'Loving Memory'

'Loving Memory'
memperkenalkan calon ayah dan calon tante



kedua mata Dave tak berkedip kala kedua mata indah di hadapannya yang juga menatap.


"haaiii..!!" om Dimas memberi sapaan hangat dan uluran tangan untuk bersalaman kepada dua calonnya itu.


Dave yang tak ingin melepaskan kedipan matanya itu ia terkesiap kala om Dimas memanggil namanya.


dengan to the point


"Dave.. ini calon ibunya Fely, dan ini calon anak om!!"


Dave: "iya om, hay tante, ha..hay Vei..!?"


Vei: "hay Dave.."


bunMay dan om Dimas seketika saling mengernyitkan dahi.


"kalian udah saling kenal ya?"


"udah bun.."


om Dimas menyambungkan


"waah.. bagus dong biar bisa lebih akrab!"


Dave hanya tersenyum tipis, entah apa yang ada di benak Dave "dunia begitu sempit!!" batin Dave.


"akhirnya ketemu lagi, asiik kalo bunda dan om Dimas jadi menikah, gue bakal sering dong ketemu Dave.." batin Vei diiringi senyum manisnya tanpa berpikir sikap Dave dihadapannya.


suara sendok dan piring beradu merdu mengiringi perbincangan hangat bunMay dan om Dimas yang saling menceritakan tentang pertemuannya pada Vei dan Dave.


"Dave kalian kenal udah lama?"


"siapa yang ga kenal Veisha om,, dia kan seorang public figure..!"


"kenapa kamu ngomong gitu sih dave padahal kita kan.." gerutu batin Vei yang terhenti kala tangan lembut bunMay mengelus pundak Vei.


"Vei kamu panggil Dave itu kakak ya nak!! dia kan nanti bakal jadi kakak sepupu kamu!!"


Vei yang tercengang kala mendapat pernyataan itu dari bunMay membuat Vei bingung dan menundukan kepalanya.


ya Vei merasa sedikit kecewa menyangkut akan statusnya nanti yang hanya menjadi seorang adik Dave. yang tadinya senang bila 2 keluarga menjadi 1, berharap bisa lebih dekat dengan Dave, berharap bunMay akan menyetujui niatnya kepada Dave tapi..


tiba tiba dering ponsel Vei berbunyi, ia terbangun dan membengkukkan punggunya di hadapan om Dimas, tanda permisi


yang di balas anggukan kepala om Dimas


telpon dari temannya yang hanya menyakan kabar dibuat alasan Vei untuk segera menghindari percakapan di meja makan.


dengan bakat acking yang di anutnya


"bun.. Vei duluan ya gapapakan?"


"loh.. kamu mau kemana Vei,? katanya hari ini kamu lagi ga ada jadwal?"


"Vei lupa ada pemotretan hari ini bun, barusan manager Vei tlp aku harus dateng ke studio sekarang, maaf ya bun, om, kak!?" dengan berat hati memanggil kata itu


iya gapapa Vei..!! om Dimas menyahuti dengan ramah


Dave dengan wajah datarnya


"yaudah.. terus kamu berangkat sendiri? kan oby sama inces kamu liburin?"


"biar di antar Dave aja Vei!!" tawaran om Dimas


Dave yang hanya melirik dan menganggukkan kepala.


"ga usah om makasi, Vei titip bunda aja om,!? soalnya Vei pinjam mobil bunda dulu" (tersenyum maksa)


om Dimas: ok gapa..(terhenti seketika)


melihat Dave bangkit dari kursinya dan mengatakan "ayo Vei kakak antar!!?"


mata Vei memberalak dan terpaksa meng iya kan ajakan Dave karna bunMay yang lebih dulu meng iya kannya.


Vei yang sudah duduk di mobil milik Dave hanya terdiam memendam rasa kecewanya


ya Vei kecewa dengan hal itu, dimana Vei selalu menanti kehadiran Dave untuk menjadikan pangeran seperti di mimpinya, tiba tiba harus menerima kenyataan bahwa ia akan memanggil Dave dengan sebutan kakak.


Dave melirik Vei yang hanya terdiam menunduk,


ia membuka pembicaraan terlebih dahulu


"Vei.. studionya di mana..?"


Vei masih diam tak menjawab


"Vei kamu kenapa,? kamu sakit,? mau kakak antar kedokter???"


Vei hanya menggelengkan kepala dengan pandangan lurus kedepan


Dave menghela nafas panjangnya.. ia bingung dengan sikap Vei yang aneh


sebenarnya Dave pun juga merasakan hal yang sama seperti Vei , tapi ia lebih memilih untuk menepis rasa itu karna ia menghormati om Dimas yang baru saja ingin memulai kehidupan baru setelah sekian lama om Dimas larut dalam kesendirian.


"turun disini!!!!"


mendengar suara Vei yang meminta untuk turun, Dave memijakan rem perlahan, berhenti tepat di depan gedung salon terkenal


"dimana studionya Vei..?"


"sapa yang mau kestudio, orang mau kesalon!!" (jawab sinis)


"looh.. kenapa kamu bohong Vei?"


"emangnya kenapa kalo aku bohong masalah buat kakak????"


Vei sengaja mengencangkan nada bicaranya menyebut kata kakak, karna Vei kecewa dengan Dave yang dengan enteng menyerukannya panggilan kakak.


..inilah perubahan Vei..


***bersambung***