'Loving Memory'

'Loving Memory'
ditugaskan menjaganya



"Dave.." suara serak dan lirih Vei kala tersadar dari tidurnya, ia mengelus pelan rambut Dave yang sedari tadi tertidur dengan kepala terunduk dan kedua lengan yang bertumpu, Dave tersadar jika ada sentuhan lembut mengenai rambutnya.


"hhhhhm.. Vei kamu udah bangun?"


"hmm.. perutku sediki sakit.."


"perut kamu kosong Vei.. kalau gitu makan dulu ya..!!"


Dave mengambilkan makanan yang baru disediakan oleh perawat. dan menyuapi Vei dengan sabar.


"aaa.. Vei sedikit aja.. please..!!" Vei tak bergeming ia enggan membuka mulutnya.


"aku ga laper.."


"makanlah Vei biar cepet sembuh!! aku janji setelah kamu sembuh, aku akan pulang yaa.."


Vei tersenyum merekah mendengar janji Dave yang akan pulang.


"aaa.. buka mulutnya.. aamm.. nah gitu dong"


"waahh.. anak bunda udah mau makan.. emuaach.."


kedatangan bunMay yang tiba tiba, membuat keduanya kaget, Dave pun berhenti menyuapi Vei.


"sayang cepet sembuh ya naak..! jangan sakit lagi dong bunda khawatiiiiiir... banget!!"


"uuuhhh bunda lebay"


"loh kok bunda dibilang lebay sihh... tuuhh kakak kamu perhatian banget deh pake disuapin segala..! makasi ya Dave udah jagain Vei..!?"


"iya sama sama tante itu udah kewajiban Dave sebagai kakak!"


seketika Vei cemberut mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Dave


setelah dinyatakan sembuh oleh dokter, waktunya Veisha pulang. dalam beberapa hari ditumah Vei tak boleh melakukan kegiatan apapun oleh keluarganya.


liburan sekolah Fely dan Nai telah tiba, mereka merengek menagih janji pada ayahnya untuk mengajak jalan jalan keluar negri. karna Veisha yang sudah bosan dengan seringnya berjalan jalan atau menjalani kegiatan shooting diluar negri atau luar kota ia memutuskan untuk stay dirumah. seluruh anggota keluarga turut mengadakan acara liburan.


"oh ya.. yah kira kira Dave mau ikut ga ya??"


"hhmm mungkin nggak bun soalnya ayah khawatir sama Vei takutnya dia keluyuran kalau gak ada yang jagain!!"


"oia bunda lupa kalo Vei gamau ikut, dia udah bosen keliling dunia katanya yah, dasar sombong sekali anak itu..!!"


om Dimas terkekeh geli melihat istrinya menggerutukan tentang anaknya


"bun..bun.. namanya juga anak muda, sudahlah biarkan saja dia mau dirumah, yang pentingkan ada yang jagain, kalau ga ada Dave ayah pasti menyeret paksa Veisha untuk ikut..!!"


"iya sih yah.. dia kan bandel susah dibilangin kalo udah kumpul sama teman temannya pasti lupa waktu, untung ada Dave ya..!!"


keesokan paginya para adik adik rempong yang sudah siap menduduki kursi dimobil Dave dan Vei turut mengantarkan orangtua dan adiknya kebandara.


kecupan lembut bunMay menghampiri kening dan pipi Vei seraya berpamitan.


dan om Dimas yang juga berpamitan dan tak lupa untuk menitipkan putrinya pada Dave.


"Vei.. jangan nakal ya, inget nurut apa kata kakak kamu..!!" pesan yang ditinggalkan om Dimas pada Vei


"iya Vei jangan keluyuran ya..!! bunda ga lama kok!!"


"siaap bos ayah .. nyonya bundaaa... hati hati yaa!!"


"eehh dua abg rempong jangan lupa oleh oleh ya..!!" pesan Vei pada adiknya sembari mengecup dan memeluk keduanya


"siap kakak cantiiik...!"


"Dave om titip Veisha ya kalo nakal jewer aja kupingnya!!"


"siip om.. hati hati ya semuanya..!!"


daaahh daadahh...


diperjalanan pulang


krucuuk.. kruucukk..


suara perut Vei karna lapar sudah tak bisa di ajak kompromi lagi semenjak sembuh dari sakitnya ia bertambah nafsu makan. Vei tersipu malu pipi yang mulai merona dan senyum tak enaknya kala melihat Dave terkekeh geli mendengar cacing cacing dalam perut Vei yang sedang demo.


"kamu laper Vei..??"


"hhmm.."


"kalau gitu kita makan dulu ya..!!"


"heemhm"


Vei hanya menganggukan kepalanya saja tanpa menjawab banyak pertanyaan dan ajakan Dave untuk makan.


"makan apa ya Vei..??"


"terserah.."


"kok terserah sih..?"


"apa aja yang penting makan"


"hhmm ok..!"


setibanya di depan sebuah restoran ala korea kesukaan Vei, Dave memarkirkan mobil dan mengajak Vei untuk masuk.


***bersambung***