A Word Of Love From The Traitor

A Word Of Love From The Traitor
CH 26 : Sesuatu yang beda



"Mas...,Aku butuh penjelasan dari kamu!" Ucap Ayana.


Ia menatap tajam pada Hendry meminta penjelasan. karena sikap Hendry yang seolah tak ada Niat untuk menceraikan Rania.


"Tidak ada lagi yang harus aku jelaskan pada kamu Ayana, Semua yang Nampak itulah kebenaran Nya."


"Jadi Maksud kamu...,Kamu Tidak benar-benar ingin bercerai dari Rania Mas, Benarkah begitu Mas." Ayana membentak Hendry Tajam.


"Sepertinya begitu." Balas Hendry Cuek, pergi meninggalkan Ayana.


Ayana dibuat kesal oleh pernyataan Hendry, Sehingga Membuatnya Marah. Ia geram kepada Hendry karena selalu berubah-ubah.


"Mas..., Berhenti." Teriak Ayana. Namun Hendry tetap pergi meninggalkan nya.


"Mas Hendry..., Kamu berani membuat aku seperti ini. Lihat Saja Mas...,Kamu akan bertekuk lutut dihadapan Aku mas." Gumam Ayana Menatap Nanar kepergian Hendry.


• • •


Kini Rania telah Sampai di Rumah Sakit, Ia melewati Kamar Tempat Damar dirawat. Tak sengaja ia berpapasan dengan Orang tua Damar.


"Tunggu."


Seketika Langkah Rania terhenti Saat melewati Rima begitu saja, kemudian Ia menoleh ke arah Rima Yang Memanggil nya.


"Tante berbicara dengan Saya,,?" Ucap Rania Sambil menunjuk dirinya sendiri.


"ya Saya berbicara dengan kamu, Ikut saya. Ada hal yang harus kita bicarakan."


"Soal Apa ya..., Tante,,?"


"Sudah Jangan banyak bertanya, Ikuti saja Aku!" Ucap Rima dingin sambil berjalan lebih dulu dari Rania.


Rania mengikuti langkah Rima, dengan Gontai. Sesekali Hatinya berdesir lantaran ia tak tahu perihal apa yang akan dibahas oleh Rima dengan nya.


"Apa sebenarnya yang ingin tante Rima katakan,,? Mudah-mudahan ini bukan masalah yang kemarin." Gumam Rania dalam hatinya.


Rima berjalan langkah demi langkah menuju kantin yang berada di Rumah Sakit, Tempat Rania bekerja,Yaitu Rumah sakit milik Aisyah dan Fachri.


"Silahkan duduk, Ada banyak hal yang ingin Saya tawarkan pada mu."


"Tawar...,an. Apa itu tante." Rania terbata-bata sambil menarik Kursinya, Kemudian Terduduk.


"Tulis berapa Uang yang kamu butuhkan, Asalkan kamu bersedia menjadi pacar pura-pura dari Anak Saya." Tutur Rima sambil menyodorkan selembar Cek yang masih kosong.


"Maafkan Saya tante...,Saya tidak bisa menerima tawaran tante. lebih baik tante Cari saja orang yang tepat."


Seketika Rima bangkit setelah mendapat penolakan dari Rania, Ia begitu marah Atas penolakan yang di dapatkan nya, Sehingga melontarkan kata-kata Sarkas.


"Sombong sekali kamu ini...,Kamu sadar kamu berhadapan dengan siapa." Dengar Rania saya tidak terima dengan penolakan ini."


"Saya sudah katakan Tidak bisa tante..., Untuk apa Saya melakukan semua ini. Tidak ada faedahnya bagi saya." Tegas Rania.


"Ternyata kamu ini Orang yang sangat sombong yah, Tidak heran Hendry meninggalkan kamu." Bentak Rima memaki Rania.


"Cukup Tante..., Berhenti merendahkan saya. Tante salah telah datang pada Saya, Karena saya bukan tipe orang yang mendewakan Uang hanya demi kepuasan pribadi." Saya baru Tahu ternyata perempuan se Elit tante, Ternyata tidak lebih dari Orang Rendahan seperti saya."


Rania Mulai beranjak, Dan meninggalkan Rima yang sedang di kuasai Amarah nya.


"Saya Pamit Tante...,Masih banyak pekerjaan Yang lebih penting untuk saya kerjakan. ketimbang mengurus Urusan Tante." Maafkan Saya!" Sambil meninggalkan Rima.


"Wanita ini..., Menyebalkan sekali." Ucap Rima menatap Tajam pada Rania.


"Awas...,Kamu Rania. Saya akan membuat perhitungan dengan kamu."


"Mah..., kamu sedang apa Berdiri sendirian disini. "


Kemudian Rima menoleh ke sumber suara yang mengalihkannya.


"Papa..., Saya kira siapa."


"Mama lagi ngapain disini,,?"


"Sudah ayo kita kembali ke kamarnya Damar," Ajak Adhi kepada istrinya.


"Yasudah Ayo pah..., lebih baik kita temani saja Anak kita."


Setelah Adhi dan Rima beranjak pergi, Rania menampakan dirinya. Ternyata sedari tadi Rania belum pergi dari Kantin itu, Ia malah bersembunyi di balik tembok lantaran melihat kedatangan Adhi. Terlihat dari Arah lain Aisyah Menghampiri Rania.


"Rania...,Saya Mencari kamu dari tadi. Saya fikir kamu belum kembali."


"Astaghfirullah...,Dokter Aisyah mengangetkan saya Saja." Rania Terlonjak kaget.


"Maafkan Saya, Kalau saya mengagetkan kamu." Ayo cepat ke Ruangan Mas Fachri, Ada Masalah yang sangat penting Harus kita bahas Rania."


"Masalah Yang sangat penting Seperti apa Dok,? Apa Semua ini ada kaitannya dengan Masalah Saya dengan Mas Hendry."


"Pokoknya Saya belum mengetahui Masalah nya, Namun Saat Mas Fachri meminta saya untuk keruangan nya , Terdengar Sangat Serius."


"Kalau begitu Ayo Cepat kita ke Ruang Dokter Fachri."


Aisyah Dan Rania berjalan gontai menuju Ruangan Fachri, dimana Di Ruangan itu Fachri telah menunggu kedatangan mereka berdua.


"Mas...,Ada Apa,,?"


Asiyah berjalan mendekati Suaminya yang sedang duduk di kursi kebesarannya, Di ikuti Oleh Rania sebagai sekretaris Fachri.


"Ada masalah Apa sebenarnya Pak,,?" Tanya Rania terduduk di kursi yang terletak di depan Meja Fachri.


"sebenarnya Tidak begitu serius, Hanya Saja Hendry menarik seluruh Sahamnya dari Rumah Sakit ini Rania."


"Benarkah, Setega itu Mas Hendry...,Maafkan Saya Dok, Kalian Jadi Terkena imbasnya. Semua ini karena keputusan Saya." Sehingga Rumah sakit kalian kena imbasnya."


"Saya Tidak menyalahkan Kamu Rania...,Hanya Saja Saya kecewa dengan Hendry, Ternyata dia tidak se profesional Yang saya kira, Seharusnya dia bisa membedakan Mana masalah pribadi dan Mana Masalah pekerjaan, Bukannya malah menyangkut pautkan Masalah pribadi Kepada pekerjaan."


"Kita Harus mengantisipasi Masalah ini Mas..., Pokoknya Kalau Hendry benar-benar menarik semua Sahamnya, Kita harus mendapatkan klien Yang baru." Ucap Aisyah.


"Menurut Saya Saran Dokter Aisyah sudah Cukup bagus! Tinggal kita mencari Investor yang baru saja pak, Ini tidak mudah tapi tidak Ada Salahnya kan, Jika kita berusaha."


Kemudian Fachri Terlihat tenang Setelah penuturan Rania dan Aisyah, Yang memberikan Saran positif padanya.


"Saya sangat beruntung memiliki sekretaris seperti kamu Rania, Terlebih lagi Istri sepintar kamu Aisyah." Ucap Fachri Menyunggingkan Senyum.


"Baiklah Kalau begitu Saya akan mulai membuat profosal untuk mencari Investor , Untuk Mengganti posisi Wijaya_group."


"Ide bagus itu Rania...,Tidak Salah saya memilih kamu. Menjadi sekertaris Mas Fachri." puji Aisyah terhadap Rania.


"Ini Sudah menjadi tanggung saya Dok, Tidak usah berlebihan memuji saya." Sahut Rania Terhadap Dokter Aisyah.


"Saya Suka dengan Cara kamu dalam menyikapi setiap pujian dari Orang lain Rania, Saya Kagum dengan sikap Tegas dan lembut seperti kamu." Gumam Asiyah dalam hatinya.


"Baiklah Kalau begitu Saya mohon Pamit, Permisi Dokter Aisyah, Pak Fachri." Sambil menggapai pintu Ruangan Dokter Fachri.


"Silahkan Rania...,Saya tunggu segera Profosal nya Yah."


"Siap pak."


Kemudian Rania Melangkah pergi meninggalkan Ruangan Dokter Fachri, Menuju ke Ruangan nya. Saat Rania membuka Ruangannya Ia di kagetkan Oleh Perempuan Yang merebut Suaminya.


"Sedang apa Kamu disini...,Cepat pergi dari Ruang kerja saya!" Rania menatap Dingin pada perempuan Yang telah berani merusak Rumah Tangga nya.


🌷🌷🌷


**Happy Reading...


Hallo Readers yuuk ikuti terus kisah ku...


Jangan lupa Tambahkan ke kolom favorit kalian.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian Like, Komentar,dan Tap Bunga. Jika berkenan Vote Yah....


Terimakasih**...