'Loving Memory'

'Loving Memory'
kelulusan dilema



tibalah hari dimana kelulusan kuliah yang dinanti Veisha dan keluarga dengan rasa bahagia namun dilema bagi Veisha.


selama menjalin hubungan dengan Dave, keduanya berencana untuk melanjutkan hubangan serius setelah Veisha lulus namun terasa sangat sulit untuk berterus terang pada keluarga.


"selamat ya sayang kamu udah jadi sarjana sekarang.. bunda bangga sama kamu...!!" ucapan selamat dan rasa bangga dari bunMay sembari memeluk dan mencium Vei.


"iya makasih bun.. makasih semuanya ini semua berkat dukungan kalian..."


19.25


sementara itu Dave yang berpikir keras bagaimana cara memulainya untuk berterus terang pada keluarga mengenai hubungannya dengan Vei.


sejenak ia menyempatkan waktu untuk mampir ke sebuah cafe sepulangnya ia dari kantor untuk berpikir dan menyiapkan diri menghadapi masalah ini.


setelah duduk dan memesan minum dan makanan ringan kelima jari Dave mengetuk ngetuk pelan ke meja dengan wajah bimbangnya dan sejuta pikiran mengelilingi benaknya.


"Dave..."


suara panggilan seorang wanita yang tak asing didengarnya, membuyarkan lamunan Dave kala itu, ia menoleh dan mendapati pandangannya pada Lina, yang sedang menghampiri dirinya.


"Dave kamu lagi ngapain tumben sendiri..??"


"iya Lin,, lagi iseng aja, oia selamat ya udah jadi sarjana sekarang..!!"


"iya makasi, kok tumben ga bareng Veisha dia kemana??"


"oohh Vei lagi dirumah, kamu kesini sendiri juga..?"


"oia Lin aku ketoilet dulu ya bentar..!!"


tak berapa lama kemudian Dave kembali dari toilet dan meneguk minumnya.


setelah beberapa menit keduanya mengobrol, Dave merasa ada yang aneh pada dirinya ia merasa sangat pusing dan mengantuk


"mm..mungkin kamu kecape.."(terhenti)


belum selesai mengucapkan kalimat terakhir Lina menghentikannya dan tersenyum tipis kala melihat Dave yang sudah terkapar dengan munundukan kepalanya di atas meja.


dengan sigap Lina meminta tolong petugas cafe untuk membopong tubuh Dave dan membawanya ke mobil Lina.


22.40


sementara itu di sisi lain Veisha yang cemas mengkhawatirkan Dave yang belum juga pulang hingga larut malam.


"Dave kamu kemana sih.. udah jam segini belum juga pulang ditelpon ga aktif..!!"


"hhmm.. apa mungkin dia keapartement, tapi kok gak ngabarin..??"


"uuukhh dasar Dave aneh.." ujar kesal Veisha kala menunggu kepulangan Dave yang tak kunjung datang


"apa gue kesana ya..? tapi udah malem, Dave pasti marah nanti.. aakkhh udah lah biarin aja mungkin dia lagi mau nyiapin diri untuk bicara ke ayah bunda..!!" sejenak Veisha mengurungkan niatnya untuk menyusul dan mencari Dave, ia mengambil kesimpulan bila Dave sedang mempersiapkan diri untuk berterus terang pada keluarga akan hubungannya.


keesokan paginya Dave yang mulai tersadar dari tidur nyenyaknya semalaman sembari mengucek ngucek mata dan mengelilingi pandangannya pada sebuah apartement yang ia tak ketahui siapa pemiliknya dan tak pernah ia kunjungi sebelumnya.


"dimana ini..? kemarin.. di cafe.. terus ketemu Lina.. abis itu gue ga inget apa apa lagi.. aakhh sudahlah lebih baik sekarang kekantor, ada hal yang lebih penting dari pada ini...!!" gumaman Dave sembari mengingat ingat kejadian apa yang di alaminya kemarin, dan menepis fikiran heran, ia memutuskan untuk bergegas keluar dari apartement milik Lina yang sudah terlebih dulu keluar.


"oowhh shiiit.. mobil gue dimana,? apa masih dicafe..?"


Dave merogoh saku celana untuk meraih hp dan memesan taxi online menuju cafe kemarin untuk mengambil mobil yang terparkir semalaman disana.


sebelum Dave kekantor ia mampir keapartementnya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


***bersambung***