
satu bulan telah berlalu begitu saja.
dengan kebimbangan hati Dave dan Veisha untuk melangkah lebih jauh, keduanya pun tak kunjung siap dan menunda nunda untuk memberitahukan hubungannya pada keluarga. dengan pendapat yang berbeda namun keputusan dapat di sepakati oleh keduanya untuk menunggu waktu yang benar benar tepat.
***kediaman Fernandez***
di sore hari hanya ada empat penghuni rumah saja sedang bersantai diruang keluarga.
sedangkan Om Dimas dan Dave yang belum pulang mereka masih sibuk di kantor masing masing.
kedatangan tamu yang tak diundang dari seorang gadis yang tiba tiba memeluk dan menangis, bunMay yang membukakan pintu dibuat sangat terkejut olehnya
sembari mempersilahkan masuk dan mencoba menenangkan gadis itu, bunMay dengan rasa bingung dipikirannya dan bertanya tanya heran.
"Lina kamu kenapa..!! bilang sama tante kamu lagi ada masalah apa..??"
ya gadis itu adalah Lina yang sudah kenal akrab dengan bunMay karena ia bersahabat dengan anaknya sedari dulu.
sembari terisak isak menangis, Lina menyodorkan sebuah tespek yang bergaris 2 pada bunMay dan sontak membuat ia terkejut bingung dan bertanya tanya dalam hati.
"i..ini apa Lin..! ka..kamu hamil???"
"Dave.. tante Dave..!!" Lina menjawab lirih sembari meneruskan tangisannya
"apaahhh...?? jadi magsud kamu.. Dave yang..." betapa terkejutnya bunMay mendengar nama Dave hingga menjatuhkan air mata dengan perasaan kalut
"iya.. tante.. Dave lah yang menghamili aku tan.. hiks..hiks.."
bagaikan petir yang menyambar di siang hari pada hati Veisha yang mendengar pembicaraan bunda dan sahabatnya itu. seketika hatinya hancur luluh hingga membuatnya nya menangis, dan menghampiri keduanya.
"kamu bilang apa Lin... hiks hiks..!?"
perasaan hati yang hancur dan kacau menanyakan kebenaran dari kenyataan pahit ini. namun ia masih menahan diri mengingat akan statusnya pada Dave yang hanya sebatas adik dan kakak di mata keluarganya saat ini
"se..sebulan yang lalu Dave keapartementku dan kami berdua..hiks..hiks..!!" sembari menunjukkan bukti foto Dave yang memeluk Lina ditempat tidur dalam keadaan keduanya tertidur pulas.
Veisha hanya terpaku berdiam diri melihat foto kekasih hati dan sahabatnya berbaring di satu ranjang, mendengar kalimat kalimat yang di ucapkan Lina membuatnya terasa tertancap pisau menyayat hati.
"udah.. Lin .. nanti tante akan membicarakan masalah ini pada omnya Dave, Dave pasti akan bertanggung jawab Lin.. kamu tenang ya..!!"
lagi lagi membuat Veisha tertusuk ribuan pisau dihatinya mendengar bujukan bunMay pada Lina yang akan menyuruh Dave untuk bertanggung jawab atas kehamilan Lina.
seketika Veisha melangkahkan kakinya untuk mencari kunci mobil dan meninggalkan situasi yang membuatnya hancur.
sesampainya Dave diapartement ia terkejut heran melihat Veisha yang sedang menangis tersedu sedu.
Vei.. kamu kenapa..??
"kenapa kamu bilang..?? kamu yang kenapa Dave..???"
"mengapa aku Vei.. ada apa ini??"
"kamu masih bertanya ada apa Dave..?? kamu jahat Dave,!!! kamu udah mengkhianati cinta kita..!! jadi ini yang membuat kamu menunda nunda mengakui hubungan kita pada keluarga..?? hiks..hiks.."
"apa magsud kamu Vei..??"
"Lina hamil Dave...!!!!"
"Lina hamil..?? lalu apa hungungannya denganku..??"
Dave yang benar benar bingung ia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, lalu Veisha menyodorkan sebuah foto bukti kenyataan yang dilalukan oleh Dave, Dave membuang nafas gusarnya dan membujuk Veisha untuk memberi penjelasan
"ini ga mungkin Vei..?! aku akan menjelaskannya Vei..??!!"
"jangan sentuh aku Dave... hiks hiks"
"ga ada lagi yang harus kamu jelaskan dengan bukti bukti nyata ini,, hatiku sakit Dave..hiks hiks.. sakiiiiiit...!!!" teriakan dan tangisan Veisha pecah sejadi jadinya dan memukul mukul bahu Dave.
"Veisha itu nggak benar.. aku hanya mencintaimu...!!"
"jangan bicarakan soal cinta lagi Dave sudah cukup ... cukuuup....!!! hiks.. hikss.."
"kamu harus bertanggung jawab atas kehamilan Lina..!! dia mengandung anak kamu Dave..!!?"
"nggak Vei itu gak mungkin..!!!"
"Dave, Lina sahabatku.. bagaimana nanti jika dia melahirkan anak tanpa ayah..?"
"tapi itu gak mungkin Vei aku gak pernah..!!"
"Dave ... kamu udah ga bisa mengelak lagi.. kumohon Dave...hiks hiks.. nikahkan Lina...!!!"
***bersambung***