'Loving Memory'

'Loving Memory'
pernikahanmu luka bagiku



selama beberapa hari keluarga Fernandez yang sibuk mempersiapkan pernikahan Dave dan Lina yang mengundang tak banyak tamu dengan pesta yang cukup sederhana namun meriah, hingga waktunya tiba


tersenyum dan tersenyum palsu yang bisa ditunjukan bibir manis Veisha dihadapan orang orang yang menghadiri pesta resepsi pernikahan itu.


ia berusaha terus memalingkan pandangannya untuk tidak melihat kekasih hatinya bersanding dengan sahabatnya sendiri karna membuatnya merasa semakin terluka.


sesekali ia mendapati pandangan sendu dari mata Dave yang menyimpan seribu makna yang selalu tertuju padanya.


"jangan terus memandangiku Dave..!! tatapan itu hanya membuatku semakin terluka.. kumohon Dave..!!" permohonan hati Veisha yang ingin menghindari pandangan dari Dave


"Vei.. ayo kita foto keluarga di pelaminan..!?"


ajakan bunMay membuyarkan lamunan hati Veisha yang menuntun tangannya untuk berfoto


"ah iya bun.."


cekrek.. cekrek.. cekrek..


kesibukan photographer yang mengatur keluarga untuk bergantian mengganti gaya


hingga waktunya giliran Dave dan Vei yang akan di foto berdua.


kecanggungan itu datang lagi dihati keduanya, namun Dave tak menyia nyiakan waktunya ia meraih pinggang ramping milik Veisha dan merangkulnya.


rasa cinta yang masih menguasai hati keduanya yang berusaha terus untuk menutupi namun tidak dengan sorotan mata yang mengatakan sesungguhnya.


photographer yang mengambil foto dan mengubah ubah posisi keduanya sangat serasi seperti sepasang pengantin saja.


"okey.. cukup.. baguss..!!"


"temakasih..!!"


setelah selesai berfoto Veisha kembali turun dan melangkahkan kakinya untuk pergi ke toilet ia melepaskan kesedihannya di toilet dan tak kuat lagi menahan air mata yang sangat deras hingga bendungannya jebol.


setelah lelah seharian menghadiri resepsi pernikahan, seluruh anggota keluarga beristirahat di kamarnya masing masing


***kamar Dave***


Dave masih terpaku berdiri dibalkon kamarnya memikirkan tentang mimpi buruk ini, hatinya begitu sakit mengingat pandangan Veisha tadi yang begitu penuh arti.


Lina yang sudah siap menunggu malam pertamanya dengan Dave, ia mengenakan lingerie sexy untuk menarik perhatian pada Dave, setelah lama menunggu Dave yang tak kunjung datang, ia mencoba bangkit dari tempat tidur dan menghampiri Dave di balkon kamarnya.


"jangan berani mencoba menyentuhku..!!!"


"Dave kenapa sih kamu masih kasar aja? aku ini kan istri kamu sekarang!!"


"istri dimata orang lain namun tidak dengan hatiku!!"


"Dave aku mencintaimu apa kamu gak kasian sama anak kita??"


"jangan mengatakan jika itu anakku!!"


"Dave ini anak kamu memangnya anak sia"(terhenti)


"stop!!! jangan pernah membahas anak itu..!!"


"ta..tapi.."


"kita akan pindah dari rumah ini besok!!"


"pindah Dave?? mau pindah kemana??"


"keapartement"


"hmm.. aku kira kamu beliin aku rumah untuk keluarga kecil kita nanti.."


"apah.. rumah, jangan mimpi kamu, aku gak akan pernah membeli rumah untuk orang seperti kamu!!!!"


"cihh... rumah..? dasar nenek sihir matre, sampai matipun gue gak akan mau memberikan apapun buat lo, liat aja lo bakal terima pembalasan dari gue...!!!" ujar batin Dave yang mengancam Lina


"Dave.. aku kan udah cantik sexy gini ayo dong kita tidur.."


"ciiihh.. tidur katamu.. jangan berani beraninya menggodaku ya, karna aku gak pernah cinta sama kamu!!! ingat itu!!!"


"iihhh dasar cowok kepala batu, liat aja Dave gue bakal bikin lo bertekuk lutut dikaki gue..!!" gumam kesal dihati Lina


Lina yang lebih dulu tidur ditempat tidur bigsize milik Dave, namun Dave hanya tidur disofa, ia tak ingin sama sekali menyentuh Lina malah sebaliknya ia sangat membenci Lina karna telah merusak hubungannya dengan Veisha.


***bersambung***