
"Kamu Kenapa Mas,,? Apa Salahnya kita menerima bantuan dari Om Adhi.
"Haahhhh...,Terserah kamu Saja Aisyah." Fachri Bergegas pergi meninggalkan Aisyah.
Aisyah Terbingung dengan Perubahan sikap Suaminya, Begitu juga dengan Rania yang tak mengerti Jalan Fikiran Fachri yang menolak Adhi Nugraha Menanamkan Modal di Rumah Sakit milik mereka.
"Apa Kau mengetahui Sesuatu Rania,,?"
"Saya tidak tahu apa-apa Dokter, Saya juga bingung dengan Sikap Pak Fachri." sahut Rania.
"Yasudah Kalau begitu Aku akan pergi, Untuk meyakinkan Mas Fachri, Kamu buatlah proposal kerjasama nya." Perintah Aisyah terhadap Sekretaris Rania.
"Baiklah Dok, Saya akan mengerjakan Semuanya."
Rania berjalan gontai menuju ke Ruangannya, Untuk segera membuat proposal Kerjasama dengan Perusahaan Ayahnya Damar.
kini Rania Terfokus pada Laptop nya, Ia mengetik lembar Profosal, Setelah Selesai dia mengirimkan nya melalui Pesan Email kepada pihak perusahaan Adhi Nugraha.
"Mas...,Kenapa Kau tiba-tiba Saja menolak Tawaran dari Om Adhi." Aisyah menanyakan perihal penolakan Fachri.
"Apa kamu Tahu "Adhi Nugraha" Orang yang seperti apa Aisyah."
Aisyah menggeleng kan kepalanya," Jika Kau tak tahu, Untuk apa kita menjalin Kerjasama dengannya."
"Berikan aku alasan yang tepat Terkait penolakan kamu Mas,"
"Aku tidak perlu memberikan Alasan yang tepat Syah. Aku sangat tahu betul Adhi Nugraha orang Yang seperti apa."
"Ya...,Aku memang tak tahu! Tapi bisakah Kamu menjelaskan Alasannya mas."
"Dia Adalah orang Yang menghancurkan Ayahku Aisyah...,Dia yang merebut semua kekayaan Ayahku."
Deg...,"Benarkah seperti itu mas, Maafkan Atas ketidaktahuan Aku Mas, Tapi bukankah ini waktu Yang tepat untuk membalas semua itu Mas." Aisyah kembali berusaha membujuk Suaminya dengan Embel-embel Balas Dendam.
Fachri berfikir memutar Otaknya, memikirkan atas Ucapan Yang terlontar spontan dari mulut Aisyah.
"Benar katamu Syah...,Ini adalah kesempatan yang langka, Yang tak boleh aku lewatkan. Tapi ingat Rania tidak boleh mengetahui Rencana kita."
"Tentu saja Mas, Ini adalah Masalah keluarga Kita." Aku takkan sedikit pun menceritakan Rahasia ini."
Secara Logika Aisyah membujuk Suaminya untuk menyetujui tawaran Adhi berhasil, Namun untuk Masalah balas Dendam Hatinya sangat bersebrangan, Karena Dendam hanya akan membuat Suaminya Hancur dan Menorehkan luka Yang Baru.
Setelah selesai membuat Proposal Rania segera pergi menemui Adhi Nugraha, Memberitahukan bahwa ia telah menyerahkan proposal kepada Pihak Perusahaan milik Adhi.
"Tok...,Tok...,Tok."
"Masuklah."
"Maaf Saya mengganggu waktu nya sebentar Om."
"Apa yang membawamu kemari Rania,,?"
"Saya Hanya ingin memastikan Niat Om menanamkan Modal di Rumah Sakit ini, Saya Sudah mengirimkan Proposal Untuk Om tanda Tangani Secara Digital."
"Oke...,Itu Artinya kau sudah siap, Untuk berangkat ke Korea bersama Putraku."
"Hah..., maksud Om." Rania Terkejut.
"Kamu Akan segera pergi ke Korea Rania, Saya sudah mengatur Jadwal Keberangkatan Mu." Turut Rima Yang ikut Berbicara.
Rania menghela Nafas, Sedikit tak percaya karena semuanya berjalan dengan Cepat.
"Tapi Saya belum bercerai dengan Hendry, Bukankah Di dalam perjanjian, Saya berangkat setelah bercerai dengan Hendry."
"Biarkan Saya yang mengurus semua itu..., Lagipula Akan lebih baik jika persidangan Tanpa Kamu."
"Benarkah begitu Tante,,?"
"Kau tak mempercayai Saya.!" Rima Menekankan Suaranya.
"Bukan Seperti itu maksud saya Tante." Ucap Rania Meragukan Rima.
"Ahhhh..., Sudahlah Kau berangkat saja, Tenang saja Kau Pasti bisa bercerai dengan Suami pecundang mu itu." Ucapan Rima Kali ini sepertinya tak bisa di bantah Oleh Rania. Karena Adhi telah bersedia membantu Rumah Sakit milih Sahabatnya itu.
"Baiklah...,Saya menyetujui Nya Tante."
"Nah...,Gitu dong! Kalau jawaban kamu dari tadi seperti ini, Saya tak akan berdebat terus menerus dengan Kamu." Rima Menghela Nafas lega.
"Ya tuhan semoga semua ini adalah langkah yang tepat Untuk ku." Rania Bergumam dalam hatinya.
"Rania...,Apa kau berhasil membuat Om Adhi menanamkan Modalnya." Kedatangan Aisyah Rupanya mengagetkan Rania.
"Kau mengagetkan Aku saja Dokter, Ya Kita berhasil Tuan Adhi bersedia menanamkan Modalnya."
"Bagus..., Akhirnya kita mendapatkan Pengganti Hendry." Sekilas Aisyah meninggalkan Rania.
Rania menuju Ruangan nya, Untuk menyatakan Resign dari Rumah Sakit Aisee Husada. Karena perjanjiannya dengan Keluarga Damar, Yang mengharuskan nya merawat Damar Hingga Sembuh termasuk menemani nya Selama Di Rawat di Rumah Sakit Negara penghasil Ginseng itu.
"Apa-apa an dengan Semua ini Rania..., Kamu Menyatakan Resign dari Rumah Sakit Saya." Fachri heran dengan Rania Yang tiba-tiba memutuskan mundur dari pekerjaannya.
"Dokter Fachri tidak kah Kau Tahu, Rania Kini bekerja Pada saya...,Dan Saya tidak mengijinkannya bekerja pada Anda." Dengan Lantang Rima berkata seperti itu Terhadap Fachri.
"Maksud Anda Apa Tante..., Anda Tak bisa maen Masuk ke Ruangan Saya." Fachri Membentak.
"Okey...,Pertama Maafkan saya karena dengan Sengaja memasuki Ruangan Anda, Kedua Saya membantu Rania,Menjelaskan kepada Anda Dokter Fachri, Bahwasanya Anda menerima kerjasama dengan perusahaan Keluarga Saya. Hanya sebagai Barter Rania bekerja dengan Saya. Untuk merawat Damar putra saya."
Deg...,"Sial Kenapa mereka Sangat licik sekali." Geram Fachri.
"Baiklah Kini anda sudah mengetahuinya Kan, Saya akan membawa Pembantu saya ini untuk pergi dari sini. Ayo Rania ikuti saya." Rima Mengajak Rania pergi dari Ruangan Fachri.
Rania Hanya bisa mengelus Dadanya, Atas Perkataan Sarkas Yang Terlontar dari mulut Rima.
"Aku pembantu...,Benarkah Tante Rima menganggapku pembantu nya." Gumam Rania , Mengikuti langkah Kaki Rima.
Langkah Rania Terhenti saat Adhi menghampiri mereka," Bagaimana Mah, Apakah sudah selesai Urusan dengan Dokter Fachri,,?"
"Sudah pah, Kita tinggal mengurus keberangkatan Rania Saja."
"Lalu bagaimana dengan Damar Mah,,?"
"Mamah sudah menugaskan Arel, Untuk segera menelpon pihak Rumah Sakit Korea, Agar segera menjemput Damar."
"Baguslah Papah ingin Damar segera pulih, Karena perusahaan kita Lagi mengalami penurunan Karena Damar tak kunjung siuman."
"Papah tenang Saja, Putra kita Pasti sembuh dan membalas perlakuan Hendry dan Ayana."
Rania mematung seperti tak mendengar pembicaraan Suami istri itu, Iya enggan berkomentar karena semua itu bukanlah Ranah nya.
"Rania."
"Ya...,Anda memanggil saya Tante." Berjalan mendekat.
"Panggil saya Nyonya." Dengan Sombongnya.
"Tidak...,Saya tidak Akan memanggil Anda seperti itu. Karena Itu tidak tertuang dalam perjanjian. berhenti menganggap Saya pembantu anda Tante, Kalau tidak saya akan membatalkan Pekerjaan yang telah di sepakati ini." Tegas Rania.
"Huhhhh..., Rupanya dia pintar juga! Sial Saya tak bisa Menyuruh-nyuruhnya." Gumam Rima merasa Kalah.
"Kenapa Tante Diam...,jika Tante diam berarti tante menyetujui Kalau Kerjasama ini dibatalkan." Rania sedikit menekan.
"Akhhhhh...,Maafkan Saya! Saya sangat keterlaluan." Rima Menurunkan egonya.
"Sial keparat..., Lihat saja Rania...,Kamu akan Saya buat menderita." Gumam Rima menatap Dingin.
"Anda Tidak Akan bisa membodohi Saya Tante." Gumam Rania Saling menatap.
•
•
•
**Happy Reading...
Maafkan masih banyak typo nya yah...
Jangan lupa Tambahkan ke kolom Favorit kalian....
Jangan lupa tinggalkan jejak seperti like,komen dan Tap Mawar...
Terimakasih**...