
dibandara semua anggota keluarga bergegas untuk menaikin pesawat yang akan segera berangkat.
setibanya didalam pesawat, Vei duduk dengan raut wajah dingin, Dave yang menghampiri untuk duduk disebelah Vei dan membuka suara pelan.
"Vei.. kamu kenapa kayanya ga seneng gitu, kita kan mau liburan.!?"
"gapapa" jawab Vei singkat dan aga sinis.
"kamu sakit Vei??" Dave meraba kening Vei untuk memastikan suhu badan Vei dengan cemas
dengan sigap Vei menepis tangan Dave yang membuat Dave merasa tak enak.
"oh maaf Vei..!"
"iya Vei lagi sakit kak, sakit di hati!!"ucap Vei ketus.
mendengar perkataan Vei yang agak jutek itu membuat Dave terdiam ia bingung apa magsudnya.
masih diperjalanan.
terlihat Vei tertidur pulas karna kelelahan dan tak sadar ia merebahkan kepalanya di bahu Dave.
seketika membuat Dave menoleh ke arah Vei, entah menapa Dave merasa jantungnya memberontak, tangan Dave ingin sekali mengelus rambut halus Vei namun ia tersadar akan sesuatu.
"kenapa rambutmu seharum ini Vei?? ingin sekali aku mengecupnya..
apa sih yang ada dipikiran lo Dave, Veisha ini ade lo sama seperti Fely dan Naisha! buang Dave buang jauh jauh perasaan aneh lo itu!!!" ucap dalam hati Dave yang tak menentu.
berusaha melawan perasaan hatinya, Dave mengurungkan niatnya yang ingin sekali mengecup rambut Vei yang tertidur pulas.
sesampainya di paris, dan masuk kekamar hotel masing masing.
Dave menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur.
"baru kali ini gue ngerasain hal yang beda hal yang sebelumnya belum pernah gue rasain terhadap perempuan manapun, kenapa harus Veisha sih Dave kenapa???"
Dave menghela nafas gusarnya
"kalo dia tidur.. terlihat jelas kecantikkanmu Vei, sulit sekali aku menahannya Vei???"
"aaarrgghhhh....."
dikamar Vei
"bertahun tahun gue berharap ketemu lo lagi Dave!"
"bertahun tahun gue pendam perasaan ini Dave!"
"sepanjang malam gue selalu ngimpiin lo Dave!"
"tapi kenapa pertemuan kita jadi begini Dave kenapa???"
"gue ga mau jadi ade lo Dave...!!!!!! yang gue mau tuu... aarrgghhhh....!!!" jeritan batin Vei yang kacau dan diiringi tetesan tetesan air mata yang mengalir dipipinya.
karna lelah menangis ia memejamkan mata dan terlelap tidur..
pagi ini begitu cerah
di meja makan resto hotel mewah itu.
bunMay memperhatikan Vei sedari tadi "Vei mata kamu kenapa kok sembab?"
Dave memandang cemas
"mmm.. itu bun semalam Vei ga bisa tidur..!"
Fely: kak ayo kak kita jalan jalan!
Nai: iya kak aku juga mau liat menara eiffel dari dekat!?
om Dimas: "iya setelah ini kita jalan jalan ya!"
Nai dan Fely: "ashiyaaaap.."
Vei dan Dave hanya mengangguki kepala
Vei yang mencoba menikmati liburan ini dengan sikap sikap seperti biasanya dulu yang selalu axist dengan gaya gaya yang ia punya seperti public figure lainnya.
Vei menikmati liburan dengan tawa palsunya
ia ber selfi selfi, shoping, dan membuat video video konten seperti yang ia lakukan biasanya jika ia sedang berada di luar negri atau luar kota.
bukan kali ini saja Vei keluar negri, sebelumnya ia sering jalan jalan atau shooting film di beberapa kota dan negara lainnya.
setelah beberapa hari Vei dan keluarga menikmati liburan, kini saatnya kembali pulang ke indonesia.
************
***indonesia***
setelah seharian beristirahat sepulangnya Vei dan keluarga dari paris.
Vei memulai kembali aktivitas padatnya, kuliah dengan tugas tugasnya, shooting, pemotretan.
membuatnya ingin mencuci otak yang runyam..
setelah seharian menjalani rutinitas Vei memutuskan untuk pulang kerumahnya dulu yang sekarang ini di tempati oleh supir dan asistennya,
setibanya dirumah Vei menyuruh oby untuk membelikan rok*k dan minuman ber***ol.
entah apa yang merasuki pikiran Vei hingga ia nekat untuk berbuat nakal yang sebelumnya belum pernah ia coba.
Veisha berpikir untuk membersihkan otaknya yang dihantui wajah Dave terus menerus yang membuatnya begitu stres.
***bersambung***