'Loving Memory'

'Loving Memory'
hari pernikahan telah tiba



setelah sebulan lamanya menyusun rencana, mempersiapkan acara pernikahan sederhana yang di hadiri oleh keluarga dan kerabat dekat saja. dimana hari itu telah tiba, hari yang dinantikan bunMay.


raut wajah kebahagiaan bunMay yang berseri seri membuat Vei takjub tatkala ia tak pernah melihat bunMay sebahagia ini.


butiran bening menetes di pipi halus Vei, sedih haru menyelimuti benaknya saat ini entah harus bahagia atau kecewa, tapi Vei berusaha menutupi perasaannya itu.


terlihat mempelai wanita yang diiringi dua gadis cantik disisi kanan dan kirinya, memijakan kaki untuk menuruni anak tangga.


bunMay terlihat cantik dengan kebaya putih dan manik manik nan elegan, meskipun usianya tak muda lagi tapi bunMay sangat pandai merawat dirinya agar tetap terlihat awet muda.


disisi kanan pengantin wanita seorang gadis cantik mengenakan kebaya coklat gold membuatnya terlihat anggun dengan sanggul dan tata rias nan apik. siapa lagi kalau bukan Veisha, gadis yang cantik alami bak titisan dewi.


entah berapa banyak pasang mata yang dibuat takjub oleh kecantikan ibu dan anak itu.


disisi lain sepasang mata berkilau dan enggan untuk berkedip, bukan takjub melihat sang mempelai wanita, melainkan terperangah memandang pengiring pengantin.


siapa lagi kalau bukan Dave yang kagum memandang Vei yang sangat indah baginya.


"apa ini..? mengapa rasanya aku ingin sekali meraih tangannya?? berhenti memikirkannya Dave!! ingat, dia adikmu..adikmu..adikmu..!!" batin Dave


entah dari kapan perasaan itu datang, Dave berusaha keras untuk melawan guncangan hatinya kala itu.


"sah..sah..sah..!!! alhamdulillah...."


setelah ijab kobul terucap, suasana haruu dan kebahagiaan menyelimuti kedua mempelai yang tak hentinya mengucap syukur, di iringi isak tangis bahagia disisi kanan dan kiri(anak anak gadis mereka)


"kak.."


Fely menghampiri Vei dan Nai yang sibuk menyapa tamu tamu yang datang.


"iya Ly.. ada apa?"


"kagum?? kamu berlebihan sayang..!!"


"selama ini aku ga pernah merasakan kehangatan keluarga yang sempurna, aku ga pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, kakak perempuan, dan adik. sekarang aku merasa cukup mempunyai keluarga yang utuh, makasiih ya kak,!? aku bangga memiliki seorang kakak dan adik yang baik dan cantik, seperti kalian!!"


seketika mata indah Vei berkaca mendengar celotehan Fely yang sangat polos, dan merangkul erat tubuh adik barunya yang mungil itu yang ditambahkan rangkulan tubuh mungil Nai yang juga merasa haruu.


disisi lain Dave yang sedari tadi memandang dan mendengar percakapan ketiga adik perempuannya, membuat langkah kaki Dave menghampiri mereka.


Fely dan Nai yang di panggil teman teman sekolahnya yang baru saja datang, berlalu meninggalkan kedua kakaknya itu.


"selamat ya..!! dan terimakasih sekarang kita keluargakan kakak???"


bibir tipis Vei mengeluarkan percakapan yang tak di mengerti apa magsudnya, membuat Dave mengernyitkan dahi heran.


Dave hanya tersenyum tipis karna bingung harus menjawab apa, Vei berlalu begitu saja meninggalkan Dave yang masih bingung mencerna kata kata Vei barusan.


Dave memang tidak mengetahui perasaan Vei terhadap dirinya, ia hanya tahu jika ia lah yang mempunyai perasaan itu dan memendamnya sendiri.


tak dipungkiri jika hati kedua insan itu memiliki perasaan yang sama dengan kenyataan yang berbeda. (cinta pada pandangan pertama, dan untuk pertama kali bagi keduanya).


**********


keesokan harinya


berkumpul keluarga baru di meja makan untuk sarapan tanpa kehadiran Dave,


binar binar mata bahagia pasangan pengantin baru dan canda tawa kedua gadis abg, Vei hanya bisa tersenyum manis dan melawan rintihan dalam hati yang menangis.


***bersambung***