'Loving Memory'

'Loving Memory'
berusaha menghindar



22.10


cekleekkk...


Veisha membuka pintu pelan, sepulang ia dari kegiatannya yang menumpuk hari ini.


dewan wajah lelahnya ia melangkahkan kaki menjuku kamar untuk segera beristirahat.


"Vei sayang..!!" suara lembut bunMay menyapa anaknya yang sedari tadi menunggunya pulang.


"loh..bunda udah pulang..?? kapan sampai bun!??"


"tadi sore nak,, oh ya bunda punya oleh oleh buat kamu dari jepang, tunggu bentar ya bunda ambilkan!!"


satu paper bag yang di tenteng bunMay untuk diberikan pada Vei..


"nih Vei, adik adik kamu sama Dave udah bunda kasih semua, tinggal buat kamu!!"


"makasiih ya buuu.. emuach.." ciuman bibir Vei menghampiri pipi halus bunMay.


"iya sayang, yaudah kamu istirahat gih pasti kamu cape..!!"


"iyaa buun..! Vei kekamar dulu ya.." Vei berpamitan untuk istirahat yang di anggukkan oleh bunMay.


keesokan paginya, Veisha turun menuruni anak tangga dengan terburu buru dan menghampiri meja makan.


"pagiiiii..."


mata Vei memutar mengelilingi ruang makan yang hanya terdapan bunda dan ayahnya saja.


"pagii nak kamu udah bangun..!!" sapaan ramah om Dimas sembari menghirup teh hangat.


"kamu mau kuliah kan Vei..!!


"iya bun.. loh yang lainnya kemana bun?"


"seperti biasa adek adek kamu kan udah lebih dulu berangkat kesekolah, hmm kalau kakak kamu dia ga pulang dari semalam..!"


"kemana kak Dave bun..??"


"Dave itu kalau sedang bosan dirumah dia suka kembali keapartementnya seperti biasa, kalau ayah udah dirumah dia gantian pergi,, memang dia seperti itu Vei..!!" om Dimas menjawab menjelaskan


"ooohh kakak punya apartement juga ya yah..??"


"iya dia dari dulu sudah mempunyai apartement ya cukup mewah,, padahal rumah ini juga begitu besar, tapi dia lebih sering tinggal disana, karna dia lebih suka menyendiri, dari dulu kalau ayah mau keluar kota atau keluar negri baru dia datang kesini untuk jagain Fely..!!"


"oowwhh gitu.. mmm yah.. Vei boleh nanya ga..??"


"kamu mau nanya apa nak??"


"hhmm kak Dave punya pacar ga sih..?" tanya Vei polos dengan rasa penasarannya


membuat kedua pasang mata tertuju memandang kearah Veisha.


"tumben kamu nanyain kakakmu.!!??" jawab bunMay heran


"hmm kalau soal itu ayah ga tau nak, karna Dave itu orangnya sangat tertutup menyangkut masalah pribadinya, selama ini sih ayah belum pernah lihat dia jalan dengan seorang gadis lain selain Fely..!!"


"oowhh gitu..! mm yaudah ya yah, bun, aku berangkat dulu takut telat masuk kecampus.."


Vei berpamitan begitu juga dengan om Dimas yang ingin kekantor.


sesampainya Veisha di campus ia bertemu dengan temannya yang bernama Lina.


"Vei.." sapaan Lina yang memanggil dari jauh dan Melambaikan tangannya berlari kecil menghampiri Vei.


"oh hey.. Lin!?"


"Vei gue mau nanya dong, foto yang ada di sosmed lo siapa tuuhh?"


"oh hm itu kakak sepupu gue, kenapa Lin? lo kenal ama dia??


"iya gue kenal sama Dave, dia kakak kelas dulu waktu gue 1 SMP dan dia 3 SMA.." Lina menceritakan tentang dia dan Dave sewaktu dulu sembari senyam senyum


"oohhh.." Vei mengernyitkan dahi menatap heran pada tingkah Lina.


************


apartement Dave 21.40


4hari berlalu ia tinggal di apartement miliknya, menjalani rutinitas seperti biasa, bekerja dan bekerja.


ia berusaha keras untuk menghindari Veisha, hingga tak ingin pulang. walau sebenarnya ia sangat merindukan Veisha mengingat saat ia mencumbui Vei begitu mesra, dan tak sikitpun ia melupakan detik menit yang ia lewati saat mencium harumnya tubuh Veisha, tapi rasa itu ia tahan karna ingin menjaga hubungan baik dengan keluarganya.


entah apa yang ada dibenak Dave saat itu terlintas ia ingin minum sedikit alkoh*l yang ia beli sepulangnya dari kantor tadi untuk menenangkan pikirannya.


***bersambung***