'Loving Memory'

'Loving Memory'
tumben curhat



***kantor Dave***


sesampainya Dave diruang kerja, ia menjatuhkan tubuhnya kesofa dengan raut wajah ditekuk, mengenakan dasi agak miring, rambut tak beraturan. penampilan Dave yang biasanya tertata rapih kini sebaliknya, mengapa ia begitu murung, perasaan bersalah yang mengelilingi otaknya disisi lain perasaan indah yang ia lepaskan selama ini tertahan. entah lah perasaan yang tercampur adukkan hati dan pikirannya saat ini.


"apa yang harus aku lakukan?? aku memang mencintaimu dan menginginkanmu Veisha, tapi bagaimana dengan om dan tante yang mempercayaiku menjagamu sebagai adik, namun aku menghianati mereka.. bukannya aku menjagamu tapi malah aku berani menyentuhmu bagai mana kalau mereka tahu..??? seorang kakak yang lancang menyentuh adiknya.. aku tau kita hanya sodara tiri tak ada sedikitpun hubungan darah tapi ... ak.. aaaaarrrrrrgggghhhhh....!!!!!" decak lirih Dave yang memikirkan bagaimana caranya menghadapi situasi ini.


cekkleekk..


"Dave kenapa lo, kusut amat..??" sapaan Kevin asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan keluaraga Fernandez, yang juga sahabat baik Dave sedari kecil.


"hhmm.. entahlah pusing gua..!!" Dave menjawab dengan wajah bingungnya yang tak pernah ia tunjukkan pada siapapun sebelumnya.


"lo kalo lagi ada masalah tuh cerita!! sapa tau gue bisa bantu broo..!!" Kevin mencoba untuk sedikit menenangkan Dave.


"gue bingung sama perasaan, yang bertolak belakang dengan keadaan.."


"tumben lu ngomongin soal perasaan,? sejekbujek gue kenal elu, gapernah gue denger tentang perasaan lu Dave..!!??" seru Kevin yang heran dengan Dave karna baru kali ini ia membicarakan tenteng perasaan yang tak pernah ia ceritakan pada siapapun termasuk Kevin sahabat terbaiknya.


"selama ini gue simpan perasaan itu untuk pertama kalinya.. entah dari mana datangnya gue tertarik liat senyumnya tanpa tau siapa namanya.. setelah beberapa tahun gue ketemu lagi dengan harapan ingin mengenalnya lebih dekat tapii...!!"


"tapi kenapa broo..???" Kevin bertanya penasaran


"tapi kenyataan berkata lain, dia cuma akan menjadi adik gue..!!"


"hah... yang lo magsud Veisha!!!????" Kevin membulatkan mata terheran heran.


"hadeeehh baru gue mao nitip salam buat ade lo bro.. ckckck..!!" Kevin berusaha meledek Dave


sontak mata Dave memberalak dengan mengepalkan kedua tangannya.. entah rasanya ia tak rela atau semacam rasa cemburu.


"buseett sabar bro.. udah melotot aja lu, becanda gua becanda.. hahahaha..!"


Kevin menyambungkan pertanyaan herannya


Dave menghela nafas panjang dan melonggarkan dasinya


"ya gue emang suka sama dia, tapi disisi lain om Dimas dan tante Maya menitipkan anak anaknya dan mempercayai gue untuk jagain mereka.. dan gue juga udah berjanji menjadi kakak yang menjaga adik adiknya..!!"


"hhm.. jadi itu masalahnya.. gimana ya caranya!?" Kevin berpikir bagaimana mencari jalan keluarnya.


"mm.. tapi Dave, si Veisha juga suka ga sama lo..??"


"hmm.. iya.. dia juga punya perasaan yang sama, tapi Veisha seolah menuntut menunjukkan perasaannya dengan sikap dia yang aneh..!"


"sikap aneh? magsud lo..??


"ya akhir akhir ini dia agak sedikit nakal, padahal sebenernya dia gadis yang baik, penurut dan patuh pada orangtuanya, tapi dia sering menunjukkan sikap buruknya kegue, dia sering keluyuran malam dengan alasan mau shooting padahal dia bohong, ngerok*k, minum minuman sampe mabuk, dan sering pake baju baju terbuka. entah gue ga tau apa yang dia magsud..??"


"mungkin dia mau lo nunjukin perhatian yang beda kali bro.. kaya.. caper caper gituu.."


"hmm mungkin,, dan bodohnya gue sempat tergoda, karna seringnya ngeliat kulit putih mulusnya, lekukan tubuhnya, aaarrrgghh pusing gua..!!"


"teruuus lu apain tu anak..!!"


"dua kali.. dua kali gue menyentuhnya, gue cium bibir manisnya, gue ga tahan sama godaannya yang terus dia tunjukkan..!! dan gue ngerasa bersalah sama kedua orangtuanya karna melanggar janji, bukannya menjaga anaknya tapi malah menyentuhnya!!"


"whaaaaat...?? lu cuma nyium doang, gue kira ngapain.. trus tangan lu grapa ***** ga?? ckckckck.. ya elaaah cuma ciuman doang ampe segitunya ngerasa bersalah..!!


Dave menggelengkan kepalanya ringan


"tapi ini yang pertama kali buat gue..!!


"hahahahaha Dave..Dave.. elu tu ganteng, perfeck, bos kaya raya bisa dapetin apa aja yang elo mau,! umur lu udah 27th cuma ciuman aja baru pertama, kaya terong dicabein luh ah..!!! makanya jangan selalu focus sama kerjaan aja dong Dave..!!"


***bersambung***