A Word Of Love From The Traitor

A Word Of Love From The Traitor
CH 28 : Misteri Baru



Rania Berbalik Arah dan membangun kan Rima Yang terjatuh Akibat Ulah Hendry, Yang menghempaskan nya.


"Ayo bangun Tante."


"Kau Tak perlu membantuku...,Saya bisa bangun sendiri." Gerutu Rima.


"Oh..., Baiklah." Rania tetap membantu nya berdiri, Meski Tak dihargai.


"Untuk apa kau membantu, Wanita tua ini. Bahkan dia tak sedikitpun menghargai kamu." Ucap Hendry.


"Aku bukanlah kamu Mas..., Mungkin saja kamu tak sedikit pun mempunyai belas kasih. Tapi aku berbeda dengan Kamu."


"Kasihan sekali Ayana mendapatkan laki-laki yang Tak punya sopan Santun sepertimu." Bentak Rima.


"Lalu Apa untungnya Putra Anda, Mencintai Ayana Jika pada akhirnya dia memilih laki-laki Seperti saya."


"Kau..., Menjijikan Hendry."


"lebih menjijikan lagi Tante, Orang tua yang selalu mencampuri Urusan Anaknya."


Hendry pergi Meninggalkan Rima dan Rania, Ia sangat kesal Karena gagal membujuk Rania Agar mau Rujuk dengannya.


"Sebegitu bencikah dirimu padaku Rania..., Sehingga kata maaf pun Tak mampu membuat kau kembali padaku." Gumam Hendry.


"Kenapa...,Mas. Kau menyesali Apa yang sudah terjadi,,?" Kini Ayana berada di depan pintu mobil Hendry ,Sambil mengumpulkan Tangan.


"Kau...,Sejak kapan berada disini,,? " Menatap Tajam Pada Ayana.


"Sejak Tadi, Aku menunggu kedatangan mu Mas..., Sudahlah Kau tak perlu mengharapkan Rania. dia Sudah membencimu Mas!!!"


"Minggir kau tak Usah menasehati Aku, Lagi pula Kau bukan Siapa-siapa aku lagi." Sambil menyingkirkan Ayana Yang berdiri menghalangi pintu mobilnya.


"Apa katamu..., Bu-bukan Siapa-siapa lagi. Kamu harus menikahi ku Mas, Sesuai janjimu padaku." Tuntut Ayana terhadap Hendry.


"Maaf Aku Tak bisa melanjutkan hubungan kita Nana, Aku sudah tak lagi mencintaimu. lagi pula kita tak Akan pernah bisa bersama." Ucap Hendry Datar.


"Aku Tidak akan melepaskan kamu begitu Saja Mas...,Kau harus menikahiku." Ayana menggeram Marah pada Hendry, Memaksakan kehendak nya.


"Sudah Cukup Ayana, Habis sudah kesabaran ku pada kamu." Bentak Hendry menyikut Ayana hingga terjatuh.


"Brukkkk."...


"Aku bersumpah Akan menghancurkan kamu Mas..., Hendry...,"...


Namun Hendry pergi dengan mengendarai Mobilnya begitu saja, Membelah jalanan kota menuju Ke kantornya.


Rania pergi sepeninggalannya Hendry, Namun langkah nya kembali terhenti Saat Rima memanggil nya.


"Tunggu...,Saya belum selesai bicara dengan kamu."


"Saya Rasa tak ada yang perlu kita bicarakan Tante, Maka dari itu Saya mohon untuk pergi." Rania tetap melangkah kan Kakinya.


"Apa kau Tak perlu bantuanku."


Deg..., Seketika Rania terhenti, "Maksud Tante Bantuan Apa,,? Saya Tak mengerti maksud tante."


"Kau ingin bercerai dari Hendry,kan!" Aku bersedia membantu tapi Ada syaratnya."


"Baiklah Apa Syaratnya,,?" Tanya Rania.


"Kau hanya perlu merawat putraku, dan Aku akan membantu Kau bercerai dengan Hendry." Bagaimana,,? Apa kau menyetujuinya!"


"Baiklah Saya terima Tawaran Tante, Kapan saya memulai semua itu."


"Tidak usah terburu-buru, lebih baik kamu selesaikan saja perceraian kamu dengan Hendry, Aku akan mencarikan pengacara Handal untuk mu." Balas Rima beranjak meninggalkan Rania.


"Apa ini adalah keputusan yang tepat, Ya tuhan tuntunlah Aku Agar tak salah lagi melangkah." gumam Rania.


Aisyah berjalan menghampiri Rania Yang Berdiri, Sambil memikirkan keputusan nya.


"Saya Cari kamu kemana-mana Ternyata kamu disini, Kau sedang apa disini Rania." Ucap Dokter Aisyah menyadarkan Rania, Sekilas ia menoleh.


"Ah...,Maafkan Saya dok. Ada apa Dokter mencari Saya,,? "


"Sebenarnya tidak ada Apa-apa, Hanya Saja saya mencemaskan Kamu."


"Ah maafkan Saya , Jika Saya sudah membuat anda Khawatir Dok."


"Iya..., Tidak apa-apa. Bagaimana Rencana kamu untuk mencarikan Investor baru untuk Rumah Sakit ini."


Terbesit di Otaknya, Rania berniat menjalin kerjasama dengan perusahaan Milik Adhi Nugraha, Yang Tak lain adalah Ayah dari Damar Adhi Nugraha.


"Tidak...,Tidak. Bagaimana mungkin Aku berfikir sampai ke situ." Rania berusaha menampik fikirannya.


"Rania."..


"Apakah kamu sudah menemukan Calon investor, Untuk rumah Sakit saya."


"Saya Yang akan menanam Modal untuk Rumah Sakit Anda...,Nona Aisyah." Seketika Rania dan Aisyah menoleh ke Sumber Suara Yang mengalihkan mereka.


"Om...,"


"Pak Adhi...,Apakah Pak Adhi bersungguh-sungguh." Aisyah merasa tak percaya.


"Tentu Saja Saya bersungguh-sungguh, Asalkan Rania bisa menemani Anak saya selama melakukan pengobatan ke Korea."


"Maaf Saya tidak bisa." Balas Rania.


"Apa kau melupakan, Kerjasama mu dengan Istri saya!" Adhi sengaja menekankan kata kerjasama Agar Rania mau menyetujui nya.


"Baiklah...,Tapi setelah Tante Rima berhasil membantu saya, Menceraikan Hendry." Tegas Rania.


"Baiklah...,Itu bukanlah pekerjaan sulit. Bagi Saya." Balas Adhi berjalan meninggalkan Rania.


sementara Aisyah Masih terdiam, Merasa Tak percaya pengusaha se kelas Adhi Nugraha bisa menanam modal di Rumah Sakitnya.


"Rania...,Coba Kamu cubit pipi Aku." Pinta Aisyah untuk memastikan bahwa ia sedang tidak bermimpi.


"Untuk Apa Dok," Menatap Heran.


"Aku Tidak sedang bermimpi kan."


"Ini Kenyataan Dokter, Anda tidak sedang bermimpi." Rania berusaha membuat Aisyah Yakin.


"Akhhhhh..., Terimakasih Rania. Semua ini berkat kamu, Kau adalah Dewi Fortuna bagi Ku dan Mas Fachri. Terimakasih Karena Kamu selalu penuh kejutan." Ucap Aisyah sambil memeluk Rania.


"Hahhh...,Apakah selama ini kalian Memanfaatkan Aku."


Deg..."Tidak,Tidak...,Sama sekali aku dan Mas Fachri tak pernah memanfaatkan kamu. Maafkan Aku jika sudah Merepotkan kamu." Ujar Aisyah merasa bersalah.


"Akhhhhh..., Sudahlah Dokter. Jangan Ambil hati ucapan ku , Aku hanya bercanda."


"Akhhhhh...,Rania kau membuat jantungku berhenti berdetak." Ujar Aisyah yang begitu bahagia.


Kemudian Aisyah mengajak Rania untuk segera menemui Fachri dan membuat Proposal kerja Sama, Dengan perusahaan milik Adhi Nugraha.


"Tok...,Tok...,Tok."


"Silahkan Masuk." Fachri meneriaki Orang yang hendak memasuki Ruang nya.


"Mas..., Akhirnya kita keluar juga dari jerat kebangkrutan Mas." Aisyah menghambur ke pelukan Suaminya, Sehingga membuat Fachri Heran.


"Apa Yang membuat kamu sebahagia ini,,? Apa Yang terjadi Rania.!"


"Kita Sudah menemukan Investor baru, & Kapanpun Hendry akan hengkang kita Sudah tak perlu Khawatir lagi." Tutu Rania Membuat Fachri lega.


"Siapa Calon penanam Modal itu Rania,,?" Sebelum Rania menjawab Fachri, Aisyah telah lebih dulu menjawab pertanyaan Fachri, Membuat Rania mengatupkan kembali mulutnya.


"Kamu mau tahu siapa Itu Mas, Sungguh kau ingin Tahu." Asiyah sengaja membuat Fachri penasaran.


"Katakan Saja siapa Orangnya, Syah. Jangan buat mas merasa penasaran seperti ini."


"Orangtuanya Damar Adhi Nugraha,"


"Om Adhi, Maksud kamu!" Seketika Fachri mengepalkan tangannya, Mengingat kejadian di Masalalu nya.


"Lebih baik kita tak menerima bantuan mereka, Saya tak Sudi bekerjasama dengan Adhi Nugraha." Ucap Fachri dingin, Aisyah merasa sangat heran dengan perubahan Sikap Suaminya.


Begitu juga dengan Rania, Karena disini Fachri Menunjukkan Sisinya Yang lain, Ada luka Yang tergores kembali Tergambar dari Mata Fachri yang begitu membara.


"Apa Sebenarnya Yang terjadi dengan Fachri." Gumam Rania.


"Maksud kamu Kita tolak kerjasama ini Mas." Ucap Aisyah bertanya-tanya.





Happy reading...


Bantu Vote yah...


Jangan lupa Tinggalkan jejak...


Like, Komen,dan Tap Mawar...


Selamat menikmati....