'Loving Memory'

'Loving Memory'
please jangan berikan perhatianmu



setelah makanan datang Vei langsung melahapnya tak disadar ia menyisakan sedikit saus dipinggir bibir meronanya, Dave yang memperhatikan sembari tersenyum melihat Vei begitu lahapnya menyantap makan. ia mengambil sehelai tissu untuk membersihkan bercak saus dibibir Vei.


"Vei.. makannya pelan pelan..!!" sembari mengusap lembut bibir Vei


Vei tersentak akan usapan lembut yang diberikan oleh Dave tersenyum simpul menahan malu.


"perhatian banget sih.. andai aja..!!" belum selesai Vei berbicara sendiri dalam hati ia tersadar dari lamunan kala mendengar sebuah panggilan


"haay Vei.. hay Dave..!" suara merdu Lina menyapa halus pada kedua orang yang sedang menikmati santapannya itu, Lina adalah seorang penyanyi terkenal di kota ini dan juga satu manajement dengan Vei


"oohhh haai Lin.." Dave dan Vei membalas sapaan Lina secara bersamaan


"hai Dave apa kabar?"


"Oh baik.. loh Vei kamu sama Lina saling kenal??"


"iya aku kenal, Lina kan temen kuliah dan juga satu manajement sama aku..!!"


"duh sorry ganggu ya?? kalau gitu gue ke situ dulu ya mau nemuin temen bye..!!" Lina Melambaikan tangan untuk berpamitan dan berlalu.


"makannya udah selesai Vei? kalau gitu kita pulang yuk!!?"


"okey!"


setelah sampai di rumah Veisha lalu masuk ke kamar tanpa mengatakan hal apapun begitupun dengan Dave.


hari hari yang dilalui oleh Vei dan Dave yang hanya tinggal berdua di rumah melakukan aktivitasnya masing masing seperti biasa dengan rasa canggung yang dirasakan Vei, ia berusaha untuk tidak melakukan hal yang ceroboh lagi yang sempat membuat Dave marah seperti kemarin. namun di sisi lain Dave selalu memberikan perhatiannya yang lebih, seperti selalu menanyakan makan, menanyakan mau pergi kemana, menanyakan kapan pulang, Dave selalu menghubungi Vei melalui sambungan telpon. membuat Veisha semakin bingung setiap saat menghadapi Dave, ia selalu merasakan degupan kencang dalam hatinya.


01.17 dini hari


sepulangnya Vei kerumah seusai shooting, ia melewati kamar Dave mendapati pintu yang sedikit terbuka, Vei mencoba masuk dan perlahan mendekati Dave yang sedang tertidur tanpa mengenakan baju, Vei terperangah takjub melihat six packnya dada bidang dan perut kotak kekar milik Dave, karna sudah seperti kebiasaan Dave bila tidur tanpa mengenakan baju hanya telanjang dada.


tersadar Dave dari tidurnya, betapa terkejutnya ia melihat dekat wajah Vei dengan wajahnya, sontak ia membalikkan tubuhnya dan mendorong Vei ketempat tidur dan segera terbangun untuk berdiri mengenakan baju.


"apa apaan kamu Veisha???"


"kenapa Dave??"


"kenapa katamu? kau benar benar sudah gila Vei!!"


"sudah sering kubilang Dave, aku sangat menggilaimu seluruh otak dan hatiku hanya terisi olehmu Dave!!"


"Veisha sadarlah itu tidak akan mungkin!!"


"tak ada yang tak mungkin didunia ini Dave, kenapa kamu selalu memberikan perhatian Dave, perhatianmu kelembutanmu membuatku tak bisa menahannya..!?"


Veisha berdiri mendekati Dave dan mencoba merangkul tubuh Dave kembali. dengan sigapnya Dave mendorong tubuh Vei hingga terjatuh kembali ketempat tidur.


"Veisha jaga kehormatan dan nama baikmu, kau seperti sudah tidak punya harga diri..!!"


"apaaah..!?? harga diri kamu bilang,? jadi kamu menganggap aku wanita murahan yang gak punya harga diri..??? hiks..hiks..hiks..


sembari menangis Veisha berlari keluar dan memasuki kamarnya hingga keesokkan hari ia mengurung dirinya sendiri, Veisha terus menangis tersedu sedu ia tak menyangka bawha Dave tega mengatakan hal sekasar itu.


setelah beberapa hari orang tua dan adik adik Veisha menikmati liburannya diluar negri, tiba waktunya untuk pulang dan berbeda hal dengan ayah Veisha yang berlanjut untuk keluar kota untuk menangani sedikit kendala diperusahaannya dikala ia tak ada.


Veisha yang sudah mau keluar dari kamarnya ia terus dibujuk oleh Dave yang terus meminta maaf dengan Veisha akan kata kata kasarnya kemarin malam.


***bersambung***