapa Harta saya harus dibagi dengan mantan istri saya." Hendry mengecam persidangan itu.


Namun sekeras Apapun hendry mengecamnya, Keputusan Hukum tak bisa di ganggu Gugat.


"Saya tidak terima dengan Semua ini, Anda semua pasti sudah di suap Oleh Rania kan." Hendry mengamuk di dalam Ruangan persidangan itu, Tidak berapa lama Aisyah dan Fachri Menghampiri nya.


"Kau Tidak Usah menyalahkan Rania..., Semua ini bukan Salahnya. Semua ini Adalah Campur tangan Tante Rima,"


"Lalu dimana Rania sekarang, Kalian pasti menyembunyikan nya kan."


"Kamu Salah Hendry...,Kami sama sekali Tak berniat menyembunyikannya dari kamu, Mungkin kini Rania sedang berada di Atas langit." Ucap Aisyah melontarkan Kata-kata Ambigu.


"Maksud kamu Apa Heuhhh...,Dimana Rania."


"Baiklah Aku akan mengatakan nya, Kini Rania terbang ke Korea untuk menempuh hidup barunya, Kau tak berhak lagi Atas Rania. Kau hanya seorang Penghianat berkata Soal Cinta." Geram Aisyah terhadap Hendry.


......................


Happy reading selamat bertemu di chapter berikutnya...


Tetap ikuti yah...


Kalian akan di berikan kejutan selanjutnya...


Tinggalkan jejak kalian...