'Loving Memory'

'Loving Memory'
masih menjaganya



rasa hangat dan indahnya malam yang begitu panjang membuat keduanya terhanyut dalam hasrat dan gairah yang tertanam selama ini.


hingga akhirnya mereka melakukan hal yang terlarang, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi nanti.


walau sebenarnya Dave tak ingin melakukan hal itu, namun hasrat birahi dan gairah yang memuncak mengalahkan akal sehatnya kala itu.


sebelum memulainya, Dave membisikkan lagi kalimat kalimat pertanyaan pada telinga Vei hingga membuatnya mergidik geli.


"Vei.. kamu udah siap..??"


"hhmm..iya Dave lakukanlah!!"


setelah mendapat kesiapan dari Veisha, Dave memulai aksinya kembali.


sejenak Dave menghentikan aksinya dan menatap lekat pada mata Vei yang sedikit berlinang air mata.


"Veisha.. ka..kamu masih...???"


Veisha yang sudah paham akan pertanyaan Dave menjawab lirih sembari menahan kesakitan yang ia rasakan


"hmm iya Dave aku masih menjaganya untukmu..hanya untukmu..!!"


Veisha masih menjaga mahkotanya hanya untuk Dave, namun selama ini Dave yang mengira Vei tak bisa menjaga karna prilaku nakal yang sering Veisha tunjukkan pada Dave, padahal itu hanyalah cara Veisha untuk mencari perhatian dari Dave.


"cuuuph.. terimakasih sayang..!!"


kecupan Dave menghampiri kening Veisha, sembari mengucapkan terimakasih, Dave telah mempercayai begitu besarnya rasa cinta Veisha pada dirinya, walau ini hal yang pertama bagi keduanya namun bukan berarti mereka kuper, lugu atau semacam itu, mereka mengetahui teori teori bagaimana berhubungan sex dengan usia mereka yang sudah cukup untuk mengetahuinya.


Dave merasakan begitu sulit menerobos untuk masuk lebih dalam, melihat Veisha meringis kesakitan, walaupun Vei merasa sangat sakit ia berusaha menutupinya karna inilah ya ia inginkan untuk bisa memiliki Dave seutuhnya.


Dave merasa tak tega dan memelankan kembali guncangannya itu


"tahan ya.. ini memang akan terasa sakit jika untuk yang pertama!? cuupph...!!" Dave meyakinkan dan menguatkan Veisha dengan sesekali mengecupi pipi dan kening Veisha.


"iiihhhss.. iya.. aku ngerti itu..!!"


aaarrkkkhhhh sshh...


(beeuuuuhhh bayangin sendiri deh!! 🤣🤣🤣)


*mohon maaf ya readers... ada beberapa kata kata yang author skip,, sebenarnya author ingin menulis lebih banyak tapiiii takut gimana gimana gitu yaaa, jadi mohon maaf banget*


"aku pasti akan bertanggung jawab Vei.. aku pasti akan menikahimu Veisha,, dengan cara apapun.. demi kamu yang kucintai..!!"


gumam batin Dave yang berjanji pada dirinya sendiri.


deru nafas yang saling bersahutan satu sama lain, tak hentinya Dave memandang wajah cantik Veisha yang kelelahan, sesekali mengelap keringat dan air mata yang mengalir di pipi Vei


Dave melihat beberapa bercak darah yang menodai seprai di tempat tidur.


"Vei.. kamu gapapakan??"


Vei hanya menggelengkan kepala sembari tersenyum manis


"aku gapapa Dave..!!


"Veisha.. maafkan aku, ak..aku telah menyakitimu,, kenapa kamu harus memintaku untuk melakukannya Vei..!?? apa kamu tidak menyesal???


ssstttt..


Vei menjulurkan jari telunjuknya kebibir Dave yang masih ingin berkata


"gak ada yang harus disesali Dave.. kamu ga salah.. ga ada yang salah sayang.. aku ikhlas memberikannya untukmu, aku gak pernah merasa jika kamu telah menyakitiku Dave..ini keinginanku Dave!!"


"tidak Vei,,!! ini bukan hanya keinginanmu, tapi ini juga keinginanku.. keinginan kita berdua sayang..!! aku pasti akan menikahimu dengan segala cara..!! cuuupph.."


lagi lagi Dave melampirkan kecupannya ke bibir Veisha dan Vei pun tersenyum bahagia mendengar janji yang diucapkan oleh Dave yang akan menikahinya...


***bersambung***