
"Vei..!?"
"mau apa lagi sih kamu Dave..?"
"apa benar besok lusa kamu benar benar ingin pergi??"
"iya!!"
"mengapa kamu terburu buru Vei??"
"Dave aku udah mengurus semuanya dan aku ingin secepatnya pindah kesana..!!"
"Vei bolehkah aku meminta waktumu sedikit lagi??"
"udahlah Dave untuk apa lagi..??"
"aku ingin mengajakmu kesuatu tempat!!"
"kemana Dave??"
"besok pagi setelah sarapan aku tunggu kamu di mobil ya!!?"
"kamu mau apa sih Dave?? sudah lah..!!"
"kumohon Vei, aku ingin memberikan kenangan indah untuk kamu selalu ingat sebelum kamu pergi..!!"
"hhhh... okeh tapi aku gak punya banyak waktu karna masih banyak yang harus aku siapkan..!!"
"iya Vei,, aku janji akan memanfaatkan waktu yang kamu berikan dengan baik..!!"
"oke baiklah sekarang kamu keluar dari kamarku..!!"
"aku boleh meminta satu permintaan lagi!!??"
"apa lagi??"
"aku ingin memelukmu Vei,, aku sangat merindukanmu kumohon!!"
Veisha merasa tersentuh hatinya ia lebih dulu merangkul tubuh Dave yang dibalas erat oleh lengan Dave dan mengusap usap rambut panjang milik Veisha sembari menetes kan butiran butiran bening yang jatuh kepundak Dave, Veisha pun merasa sangat merindukan pelukan itu.
Dave pun sempat menitihkan airmata sembari mengecupi kepala Veisha dengan lembut dan kasih sayangnya.
"aku ingin selalu memelukmu Vei kumohon jangan lepaskan kehangatan ini..!!"
"jalan kita sudah berbeda Dave,, kenyataan tidak berpihak pada kita..!!"
"aku hanya menganggap ini adalah mimpi terburukku!!"
"bukan Dave,, ini bukan mimpi..!! kumohon mengertilah..!!"
Veisha melepaskan dekapan erat yang diberikan Dave sembari mengelus lembut pipi halus Dave untuk membersihkan airmatanya.
"aku masih sangat menyayangimu Vei..!!"
"pergilah Dave aku mau istirahat!!"
sebelum Dave maninggalkan Veisha ia sempat mencium kening Veisha dan mengucapkan sesuatu yang tak akan pernah Veisha lupakan lalu berjalan pergi.
"cupphh.. I love you.."
pagi yang dinantikan Dave telah tiba, ia menunggu Veisha dimobilnya yang tak lama kemudian ia menangkap pandangan sesosok bidadari yang keluar dari gerbang pagar rumah dan menghampiri mobil itu.
"mau kemana kita Dave??"
Dave melajukan mobilnya menuju tempat dimana ia janjikan pada Vei, dengan perjalanan yang cukup memakan waktu akhirnya sampai ditempat tersebut.
Veisha memandang kagum akan keindahan sejuk pepohonan dan pantai biru yang membentang luas yang banyak bebatuan karang sangat indah dihadapannya
"indah sekali Dave..!?"
"kamu suka..?"
"hhmm iya.."
"kita kesitu ya..!?"
"okey.."
Dave menuntun tangan Veisha untuk duduk digubuk pinggir pantai dan memberikan sesuatu
Dave menyodorkan benda berbentuk kotak berwarna biru tua gelap yang berisi sebuah cincin bermata berlian yang terukir didalamnya sebuah nama inisial DV yaitu Dave dan Veisha sangat cantik dan elegan
"ini apa Dave??"
"cincin!"
"iya aku tau ini cincin,, tapi untuk apa..?"
"untukmu!!"
"Dave kamu berlabihan..!?"
"gak ada yang berlebihan hanya untuk memberikan sebuah cincin yang tidak seberapa, bahkan aku rela memberikan nyawaku untukmu Vei..!!"
Dave meraih tangan Veisha untuk memasangkan cincin tersebut kejari lentik milik Veisha dan mencium tangannya.
"aku ingin setiap kamu melihat cincin ini, kamu mengingatku Vei!! dan aku harap jangan pernah melepaskan cincin ini dari jarimu..!!"
"memangnya kenapa kalau aku melepaskan cincin ini dan melupakanmu Dave..!??"
"aku gak mau itu sampai terjadi..!"
"iya tapi kenapa??"
"gak usah tanya kenapa, bertanyalah pada hatimu, dia tahu benar apa yang aku rasakan..!!"
"kamu lucu Dave, untuk apa aku harus selalu mengingat suami orang..!!"
"jangan pernah katakan hal itu Vei, aku sangat benci kata kata suami orang!!"
"tapi memang kenyataannyakan..??"
"Veisha kumohon..!! ini adalah waktu yang indah untuk kita berdua,, jangan mengotori suasana ini dengan kata kata itu..!!"
"okey baiklah..!"
***bersambung***