
Sementara itu di sisi lain, Vei yang sudah selesai menjalankan aktivitasnya berusaha keras mencari tahu Dimana keberadaan Dave saat ini, yang jarang pulang ke rumah di perjalanan saat menyetir mobil sendiri ia terus memikirkan Dave.
"Kamu ke mana sih Dave..?? kenapa nggak pulang pulang..??? aku kangen sama kamu aku tahu jika saat ini kau hanya ingin menghindar dariku" gumam Vei sembari menyetir mobil dan menuju keapartement Dave yang ia selidiki kemarin untuk mencari tahu keberadaan Dave.
ting nong.. ting nong..
setelah membereskan minuman yang hanya sedikit ia minum, Dave membaringkan tubuhny diatas tempat tidur, baru saja ia ingin memejamkan mata, terdengar ada suara bel ia bangkit dan membukakan pintu, mata Dave memberalak kala terdapat seorang wanita berdiri dihadapannya.
"Vei..? ngapain kamu kesini..??
"gaboleh aku kesini..hah?? Vei menjawab sinis dan menerobos masuk tanpa Dave mempersilahkannya.
"Vei.. ini udah malam, lebih baik kamu pulang!!"
Vei yang masih berdiri mengelilingkan matanya yang memandang kagum pada apartement Dave yang begitu mewah
Vei membalikkan badan kearah Dave dan mendekat
"aku kangen sama kamu sayaaang..!!!"
kemudian Dave membulatkan mata dan memandang heran pada Veisha
"jangan gila kamu Vei!"
"apaahh??? gila..?? kamu bilang aku gila hah..!!?? iya aku memang gila sangat menggilaimu Dave sayang!!!!
"Veisha please.. jangan buat pikiran aku tambah runyam!!!"
"Devandra Fernandez, please... jangan buat pikiran aku semakin melayang karna memikirkanmu..!!
"Veisha!!!!!"
bentakan Dave begitu kuat hingga membuat mata Vei berkaca kaca
"kau membentakku!!?? setelah apa yang kita lakukan, dengan mudahnya kau menghindariku!!??? laki laki macam apa kamu Dave????"
"Veisha maafkan aku,, aku ga bermagsud.."
belum selesai Dave menjelaskan, Vei membalikkan badan dan melangkah menghampiri ruang tamu apartement milik Dave, Vei menjatuhkan tubuhnya disofa sembari memijat mijat kecil kening mulus miliknya.
Dave menghampiri Veisha seraya ingin membujuknya untuk pulang
tak terasa Veisha sampai menitihkan air matanya, bentakan itu membuat hatinya teriris ia tak menyangka orang yang ia sangat cintai tega membentaknya seperti itu.
Dave melihat jelas butiran bening yang mengalir di pipi mulus Vei ia hendak berniat ingin menghapus air mata itu.
"maafkan aku Vei.." sembari mengelus lembut pipi Veisha dengan ibu jari Dave untuk menghilangkan air bening dari mata indah milik Vei.
"pulanglah Vei ini sudah larut malam!!!"
"gak"
"Vei mau kamu apa..!!?? ucap Dave sabar
"aku mau tidur disini!!"
lagi lagi Dave mencoba bersabar dan menghela nafas panjang
"Vei kumohon berhentilah melakukan hal hal aneh!!"
"Dave apa kamu ga bisa ngerti apa yang aku rasain,? aku cinta kamu Dave apa salah?? walau status kita hanya sebagai kakak adik, tapi kita ini hanya sepupu tiri Dave..!!"
"lihat mataku Dave!! bilang kamu juga mencintaiku!!!!??"
"nggak Vei, aku gak cinta sama kamu!! aku hanya menganggapmu sebagai adik!!" Dave memalingkan tubuhnya dan mengalihkan pandangannya, walau sebenarnya ia ingin sekali menatap indahnya mata Veisha.
"bohong kamu Dave!!, lalu apa magsudnya kemarin kamu menyentuhku?? jelasin Dave apa artinya itu,,? apa magsud dari perlakuan kamu?"
"itu hanya nafsu Vei,, wajar saja bila laki laki normal melihat kemolekkan tubuh wanita yang menggoda dengan pakaian sexynya, laki laki mana yang gak akan tergoda Vei..?? dan itu sering kulakukan pada wanita manapun!!"
dengan sangat terpaksa ia mengatakan hal sekonyol itu agar Vei berhenti untuk menuntutnya, walau hatinya berkata lain.
sontak saja perkataan itu sangat menyakitkan hati Vei, ia merasa hancur. walau ia tahu bila Dave hanya berpura pura,, tapi tetap saja ia merasa sedih mengapa Dave lebih menjaga janjinya pada orangtuanya dari pada mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya.
Veisha menangis sejadi jadinya dan berlalu meninggalkan Dave dengan rasa kecewa yang ia bawa.
"maafkan aku Veisha.. maafkan aku,, aku juga mencintaimu maafkan aku!!!" ujar Dave dalam hati yang juga mengerti betapa sakitnya perasaan Vei saat ini.
***bersambung***