
keesokan paginya
dering jam alarm berbunyi pukul 06:45 membuat tubuh Dave menggeliat dan mengucek mata, ia beranjak bangkit dari tempat tidur untuk bergegas dan bersiap siap kekantor seperti hari hari biasanya akan tetapi tidak dengan hari ini ia begitu lebih bersemangat, entah mengapa Dave pun tak tahu.
selesai siap siap Dave berjalan menuruni anak tangga rumah yang begitu mewah, mata Dave terkejut kala mendapati om Dimas yang yang sedang duduk sendiri menunggu Dave tidak ada sosok Fely yang lebih dulu berangkat sekolah karna memang seperti biasa (masuk pagi).
Dave yang langsung menyapa om yang entah kapan tibanya dari luar kota.
"Ooom.. kapan sampai??"
om Dimas yang menoleh kearah Dave, memberikan senyuman lebar.
"haloooo Dave......"
"om kapan sampai??"
"semalam,,, om liat kamu udah tidur.. tadi juga Fely kaget ngeliat om udah disini, oia Dave kamu sibuk ya hari ini..?"
"ya begitulah om seperti biasa, ada apa om..?"
"gapapa, om cuma mau bicara hal serius sama kamu, sekaligus meminta pendapat kamu!?"
"bicaralah om ada apa memangnya!?"
om Dimas aga sedikit ragu.
"hhmm.. begini, om mau minta pendapat kamu tentang..(sempat terhenti) bagaiman kalau Fely punya ibu baru Dave?"
Dave senyum merekah
"tentu om.. itu mungkin lebih baik, agar Fely ga selalu merasa kesepian kan!?"
om Dimas tersenyum sumbringah senang mendapat jawaban dari Dave, Dave pun juga merasa bahagia melihat om satu satunya keluarga yang ia anggap seperti ayahnya sendiri, bisa move on.
"kalau begitu, nanti jam makan siang kamu bisa datang ke restoran *****?? om ingin memperkenalkan calon ibunya Fely!?"
"ok..! dengan senang hati om, oia Fely udah tau tentang ini om??"
"hmm.. itu dia masalahnya om belum memberitahu dia Dave, entah Fely akan setuju atau nggak..!?"
"tenang om,, soal itu nanti Dave bantu!!"
"temakasih Dave kamu sudah mengerti om..!?"
Dave hanya tersenyum manis
"ok, kalau begitu ayo kita berangkat, sudah jam berapa ini keasikan ngobrol kita!"
disahuti Dave "ok om".
***********
waktu sudah menunjukkan pukul 09:10
Vei baru saja keluar dari kamar mandi, ia yang semalam pulang aga larut, seperti biasa bangun tidur jadi aga siang,. melangkah turun kelantai bawah menuju meja makan dan meraih kursinya.
"waaaw.... nasi gorengnya wangi banget buuun..?"
"kamu udah bangun? oh ya Vei bunda mau ngomong boleh ga, tapi janji kamu jangan marah ya..!!"
"kenapa Vei harus marah..? bunda mau ngomong apa si tumben banget, hmmmm.. jangan jangan bunda mau jodohin aku ya??
kalo bunda mau jodohin aku, aku gamau gamau gamau titik!!!"
"yeee.. sapa ya mau jodohin kamu sih Vei.. makanya dengerin bunda ngomong dulu, baru coment!!"
Vei hanya terkekeh geli..
"jadi gini Vei, bunda udah lama sih ketemu sama..."(terhenti karna malu)
"ketemu sama siapa buun???"(tanya Vei penasaran)
"ketemu mantan..!!"
bunMay yang tersenyum malu sempat menutup wajahnya dengan kedua tangan.
"seriuus bun? aahh Vei tau niih, bunda pasti mau.. itu khaaaann..???" goda Vei yang nakal.
"iiihhh.. kamu apaan siiih, tapi kok kamu tau magsud bunda Vei?"
"silahkan bun,! kalo emng itu yang terbaik buat bunda, aku sebagai anak hanya bisa mendukung dan mendo'akan bunda!!"
mendengar ucapan Vei barusan, mata bunMay mengeluarkan butiran butiran bening dan memeluk erat tubuh Vei.
"makasih ya sayang kamu dan Nai sudah mengerti dan merestui bunda..!?"
Nai yang sudah tau lebih dulu dari pada Vei, ia juga menyetujui permintaan bundanya.
********
sesampainya bunMay di restoran ****
bunMay melihat lambaian tangan seorang laki-laki paru baya, dan menghampirinya.
Dave yang bangkit dari duduknya dan menoleh sempat terpaku aga terkejut kala melihat dua wanita dihadapannya.
***bersambung***