
Dave lantas masuk kemobil dan menyalakan mesinnya, Dave yang sesaat terdiam, lalu mengajukan pertanyaan kepada Vei.
"rumahnya di mana..??" tanya Dave ramah.
Vei yang menjawab dengan tangannya yang meliak liukan ke arah jalan sana sini,
"didepan belok kanan, terus lurus, terus belok kiri, mentok udah deh!!!" jawab Vei sambil tersenyum manis.
"ooh ok,!!" dengan melirik Vei seraya tersenyum tipis.
Vei yang juga kedapatan melirik ke arah Dave ditemukan dengan lirikan keduanya yang tak sengaja saling melirik membuat jantung Vei berdegup kencang.
"ada apa ini?? ya ampuun senyumnya..." ujar dalam hati Vei.
entah apa yang dirasakan Vei kala itu, ia tak tahu apakah degup jantungnya itu masih berlanjut dengan rasa kaget tadi karna tercipratan air, atau apakah rasa itu... ia tak tahu pasti.
karna Vei tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya.
ya Vei adalah gadis yang cukup populer disekolahnya ada beberapa laki-laki yang antri untuk mendapatkan hatinya, akan tetapi Vei yang menganggap hal itu tidak terlalu penting karna ia tahu siswa-siswa disekolahnya hanyalah playboy playboy cap jempol kaki, yang membuat hati Vei terasa biasa saja.
Vei hanya ingin focus belajar dan ingin cepat lulus untuk bisa meraih impiannya selama ini.
*********
sesampainya didepan rumah Vei.
Dave yang menanyakan lagi kepastian rumah Vei, dengan lembut ia bertanya
"rumah kamu yang mana..?"
Vei yang masih nervous, refleks menjawab
"STOP...!!!"
Dave yang terkejut dan langsung memijakkan rem sampai keduanya saling menatap.
Vei yang tersenyum meringis merasa tidak enak lantas saja jari telunjuknya menunjuk ke arah belakang Dave
"disitu tu.., kamu kelewat dikit..!!"
Vei menggaruk kepala yang tidak gatal.
Dave menggelengkan ringan kepalanya dan memundurkan sedikit mobilnya.
Vei memberanikan diri menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
"makasih ya..??"
Dave membalas jabatan tangan Vei
"maaf ya soal kejadian tadi, aku ga liat ada lubangan air di pinggir jalan..!"
Dave yang mengutarakan kata kata dan masih menggenggam erat tangan Vei,,
yang pastinya membuat jantung Vei meneruskan degupan kencang kembali, seraya tersenyum gugup.
bingung ingin berkata apa lagi.
"mmm.. oia.. kamu mau mampir dulu,? mau minum kopi, teh, atau makan..??"
Dave terkekeh geli mendengar lantunan bicara Vei dengan kepolosannya, sembari melepaskan salaman itu.
dengan ramah Dave menjawab
"mmm.. ga usah, terimakasih ya..!? soalnya aku masih ada urusan pekerjaan".
Vei hanya menundukkan kepala dan cemberut kecil.
Dave yang tersenyum tipis melihat Vei seperti kerupuk yang dicelupkan kedalam kuah sayur, ia menyambungkan kembali pembicaraannya,
"hm.. lain kali saja ya aku mampir kerumah kamu..!? dan aku minta maaf soal kejadian tadi..!!"
Vei yang mendengar suara lembut itu hanya terpaku dan meng iya kan perkataan Dave.
"dia mau mampir kerumah gue lain kali?ah semoga ini bukan pertemuan terakhir". celotehan dalam hati Vei.
Vei yang beranjak keluar dari mobil Dave dan melambaikan tangannya seraya mengucapkan terimakasih.
dibalas Dave dengan senyuman merekah yang juga melambaikan tangan.
sesampainya di depan pintu rumah Vei dengan ketukan tangan yang tergesah gesah
"assalamu'alikum bun..bunda!!!"
dengan jawaban lembutnya
"wa'alaikumsalam... Vei udah pulang..?"
sapaan dari bunda Maya Raisha, janda yang ditinggal pergi suaminya karna serangan jantung. saat Vei masih berada di bangku sekolah 2 SMP.
ibu dari 2 orang anak perempuan yang cantik cantik Veisha dan Naisha Anggitha yang juga baru lulus SD.
Maya ibunda Vei yang bekerja di kantor perusahaan terkenal di kotanya, bekerja dan berjuang sendiri untuk menghidupkan dan membiayai kedua anaknya untuk terus sekolah sampai keperguruan tinggi, itulah keinginan bunMay(bundaMaya) sejak saat kepergian suami tercintanya.
***bersambung***