
Arel menarik Dokter Kim, Untuk meminta penjelasan terkait keadaan Tuannya.
"Dokter Kim tolong anda jelaskan, Mengapa Tuan Damar menjadi seperti ini." Arel menarik sarkas lengan Dokter Kim karena kesal. Melihat keadaan Damar yang tak lagi mengingat dirinya.
"Lepaskan tangan anda Tuan Arel, Tolonglah sedikit lebih sopan pada Saya. Biar saya jelaskan secara rinci permasalahan nya." Ujar Kim.
"Baiklah...,Maafkan saya." Ucap Arel melunak.
"Saya tanya pada anda. Sebenarnya Tuan Damar pada saat di bawa kesini pernah mengalami kecelakaan atau tidak, Sebelumnya. soalnya sel di otaknya banyak sekali yang rusak."
"Ya ini merupakan kecelakaan yang kedua kalinya, kecelakaan sebelum nya Tuan Damar mengalami Amnesia dan belum sembuh, hingga di bawa kemari."
"Nah, Biar saya jelaskan disini. Tuan Damar ingatannya hanya kembali pada saat ia mengalami kecelakaan yang dia alami pertama kali. Sehingga orang-orang yang dia ingat hanya orang yang berkaitan hidup dengannya di masa lalu."
Deg...Rania sangat kaget mendengar penjelasan dari Dokter Kim, Sehingga Akhirnya Rania menyadari jika Damar yang saat ini dia rawat. Adalah Damar Sahabatnya sewaktu di kampung halamannya.
"Dokter Kim apakah benar yang anda bicarakan tadi, Saya tidak salah mendengar nya kan." Ucap Rania dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya Nona kurang lebih seperti itulah permasalahan nya." Sahut Kim.
Rima dan Adhi yang entah saat kapan sampai nya, Mendengar penjelasan Dokter Kim kepada Arel dan Rania. Ia merasakan Kesedihan nya yang mendalam karena kenyataan yang ia takutkan benar-benar telah terjadi.
"Benarkah yang saya dengar ini Dokter..., Apakah Damar tidak akan mengingat saya Dok." lirih Rima. Tak terasa buliran putih mengalir di pipinya.
Seketika Rima Ambruk, Bersyukur Adhi segera menggapainya.
"Mah...,Mah. Kamu harus kuat mah...,Ini mungkin pelajaran hidup untuk kita. Karena telah menelantarkan Damar sewaktu dia masih kecil." Adhi menopang badan Istrinya yang melemah.
Rania sangat tidak percaya atas kejadian yang ia Saksikan, Karena kini ia mengetahui kalau Damar yang selama ini menyebalkan baginya. Adalah Sahabatnya yang dahulu sempat melamar nya, Namun semua itu harus hancur karena ia terpaksa harus menikahi Hendry.
"Jadi tante dan om adalah, Orang yang selalu Damar ceritakan pada saya dulu. sewaktu masih tinggal di kampung. Kenapa om dan tante tega meninggalkan Damar saat masih kecil Om, Hidupnya sangat keras Setelah Neneknya meninggal di kampung Om." lirih Rania yang merasa kesal, Sekaligus kasihan terhadap Damar.
Deg...,Kini Adhi telah mengetahui kalau orang tuanya telah meninggal dunia, Dari mulut manis perawat cantik Yaitu Rania.
"Apa kamu bilang...,Ibu saya telah meninggal. Ya tuhan...,Anak macam apa aku ini. bahkan ibuku meninggal pun aku tidak tahu." lirih Adhi yang mulai menyesali perbuatannya.
"Miris sekali yah om, Saya sangat tidak menyangka orang se terhormat om. telah menelantarkan anak kandung om dan juga ibu kandung om" Saya kecewa sekali dengan orang macam kalian."
Adhi dan Rima hanya tertunduk lesu saat Rania melontarkan kata-kata pedasnya terhadap mereka berdua. Akan tetapi Arel hanya terdiam membisu mendengar kenyataan pahit hidup tuannya di Masalalu.
"Ra-ni-a ku." Ucap Damar memanggil Rania dengan Nada pelan.
Lalu Rania Menoleh dan menyeka Air matanya, Kemudian beranjak Menghampiri Damar. Yang masih terbaring lemah.
"Damar...,Maafkan aku yah. hiks...hiks...hiks. Maafkan Aku mar." lirih Rania meratapi nasib Sahabat sekaligus cintanya.
"Hey...,Kenapa kamu menangis. Aku baik-baik saja Rania." Kenapa kamu menangis." Damar mengusap puncak kepala Rania, Yang bersandar di dada bidangnya.
"Aku tidak menangis aku hanya bahagia. Akhirnya aku bertemu lagi dengan Damar ku." Ucap Rania terbata-bata.
"Aku ingin pulang ke kampung halaman Rania, Aku tidak tahu kalau Jakarta ternyata sangat keras. Apa kau bahagia menikah dengan Suamimu, dimana suamimu itu." Ucap Damar dan bertanya soal suami pada Rania.
Alih-alih berhenti menangis, Rania malah mengencangkan tangisannya.
"hiks...,hiks..., hiks. Damar...,Kamu jangan bicara seperti itu lagi. Aku-aku- su-dah bercerai dengan suamiku mar...,Hiks...,hiks..." lirih Rania menangis terbata-bata.
"Kalau begitu Ayo kita ulangi hubungan kita sekali lagi. Aku janji tidak akan meninggalkan mu kali ini." Ucap Damar.
"Hiks...,hiks...,hiks." Rania menangis semakin kencang. Karena baginya sekarang sangat tidak mungkin untuk bersatu dengan nya. Damar bukanlah Damar yang dulu, Bukan Damar yang miskin lagi. Derajatnya bagaikan langit dan Bumi yang sangat jauh berbeda.
Damar seorang pria kaya raya, Sedangkan Rania hanyalah seorang perawat biasa. Ia sadar siapa dirinya sekarang.
Adhi dan Rima beranjak mendekat ke arah Damar, Berusaha untuk bicara.
"Nak...,Kamu ingat ini mamah mu kan." lirih Rima menggenggam tangan putranya.
"Saya papa kamu Damar." Lirih Adhi dengan mata sembabnya.
"Ka-kalian, Siapa."
"Ini mamah nak, Ini mamah." Rima berusaha meyakinkan Putra semata wayangnya.
Damar teringat akan Masalalu nya, Ia ingat kepada Perkataan Om nya dan juga Neneknya. Kalau ia masih memiliki Orang tua.
"Jadi kalian...,Orang tuaku."
"Iya Nak...,Aku mamah mu dan ini papa mu." Ujar Rima sambil menggenggam Adhi.
Damar memejamkan matanya, Buliran putih menetes dari matanya. Ia marah sekaligus Rindu pada sosok kedua orangtuanya.
Kini Damar berusaha menerima kenyataan, Dan sebisa mungkin berdamai dengan hatinya.
"Mar ..., Aku mohon maafkan segala kesalahan orang tua kamu yah. Mereka orang tua terbaik yang pernah ada untukmu." lirih Rania.
Akan tetapi Rima masih saja tak menyukai Rania, Karena Rania Bukan wanita yang se level untuk anaknya. Tapi Rania di mata Adhi adalah wanita yang sangat baik dan keibuan untuk menjadi istri dari putranya.
......................
Ayana terbangun dari tidurnya, Ia Mengitarkan pandangan nya kesekeliling. Tak melihat keberadaan Kekasihnya yaitu Hendry. Ia segera bangkit untuk mencari keberadaan Kekasih.
"Mas...,Mas Hendry." Ayana memangil-manggil Hendry Namun Tak ada sahutan dari Calon Suaminya itu. Kemudian Ia teringat dengan perkataan Hendry yang akan mengajak nya ke suatu tempat malam ini.
"Oh shittt..., Bisa-bisanya aku ketiduran." Gumam Ayana segera mengambil ponselnya di Nakas.
Ia mengusap layar ponselnya dan Melihat Chat WhatsApp, dari Hendry calon suaminya.
***Halo honey...,Aku tunggu kamu di butik Terpesona yah...
semoga saat kamu membaca pesan ini, Kamu telah bangun dari tidur nyenyak kamu.
Secepatnya datang kemari yah Honey...
from: my love***...
Ayana Terlihat sumringah dengan wajah yang berseri-seri setelah menerima pesan dari kekasih Tercinta nya.
"Oooh cocwitt." Seraya tersenyum.
Dengan segera Ayana merias dirinya , Membalut bibir seksinya dengan lipstik merah merekah.
Kemudian ia memakai Mini dress, Dengan warna senada dengan lipstik. Tak lupa memakai sepatu higheel yang menjuntai.
Sekilas Ayana beranjak meninggalkan Hotel, Menuju Butik Terpesona.
Kini Ayana telah sampai di Butik yang di maksud.
"Halo sayang maaf yah...,Kamu menunggu aku kelamaan yah." Ucap Ayana berjalan menghampiri Hendry, Layaknya berjalan di atas Catwalk.
"Sempurna." Gumam hendry mengagumi kecantikan Ayana.
Kini Ayana telah berada di dalam butik, Dan hendry memintanya mencoba memakai kebaya. Betapa senangnya hati Ayana, Karena ia Tahu kali ini Hendry serius akan menikahinya.
Akan tetapi ada salah satu pengunjung butik yang mengenali mereka. "Halo mbak Nana yah,,?"
"Siapa yah,,?" Sahut Ayana menoleh.
"Saya salah satu fans berat Mbak Ayana Natasha ini loh."
"Oh yah." Sahut Ayana gembira karena setelah Vakum dari dunia ke Artisan pun ia masih di kenal oleh fansnya.
"Tapi Sekarang saya benci tahu Sama mbak, Semenjak mbak menjadi pelakor."
Spontan mulut Ayana menganga, Wajahnya membuncah merah. Bibirnya mengeratkan Rahangnya.
Sontak Saja pengunjung Butik Terpesona tersadar Akan kedatangan nya, Seorang pelakor.
"Oh iya...,Ini Artis pelakor itu Yah."
"Duhhhh...,Gemes deh"
"Huhhhh...,Cantik sih. Tapi Sayang murahan"
Begitulah Hujatan demi hujatan yang Ayana dapatkan dari emak-emak.
"Hahhh..., Menyebalkan." Kita pergi dari sini Atau kita putus mas." Geram Ayana dan Hendry di jadikan Alat pelampiasan nya.
**Bersambung gaesss....
......................
Halo manteman tetap semangat mengikuti kisah "A war love from the Traitor" Yah...
Jangan lupa di baca,di favorit kan, di like,di komentar. Dan di Vote...
Aku masih semangat kok...
Terimakasih untuk rekan author seperjuangan...
Khususnya Kak Arsy Hay...
Jangan lupa di Follow Ig Author : @agusirawan.maulana.
Oh yah itu Akun Ig suami aku, karena Satu akun barengan. Eittts bukan Karena gak punya hp yah.
Ada hal yang tak bisa di jelaskan....