
sepulangnya dari kantor, Dave melihat hanya ada kedua adiknya yang sedang menonton tv, dan menanyakan Veisha.
ia tahu Veisha akan pergi.
23.51
Dave merasa khawatir pada Vei yang tak kunjung pulang, ia mencoba menelpon Vei berulang kali tanpa ada jawaban, Dave semakin khawatir dan terus menyambungkan panggilan tanpa henti.
tut..tut..tut.. "hallooo..."
Vei menjawab panggilan Dave dengan suara agak serak
"Vei.. kamu dimana..???"
"hhmmm... disurgaaa... hahaha..." tuut..tuut..tuut..
Vei mematikan sambungan telpon dari Dave
Dave semakin cemas dan meneruskan kembali sambungan telpon.
"Hallo ini siapa??"
suara laki laki teman Veisha yang menjawab
"hallo.. ini kakaknya Veisha, dimana dia sekarang..??"
"oowhh.. kakaknya, ini Veisha lagi mabuk diclub *****, dari tadi gue ajakin pulang tapi dia gamau,,, gue bingung, Vei udah minum banyak soalnya..!!"
"ok.. saya segera kesana sekarang, tolong bujuk Veisha untuk tidak minum lagi..!!!"
sesampainya Dave diclub tersebut, ia menghampiri Veisha, terlihat Vei mengenakan mini dres sangat minim yang terbuka dibagian punggung dan dada. sedang menghisap sebatang rok*k di jarinya sembari meneguk gelas dihadapannya.
"Vei.."
Vei menoleh, dengan kondisi yang tak karuan.
"ngapain lo kesini hah..??? ganggu aja..!!"
Dave meraih batang rok*k yang sedang ingin dihisap kembali ke bibir Vei, dan membuangnya, sehingga membuat Vei marah
"apa apaan sih lo..!!????"
"ayo kita pulang!!!"
Dave merangkul pinggang ramping Veisha dan memboyongnya untuk keluar, dengan kondisi Vei yang berjalan sempoyongan.
setibanya dirumah Dave membopong tubuh sexy Vei dari mobil dan membawanya kekamar
Dave merebahkan tubuh Vei yang sudah tak sadarkan diri, sesekali ia menelan salivanya kala memandang kulit putih mulus Veisha yang mengenakan pakaian terbuka. entah apa yang ada di benak Dave, ia hanyalah laki laki normal yang mungkin sedikit tergoda, seketika ia menepis pikiran kotor itu,. sembari membukakan high heels milik Vei, dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
08.22
Vei membuka mata dan terbangun dengan kepala yang masih pusing karna pengaruh minuman semalam, ia lekas membersih kan tubuhnya dengan air hangat
selesai mandi dan mengenakan tanktop tali kecil berwarna hitam dan celana yang sangat pendek
tok..tok..tok..
Dave membawakan segelas susu dan roti dinampan dan meletakkannya di meja
"Vei.. kamu udah bangun?"
"hmm.. kakak ga kekantor?? tumben ada dirumah..!?"
"enggak Vei.. Kakak mau jagain kamu, takutnya kamu pergi lagi dan melakukan hal yang konyol!!"
"ngapain jagain aku,? aku tuh udah gede,, bisa jaga diri sendiri..!!"
"oh ya...?? buktinnya semalam kamu ga bisakan jaga diri kamu dengan baik.!?"
"itu bukan urusan kakak..!!"
"itu urusan kakak juga Vei.. karena kakak peduli sama kamu!!!"
"Hah..??peduli?? peduli apa..?? apa kakak juga peduli tentang perasaanku..??"
"kakak peduli Vei,,!! karena kakak sayang sama kamu, Fely dan juga Nai,,, kakak ingin menjaga kalian,! orang tua kamu menitipkan mempercayai kakak untuk menjaga dan melindungi kamu Vei..!!!!!!"
"hanya sebagai adik..??????" mata Vei mulai berkaca kaca.
aku gamau Dave,,!! aku gamau begini,,!!!
"bertahun tahun aku rela menutup hati pada siapapun, hanya untuk menunggu kamu..!! berharap bisa bertemu lagi, tapi kenapa kenyataannya jadi begini..??? kenapa Dave..??? jawab Dave!!!!"
"ya.. aku tau itu.."
"jadi.. kamu tau Dave??? kamu tau selama ini aku..."
Veisha menyadari, bahwa Dave sudah mengetahui tentang perasaannya selama ini
"tapi cobalah mengerti Vei..!!!"
"mengerti...??? apa ada orang yang bisa mengerti perasaanku Dave..???
apa ga ada celah sedikitpun dihatimu Dave..?? tak adakah perasaan sedikit saja untukku..???"
"tapi kita ini sepupu Vei..??"
"sepupu???? kita hanya sepupu tiri, dan ga ada hubungan darah sama sekali Dave..!!??"
"maaf Vei aku ga bisa,,, aku sudah berjanji pada orangtuamu, untuk menjagamu sebagai kakak dan adik,,, aku gamau mengecewakan mereka.."
tangisan Vei pecah sejadi jadinya kala mendengar kalimat yang diucapkan Dave,, betapa hancurnya perasaan dan hati Veisha saat itu.
"aku cinta sama kamu Dave.. aku cintaaa...!!!" sembari menangis tak hentinya
sesaat Veisha ingin beranjak meninggalkan Dave karna sangat frustasi dengan keadaan itu, tiba tiba saja Dave meraih lengan Veisha dan menariknya, Vei sangat terkejut,, hingga membuat keduanya terjatuh ketempat tidur,
dengan posisi tubuh Vei menindih Dave, dan wajah berhadapan saling memandang.
***bersambung***