
***masih diapartement***
"Veisha apa secepat itu kamu melupakan apa yang pernah terjadi disini..!???"
"iya Dave aku ingin secepatnya melupakan hal itu, secepat kamu mencampakkanku!!!"
"aku gak pernah berniat untuk menyakitimu apa lagi mengkhianatimu Veisha!!"
"gak pernah berniat tapi apa buktinya Dave apa buktinya sekarang..???"
keemosian Dave memuncak sampai ke ubun ubun ia tak tahu lagi harus mengungkapkan apa lagi, namun ia ingin sekali memeluk tubuh Veisha yang sangat ia rindukan.
"lepasin aku Dave lepasiiiin.... berhentilah menyakitiku..!!!"
Dave melepaskan dekapan eratnya pada Veisha sembari mencium paksa Veisha dan berlalu meninggalkan Veisha yang menangis tersedu sedu
"hiks..hiks.. sakit.. Dave.. hatiku sakit.. kumohon berhentilah menyakitiku... kumohon mengertilah Dave...!!!" sembari menangis ia meratapi kesedihannya sendiri
diperjalanan Dave yang menuju kantor, ia berdecak sendiri meluapkan emosinya sembari memukul stir mobil
"shiiiit.. maafkan aku Vei.. maafkan aku.. jika bagimu aku hanya bisa menyakitimu.. maka bunuhlah aku Vei.. bunuh saja aku yang gak berguna ini..!!! aaaaarrrggghhh...."
sesampainya Dave dikantor ia memerintahkan Kevin untuk membeli apartement yang ingin dijual Veisha
"Kevin.. lo beli apartement di alamat ini ..... dengan harga berapapun bahkan kalau penjualnya tak mau membarikan maka bayar 2/3 kali lipat untuk mendapatkannya..!! gue gak rela kalau apartement itu jatuh ketangan orang lain..! gue gak rela..!! tempat itu..,, tempat dimana gue mengungkapkan perasaan yang selama bertahun tahun gue pendam..,, dan tempat itu adalah tempat yang penuh kenangan saat bersama Veisha..!! gue mau lo cepet beli apartement itu...!!!!!!!!"
"okeh Dave okeh.. gue bakal cepat mengurusnya.. lo tenang aja ya..!!!"
sementara itu Veisha berusaha bangkit dan menghapus air matanya ia ingin menemui orang yang sudah berjanji akan membeli apartementnya yang sudah menunggu di sebuah cafe yang berada dekat dari apartement tersebut.
hiks.. sudahlah Vei.. kuat Vei.. kuat.. jangan cengeng.. sekarang gue harus menemui mbak Nana, kaisan dia udah nungguin gue dari tadi..!!
***rumah kel Fernandez***
18.45
"Dave kamu baru pulang..??"
"Dave tadi pagi Lina membereskan barang barangmu,, kamu yakin mau pindah keapartement?? kenapa gak disini aja Dave.. ini kan juga rumah kamu..!??
"gapapa tante,, Dave cuma ingin mandiri,, dan mungkin besok saja Dave baru pindah karna hari ini Dave capek banget..!!"
"ya sudah kalau itu keputusan kamu tapi janji ya kamu sering sering loh main kesini!!??"
"iya tante pasti!!"
"yaudah kamu istirahat aja kalau capek tante rencana mau mengajak Fely dan Nai kemall dulu, sekalian membeli kebutuhan Veisha buat lusa dia berangkat ke New York..!!"
"lusa tante?? kenapa secepat itu??"
"iya, kamu kan tahu sendiri sifat Veisha kalau sudah maunya ya harus..!"
"lalu dimana Veisha sekarang tante??"
"Vei dikamarnya tadi sore dia baru pulang!!"
"yasudah kalau begitu Dave mau ketemu Veisha dulu tante..!"
"loh pulang kerja capek capek malah mau ketemu adiknya bukan ketemu istri..!?"
"Dave hanya ingin bicara dengan Veisha tante.."
"oke deh Dave,, oia tante boleh kan mengajak Lina untuk pergi kemall!??"
"iya tante"
setelah usai percakapan dengan tante Maya Dave berlalu memijakkan kaki untuk menemui Veisha dikamarnya ia ingin memberikan sesuatu yang ia beli setelah pulang dari kantor tadi
tanpa mengetuk pintu Dave masuk kekamar Veisha yang sedang termenung menitihkan air matanya, Veisha masih mengingat jelas pertengkaran dengan Dave tadi di apartement.
***bersambung***