
Veisha yang sedari tadi termenung memandangi pemandangan indah kolam renang yang begitu luas terlihat dari atas balkon lantai tiga rumah tersebut dan memikirkan apa yang terjadi tadi pagi, ia terus bertanya dalam hatinya mengapa Dave melakukan hal itu, ia meyakinkan hatinya bahwa Dave pun juga mencintainya.
"Vei.. belum tidur..??"
"hm.. belum ngantuk.."
"ngapain kamu disini..?? anginnya kencang Vei.. nanti kamu sakit..!!"
"hmm.. aku suka angin seperti ini..!!"
"Vei.. disini dingin, tapi kamu mengenakan baju setipis itu, nanti masuk angin..!!" sejenak Dave menelan salivany, tak dipungkiri laki laki manapun akan tergoda dengan gadis secantik Veisha apalagi saat mengenakan baju kekurangan bahan.
Veisha mengenakan baju tidur tipis berwarna peach, dengan leher berbentuk V berenda, tanpa lengan, panjang diatas lutut. membuatnya tampak begitu cantik.
"hmm.. udah biasa kok..!"
"Vei.. aku minta maaf..!!"
"untuk apa??"
"aku minta maaf soal tadi pagi.. aku khilaf, maafkan aku..!!"
"khilaf?? khilaf dan menikmati..??"
Dave menghela nafas panjangnya, dan mendekatkan diri pada Vei
"apa magsudmu Vei..??"
Vei menoleh dan mendongak menatap mata Dave dan mengeluarkan suara manjanya
"magsudku.. kamu khilaf dan menikmatinya kaann...??" Vei tersenyum licik dan mengangkat sebelah alis
"jaga sikap dan bicaramu Vei..!!!"
Vei menunjukkan satu jari telunjuknya mengenai bibir Dave, dengan sigap Dave menepis tangan Vei membuat Vei tersenyum merekah.
"ssssttttttt......!!!!!
hm....
jangan munafik Dave!!! aku tau kamu juga mencintaikukan..!!??"
"Vei..."(terhenti)
Veisha menggigit sedikit bibirnya, satu tangan lentik Vei menyusut lembut perlahan menaiki sentuhannya sampai keleher dan memainkan telunjuk ketelinga dan pipi Dave dengan manja.
Dave membuyarkan kemarahannya, yang mulai tergoda dengan sentuhan Veisha,
jantungnya berdebar tak karuan, sedikit menurunkan pandangan perlahan kebawah yang menguncang hebat jantung dan hati Dave. ditelannya saliva diiringi nafas panasnya.
hembusan nafas Dave semakin tak menentu membuatnya melayang dalam indahnya cinta yang selama ini tertahan.
Vei mendekati wajah Dave yang dipandangnya sudah mulai terbawa godaannya, ia memiringkan sedikit kepala, dan mengjinjitkan telapak kaki agar lebih mudah sampai mendekat kewajah Dave.
Dave pun mulai menundukan sedikit kepala hingga pertemuan wajah yang sangat dekat.
emmpp mmm..
Dave seperti kerasukan setan yang terus menggila.
jeeguueeerrr...(begitulah bunyinya) suara petir menggelegar membuat keduanya terkejut dan sadar atas apa yang mereka lakukan...
sesadarnya Dave ia melepaskan cumbuan itu dan membantu memakaikan baju Vei yang terbuka.
"pakai Vei..!! benarkan bajumu..!!!
maafkan aku.. maafkan aku.."
dengan suara tergesah gesah Dave pergi meninggalkan Vei begitu saja.
Vei membereskan baju kembali , masuk dan menutup pintu.
ia masuk kekamar dengan wajah berbinar binar, iya senang menemukan kembali cinta yang selama ini ditunggu tunggu dan melampiaskan perasaannya.
"ini gila.. ini gilaaa....!!!! kau membuatku gila Vei...
manis sekali.. begitu hangat dekapanmu Vei.. harum dan lembut kulit tubuhmu membuat ku tak bisa menahannya.. aku sudah gila ya... aku sudah mulai menggilaimu Vei.. aaaarrrrggghhhhhhhh!!"
"ini ga boleh terjadi lagi.. aku harus menghindarinya.. aku takut tak bisa mengendalikan diriku sendiri lg , sebelum terjadi lebih buruk aku harus pergi!!!"
Dave berbicara sendiri dikamar mandi sembari mengatur nafas tak beraturannya.
setelah keluar dari kamar mandi, ia merebahkan diri ke tempat tidur untuk menenangkan pikiran dan memejamkan mata.
***bersambung***