'Loving Memory'

'Loving Memory'
pindah rumah



"Vei.."


panggilan lembut bunMay seketika melenyapkan lamunan Vei yang kacau.


"iya bun..?"


"hari ini kamu mau kemana nak?"


"shooting bun,,!"


"loh katanya udah selesai shooting filmnya?"


"ini hari trakhir kok bun, sebelum kelokasi Vei mau kekantor manager dulu untuk menandatangai kontrak baru buat film selanjutnya"


"waah aku ga sabar mau nonton film kakak!?" seru Fely yang penasaran.


"memangnya kamu ga mau istirahat dulu nak?"


"iya Vei bener kata ayah kamu, beberapa bulan ini kamu sibuk dan pulang pagi terus nak, pastikan kamu cape kasian badan kamu Vei, jangan terlalu diforsir!!"


"nah tuh dengerin kata bundamu, ayah juga gamau kalo kamu sampe sakit, minggu depan ayah punya rencana untuk ngajak kalian liburan ke paris!!"


horeeee... asiiiiiiikk..!!


Nai dan Fely merasa sangat gembira.


"hhmm ayah sama bunda kan mau honeymoon kenapa ngajak kita kita, nanti malah ganggu lagi..!" goda Vei sembari tersenyum nakal


"Vei.. kamu ngomong apasih" bunMay tersipu malu


"aahh kamu bisa aja Vei, ayah sama bunda kan udah tua ga pake honymoom honeymoonan lah.."


"hhmm.. umur boleh tua yah tapi jiwa kan tetep muda..!?"


godaan Vei memecahkan tawa riang menambah kehangatan keluarga dipagi ini.


"oh ya, ayah mau bicara sama kalian,!


besok Veisha dan Naisha beresin barang barang kalian untuk pindahan kerumah kita.!!"


"iya nak besok kita pindah ya!?" bunMay menyambungkan.


Vei yang terkejut dan bingung membuatnya terdiam sejenak.


"tapi rumah ini bun..???"


Vei tak bisa menolak, ia hanya bisa menganggukkan kepala saja.


***keesokan harinya***


setelah lelah membereskan barang barang, Vei merebahkan tubuhnya sejenak ke atas tempat tidur nan empuk sembari memutar mutarkan mata yang melihat kamar baru nan megah hampir 2 kali lipat lebih besar dan indah dari pada kamar yang ia miliki dirumahnya.


sambil melamun memikirkan perasaan apa yang harus ia rasakan entah senang atau sedih, tak terasa ia memejamkan mata dan terlelap tidur sampai sore.


makan malam pertama dirumah mewah tersebut, mencampur adukkan perasaan yang tak menentu di hati Vei, rasa canggung yang dirasakan Vei yang duduk di sisi kiri Dave membuat jantungnya berdegup kembali seperti pertama kali dulu ia bertemu dengan pangeran impian yang kini menjadi seorang kakak.


seusainya makan malam yang riang sangat terasa hangat bagi keluarga baru tersebut, tapi tidak dengan hati Vei dan Dave yang sama sama kacau, dan berusaha menutupi sebaik mungkin. tanpa mengetahui perasaan mereka yang tak saling mengetahui hati satu sama lain.


seminggu kemudian


om Dimas menepatkan janjinya untuk mengajak liburan ke luar negri.


Fely dan Nai sudah sibuk sedari tadi membereskan barang barang yang ingin mereka bawa,


sementara itu diruang keluarga terdapat empat orang yang duduk bersantai sejenak


"Vei.. nanti sore kita berangkat, kamu udah beresin barang barang yang kamu mau bawa??"


"udah kok, kita ga lama kan disana yah..? soalnya Vei gamau ketinggalan mata pelajaran dicampus!"


"nggak kok paling cuma 4/5 hari, hhmm kamu khawatir kuliah apa shooting ni..??"


"mmm.. kuliah kok yah.."


"tumben kamu mikirin kuliah Vei,? biasanya kamu lebih mentingin kegiatan shooting.."


"beneran kok bun..!!"


Dave yang mendengarkan percakapan ketiga orang dihadapannya itu hanya diam dan sesekali memandang wajah Vei yang ia tebak ada kebohongan kecil.


"Dave.. kamu bisa kan menugaskan asisten kamu untuk menghandle pekerjaan kamu di kantor??"


"iya om.." jawab Dave singkat dengan wajah dingin.


"nah kalau begitu semua udah diatur nanti sore kita siap siap untuk berangkat.!"


***bersambung***