'Loving Memory'

'Loving Memory'
tersenyum mengingatnya



mendengar ucapan salam dari luar dan membukakan pintu, bunMay terkejut kala mendapat pelukan gembira dari anaknya bunMay tersenyum senang.


Vei yang melepaskan pelukannya dan memberi berita bahagia itu kala ia telah lulus sekolah dan menagih janji pada bunMay.


"bun Vei udah lulus berarti Vei boleh kan..??"


bunMay belum melepaskan tatapan untuk anaknya yang sedang tersenyum bahagia,


"boleh apa sayang..?"


"bunda kan udah janji kalau aku lulus, aku boleh menerima kontrak pekerjaan menjadi model!!?"


ya Veisha selama beberapa bulan ini menggeluti pekerjaan sambilan sebagai model gadis sampul yang ia terima.


bunMay menjawab


"iya kamu boleh nak,, tapi bunda juga mau kamu nerusin pendidikan untuk kuliah sayang..!!"


"iya bun.. aku janji akan lajut untuk masuk kuliah sambil kerja,, kan biar bisa bantu bunda, meringankan beban bunda..!!"


Maya yang meneteskan air mata terharunya sembari meraih kembali tubuh anaknya.


"bagi bunda kalian adalah malaikat kecil bunda bukan beban nak..!! makasih ya sayang.. kamu anak baik yang berniat untuk membantu bunda, tapi nanti kalau kamu udah kerja bunda ga mau kamu melalaikan tugas tugas belajar kamu ya!!?"


"iya bun pasti,, aku kan juga mau meraih pendidikan lebih tinggi dan aku juga ingin membuat bunda bangga".


seusainya percakapan itu. bunMay bertanya heran.


"Vei baju kamu kok basah gini kamu abis ngapain sih??"


melihat anaknya tersenyum merekah, bunMay mengerutkan alisnya.


"jadi.. tadi Vei kena cipratan air dijalan dari mobil yang lewat bun,,,"


tersenyum malu sambil mengingat kembali laki-laki yang ia belum kenal namanya itu


bunMay yang bingung.


"kok kamu malah senang kena air cipratan dijalan,? kan kotor..?"


tanpa mndapat jawaban dari Vei yang masih senyam senyum itu, bunMay segera menyuruh Vei untuk membersihkan dirinya yang sedikit lusuh.


Vei yang beranjak melangkahkan kakinya untuk mandi sambil menanyakan adiknya.


"tadi adik kamu kerumah temannya untuk menyakan kelanjutan masuk sekolah SMPnya Vei.."


selesai membersihkan dirinya Vei kembali mengingat kejadian di jalan tadi.


"Ya ampun kenapa gue ga nanya namanya ya, **** banget sih gue uuuhh.." menepuk nepuk kepalanya sendiri


Vei tersenyum dengan rasa penasaran karna ia baru kali ini melihat orang asing yang membuatnya kepikiran.


*******


sesampainya Dave dikantor perusahaan milik ayahnya yang dilanjuti oleh Dave sebagai penerus pengganti ayahnya yang telah tiada beberapa tahun lalu karna penyakit yang dideritanya.


setelah duduk di kursi jabatan sebagai direktur utama di perusahaan yang cukup ternama di salah satu kota ******* yang telah setahun di geluti Dave setelah lulus kuliah di salah satu universitas terkenal di kota *****


ya baru setahun Dave pindah kekota ini. sebelum ia menggantikan om Dimas adik dari ayah Dave, om Dimas berencana untuk mendirikan usaha lagi di luar negri setelah Dave lulus kuliah dan menggantikannya.


om Dimas mempunyai beberapa cabang usaha yang cukup populer diberbagai kota, kini ia beranjak membuka cabang lagi diluar negri yang membuatnya sangat sibuk untuk bolak balik dari indonesia ke luar negri.


dahulu ia bekerja di perusahaan kakaknya membantu Dirga(ayahDave) mengembangkan perusahaan yang sampai saat ini masih berdiri kokoh.


selain om Dimas mempunyai beberapa usaha ia juga menepati janjinya kepada mendiang kakaknya untuk membantu melanjutkan pekerjaannya setelah kepergian Dirga, sambil menunggu kelulusan kuliah Dave.


Dave yang baru tiba se usainya menemui client di salah satu restoran aga jauh dari kantor.


Dave duduk dan menyandarkan kepalanya di kursi sambil menghela nafas pelan.


terlintas dipikiran Dave ia mengingat gadis aneh nan lucu itu, seraya tersenyum heran dan menggelengkan kepala. sejenak melamunkan pada gadis asing yang ia tak ketahui namanya itu.


"kenapa aku mengingat kembali senyumannya?" celetuk Dave dalam hati.


"aahh.. sudahlah kenapa aku harus memikirkan soal kejadian itu!!??" Dave berkata sendiri


ya Dave tak pernah ingin mengenal wanita apa lagi terpikir untuk menjalai hubungan dengan wanita, yang ia anggap semua wanita itu sama. dengan alasan Dave yang membenci ibunya


sejak kejadian pilu yang membuat hati Dave dingin terhadap wanita.


sejak saat ia masih kuliah dulu setiap hari mendengar keributan keributan yg tak ada hentinya. sampai akhirnya Dave mengetahui bahwa ibunya selingkuh dan memilih pergi dengan pria kaya raya keluar negri.


***bersambung***