
sudah hampir 2 minggu Dave tak pulang pulang ke rumah, Perasaan kacau Veisha semakin tak menentu hingga akhirnya ia terjatuh sakit karna selalu memikirkan Dave, ia sering mogok makan dan jarang tidur.
10.17
tok..tok..tok..
"Vei.. kamu gak kuliah nak..??"
cekkleekk..
"Vei apa kamu sakit..??"
bunMay membuka pintu yang tak terkunci didapatinya Vei yang masih berbaring di tempat tidur, bunMay mendekati dan memeriksa keadaan putri cantiknya itu, dan memegang dahi untuk memastikan suhu tubuh Vei, betapa terkejutnya kala mendapati kening Vei yang begitu panas. bunMay begitu panik dan bingung, ia harus minta tolong pada siapa Fely dan Nai sedang sekolah, sedangkan suaminya pergi keluar kota sejak kemarin, terlintas dibenaknya adalah Dave, bunMay bangkit untuk mengambil hp untuk menghubungi Dave.
tuut..tuut..tuut..
"iya hallo tante.."
"Dave tolong tante Dave...!!! Veisha.. Veisha..!
"Veisha kenapa tante..???"
"Vei sakit Dave, demamnya begitu tinggi, tante bingung sedangkan om kamu lagi keluar kota dari kemarin.. tolong Dave..!!!"
"iya tante tunggu ya, Dave segera kesana.."
Dave tak pedulikan lagi kala ia sedang meeting dengan rekan bisnisnya, ia memutuskan untuk segera pergi dan menolong Veisha, tak lupa ia menugaskan Kevin untuk menghandle semua pekerjaannya.
Dave berlarian menuju keluar kantor dengan paniknya ia menabrak orang yang sedang berjalan, semua karyawan terlihat bingung karna baru kali ini ia bersikap tergesah gesah.
Dave melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang hingga tinggi, begitu panik dan cemasnya ia terhadap Vei.
sesampainya dirumah Vei, ia terus berlarian menuju kamar Vei, ia mendapati bunMay yang sedang menangis.
"Veiii..."
ia mendekati Vei dan memeriksa keadaan Vei yang sedang menggigil.
"tinggi sekali suhunya!!
Dave berpikir untung membawanya kerumah sakit dan membopong tubuh Veisha kedalam mobil
setelah ditangani dokter, Vei masih tak sadarkan diri
dan dokter keluar untuk memberi tahu keluarga pasien.
Dave dan bunMay serentak bangkit dari duduknya dan bergantian menanyakan keadaan Vei.
"tenang buk, pak,.. pasien tidak apa apa.. ia hanya kelelahan saja, saya sudah menyuntikkannya obat ia harus beristirahat yang cukup agar suhunya turun"
"hhuuuuhhh makasih dok, saya boleh melihatnya..!!" Dave bernafas lega hingga kecemasannya sedikit berkurang
"ya silakan!! kalau begitu saya permisi dulu"
"iya dok"
Dave melihat Veisha yang terbaring lemah ditempat tidur RS dengan infus ditangan yang menempel, dan wajah yang begitu pucat. tak terasa sebutir bening menetesi pipi Dave, ia sangat mengkhawatirkan kondisi Vei seperti ini.
bunMay yang terus saja menangis, ia tak tega dengan melihat putri tersayang terbaring lemah
"nak.. bangun sayang ini bunda..hiks..hiks"
"udah tante, Vei nanti pasti sembuh.. dia hanya butuh istirahat!!"
"hiks..hiks.. iya Dave tante khawatir.. akhir akhir ini Veisha jarang makan sekalipun dia makan itu bisa dihitung cuma berapa suap, wajahnya juga terus terusan murung, dan akhir akhir ini juga Vei lebih sering mengurung dirinya di kamar, tante rasa dia lagi ada masalah, tapi dia ga mau cerita sama tante Dave!!??"
mendengar kata kata tante Maya mengenai Vei akhir akhir ini Deva hanya menghela nafas panjang.
"hhmm yaudah tante tenang ya, nanti Dave akan bujuk Vei untuk makan biar cepet sembuh..!!"
"iya Dave makasi ya, kamu ga balik lagi kekantor Dave? Vei biar tante aja yang jagain..!!"
"nggak kok tante, Dave mau disini temani Vei, soal pekerjaan kantor udah dihandle sama Kevin,, lebih baik tante pulang aja istirahat, sebentar lagi kan Fely dan Nai pulang sekolah!!"
"beneran Dave gapapa kalo tante pulang dan Dave jagain Veisha!??"
"iya tante gapapa beneran, lagi pula kasian adik adik dirumah tan!"
"hmm.. yaudah kalau gitu tante pulang dulu ya? tante titip Vei ya.! nanti kalau ada apa apa hubungi tante ya Dave makasih ya Dave..!!"
"iya tante aku pasti jagain Vei, hati hati tante..!!"
"Vei.. aku minta maaf.. aku salah.. kumohon bangunlah Vei..!! aku janji akan pulang Vei.."
"kenapa dia jadi seperti ini?? semua ini gara gara aku, bangunlah sayang.. sembuhlah sayang.. aku sangat sangat merindukanmu.. kumohon maaf kan aku..!!" seruan Dave berbicara sendiri yang begitu cemas dan merasa bersalah
cuupppphh...
satu kecupan kasih sayang menempel lekat di kening Veisha.
***bersambung***