A Word Of Love From The Traitor

A Word Of Love From The Traitor
CH 11: WANITA YANG SANGAT POLOS



Hari kian Sore Namun Henry Masih belum juga pulang padahal Rania sengaja pulang lebih awal karena Iya Tahu bahwa Henry Suaminya akan datang hari ini sepulang Tugas dari luar kota.


Rania terlihat mulai khawatir terhadap suaminya, Iya mondar mandir menatap lagi ke Arah pintu gerbang Namun Henry Tak kunjung Datang, kemudian Rania teringat pada sosok Nana/Ayana sekretaris suaminya.


"Apa aku coba Hubungi Nana aja kali Yah, Barangkali Mas Henry masih dalam perjalanan," Ucap Rania Pada dirinya sendiri, kemudian Iya mengambil ponsel di saku celananya dan menelpon Sekretaris Suaminya Yaitu Nana.


"Aduh angkat dong Ayana, Kenapa kamu Susah sekali mengangkat panggilan ku," gumam Rania yang terlihat cemas.


Sementara Nana Malah cuma menoleh ke Ponselnya Yang di letakan nya di Atas Nakas, samping Tempat Tidurnya.


"Siapa sayang yang menelpon kamu," Balas Henry dari Balik selimut.


"Enggak Tau sayang Mungkin dari orang Yang gak penting," Balas Nana menyembunyikan dari Henry Bahwa Nana menelponnya.


"Owh," Yasudah kalau Begitu kita lanjutkan Nanti Saja yah!" ucap Henry menghela Nafas nya, Sambil melepaskan pelukannya.


"Baiklah kalau Gitu, Lagian Aku juga takut Damar mencurigai ku, Apa kamu tidak takut kalau Rania Mencurigai mu, Mas." Sahut Ayana.


"Kalau aku sih sama sekali tidak takut sayang, toh Rania juga tidak pernah suka sama aku dan aku pun menikahinya hanya sekedar Rasa kasihan saja, Kamu Taulah orang miskin itu Kaya gimana." Ucap Henry dengan sombongnya.


"Emang nya se miskin itu kah keluarga dia sayang, Aku gak nyangka banget ternyata dia itu dari kalangan Yang rendah banget,"Balas Nana seolah melecehkan keluarga Rania.


"Benar dia memang seperti itu keadaan keluarga Rania, Sayang. Dia hanya menginginkan hartaku Saja."Ucap Hendry membodohi Ayana.


"Owh ..., Jadi seperti itu Toh, Keadaan keluarga Rania. Pantas Saja kamu berpaling darinya." Timpal Ayana.


" Yasudah Cepet kita mandi, Nantikan Jam sembilan kita pulang sayang," Balas Nana Manja terhadap Henry.


Kemudian Mereka segera Membersihkan diri dan setelah itu mereka berniat pulang ke Rumah masing-masing.


Saat Henry dan Nana keluar dari Hotel, Damar sudah menunggu mereka memperhatikan Kegiatan mereka dari balik mobilnya, Damar memukul Stir lantaran dia sangat kecewa Atas perbuatan kekasihnya.


"Sial," Jadi selama ini Aku telah di bohongi mentah-mentah Ternyata laki laki itu adalah Selingkuhan Sekaligus bos nya," Ucap Damar Yang Sangat emosi.


Kemudian Damar akan melabrak Nana dan Henry, Iya keluar dari mobilnya.


Namun sedetik kemudian Damar mengurungkan Niatnya dan Kembali menaiki Mobilnya.


"Tidak Damar ini belum saatnya Kamu melabrak Mereka, Tunggu saat yang tepat Damar. lebih baik Kamu pergi dari sini Dan berpura-Pura tidak melihat kejadian ini," Ucap Kata Hati seorang Damar Yang dalam ke adaan marah.


"Aku tidak habis pikir ternyata laki-laki itulah selingkuhan nya, lihat saja akan aku balas semua perbuatan kalian,"umpat Damar sambil mengemudikan mobilnya menuju perjalanan pulang.


Malam yang dingin menyelimuti hati damar yang penuh kebencian terhadap Calon istrinya, Sementara Rania masih dengan setia menunggu kepulangan suaminya. Iya terduduk di bangku Teras depan Rumahnya menunggu kepulangan Sang suami Tak lama Yang di tunggu Akhirnya datang.


"Tiiiiit" Henry membunyikan klakson Mobilnya dan Rupanya Henry tidak sendirian di dalam mobil nya itu.


Rania berjalan Gontai Menghampiri suami nya Yang baru saja datang dari perjalanan kerja luar kota.


"Mas Akhirnya kamu datang juga, Aku mengkhawatirkan kamu mas," ucap Rania Yang mendekati Henry.


"Iya Bu , Ibu Rania Tidak usah khawatir lagian Pak Henry selalu dengan saya kok," Ucap Nana Yang baru saja turun dari mobil Henry Suaminya Rania.


"Iya Ayana Saya percaya Mas Henry tidak akan kenapa-kenapa Kalau bersama kamu, Terimakasih ya sudah mendampingi suami Saya terus," Balas Rania tersenyum sambil merangkul pinggang suaminya.


"Iya Bu sama-sama Ibu tidak usah berterimakasih pada saya, Karena itu sudah jadi pekerjaan Saya sebagai sekretaris Pak Henry," Balas Nana Sambil berjalan Mengekor di belakang Rania dan Henry.


Setelah itu mereka berempat Masuk ke rumah kediaman keluarga Hendry dan Rania menunjukkan kamar untuk Nana, Karena malam semakin Larut Rania khawatir Jika Nana Pulang selarut malam ini.


"O Yah Ayana," Kamu nginep Saja Yah ini sudah malam banget loh,'' Ucap Rania Menyarankan Nana Agar mau menginap.


"Maaf bu," sepertinya Saya harus pulang, Saya takut kedua orang tua saya mencari saya Buk," Balas Nana menolak Rania secara Halus, Sambil melirik ke Arah Henry.


"Owh Ya ampun Baiklah kalau begitu, Mas kamu mau Kan mengantarkan Nana pulang ke Rumahnya,?". Ucap Rania Memohon pada suaminya, Henry Terdiam sejenak.


"Biasa,Kan" Ucap Rania Yang bersuara Lemah lembut itu.


"Enggak bisa Sayang ini sudah malem loh," Balas Henry kemudian Henry menoleh ke Arah Nana selingkuhan nya. "Nana," Benar apa kata istri saya. lebih baik kamu menginap Saja Yah,"


"Aduh maaf Ya pak, Saya jadi merepotkan kalian," Balas Nana dengan kepura-puraan nya.


"Tidak merepotkan sama sekali Nana, Ayo silahkan Masuk," Balas Rania seraya tersenyum. Kemudian Rania membawakan Tas Henry ke Kamarnya, sementara Henry dan Nana Masih di Ruang Tamu.


"Sayang Makasih ya sudah mengijinkan Aku nginep di Rumah kamu," ucap Nana tersenyum Pada Henry kekasihnya.


"kamu Tidak usah berterimakasih sayang, ini kan sama saja Rumah Kamu. Aku janji setelah kita menikah Aku akan bahagiakan kamu selamanya," Ucap Henry Sambil memeluk Nana kekasihnya.


"Aku tunggu janji kamu menjadi kenyataan Ya sayang, Sudah Ya aku mau tidur Nanti Rania mencurigai kita loh kalau kita terus berdekatan seperti ini Bye sayang Muachhh," Balas Nana sambil mencium pipi Henry, setelah itu Iya bergegas menuju kamar Yang telah di tunjukan oleh Rania.


Sementara Henry Masih terpaku oleh ciuman yang di berikan oleh selingkuhannya Yaitu Nana.


"Mas Kamu lagi ngapain, Ini sudah malam loh. Ngapain kamu masih diam disitu," Ucap Rania menyadarkan Henry dari lamunannya.


"Oh Iya sebentar, Sayang" Ucap Henry gugup Kemudian dia segera bergegas ke Arah istrinya.


"Kamu lagi ngapain duduk melamun disitu Apa ada yang sedang mengganggu fikiran kamu?" Balas Rania dengan suara lembutnya.


"Enggak Sayang mas hanya kecapekan Saja Kayaknya, sudah Yuuk kita tidur ini Sudah Malam." Balas Henry sambil mengecup lembut bibir Rania.


Sementara Ayana melihat aktivitas Hendry dan Rania, Dia Cemburu melihat semua itu. " Kamu Akan menjadi milikku seutuhnya, Mas." Gumam Ayana menatap Tajam pada Keberadaan Hendry dan Rania.


NEXT PART...


HAPPY READING KAWAN


TINGGALKAN JEJAK KALIAN YAH