
Sinar Mentari Memasuki Celah Gorden, Sehingga Rania terbangun dari tidur nya, Ia berjalan Gontai membuka Jendela sesaat kemudian Ia Bergegas ke kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya, Setelah Aktivitas membersihkan diri. Rania bersiap untuk segera bekerja.
"Selamat Pagi Nona Rania, Nona mau sarapan Apa pagi ini,,? Biar Saya siapkan." Sapa Pembantu Yang bekerja di Rumah Aisyah.
"Tidak Usah Mbok...,Saya bisa menyiapkan nya sendiri ! "
"Maaf Nona Tolong biarkan saya melayani Nona, Ini sudah jadi kewajiban saya bekerja di sini"
"Yasudah...,Kalau begitu. Buatkan Saya mie goreng Saja ya mbok, Terimakasih Ya mbok." Seraya Tersenyum.
Kemudian Art itu berjalan gontai menuju ke Dapur, Sementara Rania beranjak duduk di Kursi meja makannya.
"Wah...,Wah... Kamu sudah Rapi begini, Mau kemana Rania,,?" Tanya Aisyah Yang masih menggunakan Baju piama.
"Saya mau berangkat Kerja Dok, Masih banyak pekerjaan Yang harus saya selesaikan." Sahut Rania.
"Padahal ini Masih pagi banget loh! Baru jam Tujuh." Timpal Aisyah sambil melihat Arloji di tangannya.
"Enggak Apa-apa dok, Justru karena Masih pagi . Saya bisa sekalian menyerahkan berkas gugatan cerai saya ke pengadilan! "
"Ooh gitu..., Yasudah deh. O ya ..,Pake saja mobil saya yah."
"Terimakasih Dok, Tapi Saya lebih senang Naik Bus...,Maaf loh bukannya Saya tidak menghargai Dokter, Tapi Saya ingin menjadi Orang Yang tidak bergantung pada Orang lain." Rania Tersenyum Ramah ke Arah Dokter Aisyah.
"Ya Sudah..,Kalau begitu. Tapi, Kalau ada masalah cerita ke saya Atau Ke mas Fachri! Jangan menghilang kayak kemarin lagi."
kemudian Aisyah kembali menuju kamarnya, Setelah mengambil Segelas Air putih dari meja makan, Rania begitu kagum terhadap kebaikan Dokter Aisyah padanya.
"Nona...,Ini Mie gorengnya Sudah selesai bibi masak, Khusus untuk Nona Rania." Ucap Si Mbok menyadarkan Rania.
"Eh...,Oh iya Mbok. Terimakasih loh ya, Jadi ngerepotin Si Mbok."
"Enggak...,Enggak ngerepotin Nona." Timpal Si Mbok Berjalan kembali ke dapur.
Dengan Sekilas Rania Menyantap Sarapannya, & Setelahnya Rania segera bersiap-siap berangkat Ke Tempat pekerjaan nya, Yaitu Rumah Sakit Aisee Husada.
🌷🌷🌷
Jalanan Ramai lancar pada pagi itu, Rania berdiri di pinggir halte ia sedang menunggu bus Yang se arah dengan Rumah Sakit Tempat nya Bekerja. Hatinya berdesir saat mengingat perlakuan Rima padanya, Mau Tidak mau Rania Harus kembali berhadapan dengan Orang tua Damar, Lantaran Damar di Rawat di Rumah Sakit Tempat nya bekerja.
"Mudah-mudahan Hari ini Aku tidak bertemu secara Langsung dengan Mama nya Damar, Kalau ketemu lagi Bisa habis aku di maki-maki." Gumamnya.
Kemudian Bus berhenti di halte tempat nya menunggu, Rania pun Masuk ke dalam bus itu menuju Rumah Sakit Aisee Husada.
Kini Rania telah Sampai di Rumah sakit tempat nya bekerja, Yaitu Rumah Sakit milik Fachri dan Aisyah. Langkah demi langkah ia masuk ke Area Rumah sakit, Dengan Segera Rania masuk ke Ruangan nya.
Sementara Rima baru saja Datang bersama Arel Asisten pribadi Putranya, dengan menggunakan Mobil Audy Tipe R13 yang sudah sangat langka itu.
"Kamu Turunkan barang-barang Yang lainnya yah! Saya jalan duluan." Rima memerintah Pada Arel.
"Oke,Tan." Balas Arel santai.
Rima menuruni Mobilnya dan Segera Bergegas menuju Ruang Rawat, Tempat dimana Damar belum Sadarkan diri.
"Tante." Panggil seorang wanita Cantik Terhadap Rima.
Rima Sangat marah pada Wanita yang kini berdiri menghadang Jamannya.
" Ayana..., Mau Apa lagi wanita ini datang menemui ku." Gumam Rima dengan Tatapan dingin Pada Ayana.
"Mau Apa kamu kesini...,Pergi dari sini Ayana! Tante muak melihat Orang yang palsu seperti kamu." Rima Berjalan begitu saja dari Hadapan Ayana.
"Tante ..., Ayana Mohon Maafkanlah Ayana Tante. Ayana Janji Akan memperbaiki kesalahan Ayana." Iya memohon, Mengiba Pada Rima Sambil Menggenggam Tangan.
Kini Ayana Malah bersujud di hadapan Rima, Ia memelas meminta dikasihani.
"Tante Ayana mohon..., Maafkan Ayana Tante." Hiks...hiks... Ayana Janji akan memperbaiki kesalahannya Ayana Tante." Lirih Ayana memelas, Namun Rima tetap Tak mau me maafkan nya,.
"Lepaskan...,Kaki Saya! Mau Nangis darah sekali pun Saya tidak akan memaafkan. Orang seperti kamu.''
"Baik Tante.., Kalau tante tidak mau memaafkan Saya! Saya Terpaksa berbuat ini sama Tante." Seringai Ayana Yang sejak tadi berpura-Pura Menangis. Ayana menoleh ke sekelilingnya, Terbesit dalam fikirannya untuk mendorong Rima Ke lantai Satu.
"Eh...,Eh...eh...Kamu apakan Kaki saya Ayana." Rima panik lantaran Ayana malah menarik Kakinya.
Rima kehilangan keseimbangannya Iya Hampir Terjatuh, Namun Tidak sengaja Rania lewat tepat di hadapan Rima Yang akan terjatuh.
"Brukkkk.." Awwww."
Rania Terjatuh secara bersamaan, Kertas-kertas Yang di bawa Rania jatuh berserakan di lantai begitu juga dengan Barang bawa_an Rima, dari mulai pakaian, Makanan. Tumpah Ruah membasahi berkas Milik Rania.
Namun Ayana segera pergi dari situ setelah gagal mencelakai Rima, Bersyukur Rima Tidak jadi Terjatuh dari ketinggian lantai 2.
Rima Sangat marah setelah melihat Orang yang berhasil menolong nya Adalah Rania, Meskipun Sebenarnya Rania Tak sengaja lewat di sebelah Rima, Rania terlalu fokus membaca berkasnya Sehingga mengabaikan kejadian di sekeliling nya.
Secara Tidak sengaja Rania kembali bertemu dengan Rima, Wajah mereka bertatapan.
"Kenapa Harus Wanita ini yang menolong Saya...,Apa dia bekerja sama dengan Ayana untuk mencelakai saya." Gumam Rima menatap Rania penuh kebencian.
"Tante." Rania Sangat terkejut.
"Kamu lagi..., Kamu lagi.''Ngapain kamu masih di Rumah sakit ini. Ooh..., Saya Tahu kamu pasti mengharapkan Imbalan Uang Yah!"
Rania Sangat marah saat kebaikan nya, Di Ukur dengan Uang dan ke kayaan.
"Cukup! Tante...,Tante fikir semua bisa di hargai dengan uang. Maaf Tante , Saya menolong Anak Tante Dengan Sangat Ikhlas. Jadi Tante jangan pernah Anggap saya orang Rendah seperti tante."
"Apa Kamu bilang...,Saya Orang Rendahan! Kamu jangan bercanda Yah, Semua Orang tahu siapa Saya..., Beruntung kamu kenal dengan Saya meskipun saya sangat benci melihat Gembel parasit Seperti kamu."
"Haahhhh...Gembel Tante bilang, Parasit Tante bilang."
"Ya Kamu memang parasit."
"Tante-tante...,sudah Cukup Yah! Saya tidak Ada waktu meladeni Tante."
Rania Segera merapikan Berkas-berkas nya, Yang basah kena tumpahan Makanan. Dan pergi dari Hadapan Rima Yang terus melontarkan Kata-kata menyakitkan hatinya.
"Hiks...Hiks...Hiks.." Kenapa semua Orang selalu, Memandangku dengan sebelah mata. Apa Hanya karena Aku terlahir dari keluarga miskin. Jika Miskin adalah sebuah kesalahan Apa Kaya adalah sebuah kebenaran. Dan kenapa Orang kaya itu selalu senang menghinaku..." Lirih Rania Menangis, Mengumpat, Merutukki Nasibnya.
•
•
•
Nextpart...
Jangan lupa kasih 🌷🌷🌷
Jangan lupa kasih 👍👍👍
Jangan lupa Kasih 👄👄👄
Happy reading...