A Word Of Love From The Traitor

A Word Of Love From The Traitor
CH 20 : Usaha Menolongnya meski tak di hargai



"Damar" Teriak Rania...,Sambil berlari menghampiri lokasi Damar terkapar Darah bercucuran dari kepalanya.


"Tolong dia pak, Dia teman saya." Ucap Rania kepada Warga yang membatu mengevakuasi para korban kecelakaan Yang begitu Dahsyat itu. " Ya Tuhan...,Ya Tuhan. Apa yang harus aku lakukan Saat ini. Berfikirlah Rania, Cepat berfikir." Ucap Rania panik.


kemudian Damar menoleh ke seseorang Yang sangat familiar baginya, Berbagai kenangan Masalalu berseliweran di kepalanya, Dari mulai ia pergi meninggalkan kampung halaman, Sampai kenangan nya Saat bersama Rania di kampung, Hingga ia berangkat ke jakarta dan Tertabrak Oleh Ayana.


"Akhhhhh," Pekik Damar merasakan Sakit dibagian kepalanya.


"Tolllooong...,Aku." Ucap Damar dengan Suara yang melemah, Seketika ia jatuh pingsan.


"Damar...,Kamu harus bertahan. Damar bangun...,Heyyy kamu harus bangun." Ucap Rania Yang semakin Panik.


Raungan Suara Ambulance begitu Memekakan telinga, Rania menoleh segera berlari ke Arah ambulance & memohon Agar secepatnya, Membawa Damar kerumah sakit.


"Tolong pak...,Disana korban yang sangat harus di utamakan keselamatan nya. Dia teman Saya tolong pak." Ucap Rania memohon terhadap Tim medis.


"Iya Nona Saya akan segera membantu teman Anda, Tolong menyingkirlah dari Jalan saya." Ucap Salah satu petugas Tim medis itu.


Kemudian Rania menyingkir,Sambil mengikuti para Tim medis yang membawa Damar.


"Saya harap anda ikut kami ke rumah Sakit Nona, Agar bisa mengurus segala keperluan Tuan Ini." Pinta Salah satu Tim medis itu.


"Baik Saya akan ikut." Balas Rania sambil menaiki mobil Ambulance .


Setelah berada di dalam Mobil ambulance, Para petugas medis itu memasang selang infus dan memasang Alat bantu pernafasan. Damar begitu banyak mengeluarkan Darahnya.


Sementara Tunangannya Yang bodoh, Yaitu Ayana. Malah Asik-asikan bermesraan dengan Hendry suami dari Rania.


"Mas...,Kamu masih memikirkan Istri kamu itu yah,,? Sudahlah jangan pikirkan dia terus. Lagian dia sendiri yang memilih pergi, Kamu tidak bersalah sama sekali mas." Ucap Ayana Sambil memeluk Hendry yang sedang berdiri menatap jalanan dari balik kaca jendela kamarnya. Kemana Hendry Menangkup tangan Ayana.


"Aku sama sekali tidak memikirkan Rania sayang...,Aku hanya khawatir kalau mama tahu soal ini dia pasti Marah besar sama kita.!!! Terlebih lagi Mama sangat dekat dengan Rania." Sahut Hendry Terhadap Ayana.


"Sudahlah Jangan di fikiran..., Mama kamu kan Masih berada di luar negeri, Kalau untuk itu kita pikirkan nanti saja yah." lebih baik kita Nikmati saja suasana saat ini, yang jauh dari pengganggu." Timpal Ayana mengeratkan pelukannya.


"Iya sayang...,Aku menurut saja sama kamu." Sahut hendry berbalik memeluk Ayana.


"Yasudah kalau begitu kita makan Yuuuk...,Aku laper." ucap Ayana manja Terhadap Hendry Kekasih nya.


"Yasudah Ayo kita makan di luar saja yah," Balas Hendry Tersenyum.


"Pokoknya Aku mau kita makan di restoran yang sangat mewah ya Sayang." Ucap Ayana manja terhadap Hendry yang masih berstatus suami dari Rania.


"Ya iyalah sayang...,Masa aku ngajak kamu makan di warung pinggir jalan sih. Malu-malu in saja!!! " Balas Hendry sambil merangkul pinggang Ayana dan Bergegas menuju mobil Yang terparkir di halaman Rumah.


Kini Hendry dan Ayana berada di dalam mobil, Bergegas pergi meninggalkan Rumahnya dan menuju ke Restoran untuk makan siang.


####


...AISE_HUSAD****A HOSPITAL...


Langkah kaki para petugas medis begitu cepat, Lantaran Melihat Pasien nya yang banyak mengeluarkan darah. Rania mengikuti langkah para petugas medis yang membawa Damar hingga ke Ruang ICU.


"Maaf Nona Anda tidak di perbolehkan masuk, Lebih baik anda segera mengurus Administrasi nya." Ucap Salah satu petugas medis itu.


Rania Menghentikan Langkahnya, Sesaat petugas medis itu memintanya untuk segera mengurus Administrasinya.


"Anda jangan khawatirkan Semua itu Nona, Saya akan secepatnya mengurus Tuan Damar." Ucap Dokter itu.


"Maksud nya dia apa,,?Apakah dia mengenal Orang Yang bernama Damar ini." Gumam Rania dalam hatinya.


"Akhhhh sudahlah itu tidak penting, Yang terpenting saat ini aku harus kebagian Administrasi dulu." Ucap Rania sambil berjalan menuju loket bagian Administrasi.


Sementara Orang yang berada di Rumah sakit itu terlihat memandangi Rania, lantaran Rania membawa Tuan Muda Damar Adhi Nugroho.


"Siapa Sebenarnya Wanita itu,,? Apakah wanita itu adalah Tunangannya Tuan Damar." Dia begitu beruntung bisa bertunangan dengan Tuan Damar." Ucap Salah seorang Yang berkerumun disana.


Sementara para wartawan Menghampiri Rania berusaha mengkulik , kedekatan nya dengan Damar Sang Ceo Kaya Raya se Asia.


"Halo...,Nona.!!! Selamat siang. Apakah anda punya waktu sebentar. Kami perwakilan dari Televisi A. Ingin mengetahui kabar terkini dari Tuan muda Damar Adhi Nugroho." Ucap Jurnalistik Yang kini berdiri berhadapan dengan Rania.


"Maafkan Saya..., Saya tidak punya waktu. Saya sedang terburu-buru, Maafkan saya yah." Balas Rania dengan senyum Ramah, Ia segera meninggalkan Para Wartawan yang terus mengerubunginya. Namun para wartawan itu tidak menyerah terus mengikuti Rania.


"Maaf Nona Apakah benar Tuan Muda Damar, Memutuskan pertunangannya Dengan Nona Ayana. Apakah semua itu ada kaitannya dengan Anda." Apakah anda menjadi orang ketiga di antara hubungan tuan Muda." Sahut salah satu Wartawan, sehingga memancing emosi Rania.


"Jaga bicara Anda !!! Saya tegaskan kalau saya sama sekali tidak ada hubungan nya dengan keretakan hubungan mereka. Karena saya sebenernya sama sekali tidak mengenal Damar. Yang biasa kalian panggil Tuan muda, Saya sudah memiliki suami Dan suami saya pemilik dari perusahaan Wijaya_group. Yang sekarang sedang dekat dengan Artis kebanggaan kalian." Tegas Rania mengeratkan Rahangnya, Ia sangat marah karena telah di tuduh macam-macam.


"Jadi Yang anda maksud Suami anda sekarang berpacaran dengan nona Ayana." Ucap Para wartawan itu tercengang setelah mendengar pernyataan Dari Rania.


"Sudah Ya, Saya tidak ada waktu meladeni kalian. Maafkan saya." Ucap Rania Kembali terdiam.


Rania berjalan menjauhi kerumunan para wartawan dan segera bergegas menuju Ke Ruang tunggu. Sehingga wartawan itu tak mengejarnya lagi.


Setelah Rania sampai di depan Kamar Tempat Damar di rawat, Ia melihat sosok Wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik dan laki-laki seusia wanita itu tampaknya mereka sepasang suami istri.


"Anda Keluarga nya Mr Damar Yah,,?" Tanya Rania Ragu.


"Iya Saya ibu nya," Ucap Rima.


"Dan Saya Ayahnya." sahut Adhi.


"Lalu kamu ini siapa,,?" Tanya Rima menoleh ke Rania. " Tunggu sepertinya saya familiar dengan Wajah kamu." Ucap Rima kembali sambil memutar otak nya berusaha mengingat Rania.


"Saya Rania, Temannya Damar Tan,Te...," Ucap Rania Canggung.


"Ouhhh Ya saya ingat, Kamu istri dari Hendry kan. Mantan Pacarnya Ayana." Ucap Rima sambil menatap Rania.


"Bukan mantan pacar Tante, Mereka masih menjalin hubungan." Ucap Rania. Namun Rima tidak mempercayai perkataan Rania.


"Jangan sembarangan kamu kalau bicara, Saya mengenal dengan baik Calon menantu saya. Kamu jangan coba-coba memfitnah nya. Ouhhh....,Atau kamu berusaha mendekati Anak saya yah." Ucap Rima Begitu marah terhadap Rania.





Nextpart...


Happy Reading Kasih aku Vote mingguan yah.