'Loving Memory'

'Loving Memory'
tak pernah sesakit ini



"kumohoon... Dave.. kumohon.. demi aku, nikahkan Lina.. hiks.. hiks..!!"


Veisha bersimpu dan memohon dihadapan Dave dengan tak hentinya menagis, Dave yang melihat Vei memohon padanya untuk menikahkan Lina, ia hanya mematung dan memikirkan mimpi buruk apa yang ia sedang hadapi saat ini.


"Vei.. tapi bagaiman dengan hubungan kita..!??"


"udah gak ada lagi hubungan di antara kita, lupakan Dave.. lupakan..!!!"


"tapi aku gak bisa melupakannya begitu saja..!!??"


"Dave,, untuk terakhir kalinya aku memohon dan meminta padamu lupakanlah apa yang telah terjadi di antara kita,,!! aku akan mengubur dalam dalam kisah rahasia yang akan menjadi kenangan kita berdua Dave.. kumohon kabulkanlah permintaanku ini Dave..??!!!!"


dengan berat hati Dave hanya meng iya kan permintaan Veisha, ia tak tega melihat Veisha yang terus memohon padanya.


Veisha lalu pergi meninggalkan Dave yang masih terpaku berdiam diri.


"mengapa ini terjadi...??? maafkan aku Vei.. maafkan aku..??!!" ujar penyesalan batin Dave yang masih tak mempercayai hal ini.


Veisha mengendarai mobil kembali dan menyetirnya menuju kerumah dulunya sembari tak henti menangisi kenyataan ini


setibanya Veisha dirumah miliknya dulu membuat Oby dan Inces terkejut heran dan bertanya tanya, akan keadaan Vei yang sangat kacau.


Veisha menceritakan semua kisahnya dengan Dave dan kenyataan yang baru terjadi pada Oby dan Inces dan menyuruhnya untuk menutup mulut.


bla..bla..bla..


seketika Oby dan Inces tercengang dibuatnya


"gue mohon tutup rapat rapat mulut kalian..!!


Oby : "iya Vei gue gak akan buka suara sama siapaun!!"


Inces: "iya iya Vei kita janji gak akan bilang kesiapa siapa tentang hubungan lo sama Dave.."


"makasiih kalian sahabat terbaik gue..! hiks hiks.. gue gak pernah merasa sesakit ini gak pernah.. hiks.. hiks.."


"sabar.. Vei.. sabarr.. mungkin ini udah takdir.."


Veisha memasuki kamarnya sejenak untuk menenangkan diri dari masalah ini, semua rasa kecewa, sakit, hancur, menjadi satu didalam hatinya, ia terus menangis dan meratapi perasaan yang kalut. impian yang baru secuil ia raih namun sirna diterjang ombak yang begitu dahsyat.


"mengapa kau berikan aku cinta Dave??? jika hanya untuk kau rampas dan mencabik cabiknya.. sakit Dave.. sakittt... hiks hiks.."


sementara itu, Dave yang baru menginjakkan kaki dirumah, dengan wajah lusuhnya menghampiri omDimas dan bunMay yang telah menunggunya sedari tadi.


"Dave,, om gak percaya apa yang kamu lakukan..??"


bunMay hanya diam menangisi kejadian ini, Dan Dave yang masih terpaku mamikirkan apa yang harus ia lakukan.


"sebelum terlambat kamu harus bertanggung jawab Dave,,!! om gak mau nama baik keluarga Fernandez tercoreng karna kelakuanmu.. secepatnya om akan mempersiapkan pernikahan kalian...!!!"


seketika bibir Dave terkunci untuk mengeluarkan kaka kata apapun yang ingin ia jelaskan pada om dan tantenya, hingga tak terasa ia meneteskan air mata seolah meluapkan kesedihannya kala itu.


*(waah baru kali ini looh seorang Dave mengeluarkan air matanya😢😢)*


Dave bukan hanya sedih memikirkan masalah yang ia hadapi saat ini. namun ia merasa hatinya telah teriris perih memikirkan cintanya pada Veisha yang kandas dengan masalah yang ia tak tahu persis soal kejadian itu.


keesokkan harinya Dave menemui Lina untuk meminta penjelasan tentang masalah ini


"apa magsudmu Lin???" bentak Dave mengejutkan Lina


"kamu ga inget Dave? sebulan yang lalu kamu keaprtementku, dan kamu yang memintaku untuk melakukannya.."


"gak mungkin Lin.. itu gak mungkin!!!!"


"apa yang gak mungkin, buktinya sudah terjadi.. aku mengandung anakmu Dave!!"


Lina yang memang sedari sekolah dulu mengagumi dan menyukai Dave hingga membuatnya melakukan hal seperti ini.


mendapat jawaban Lina yang begitu mustahil untuknya, Dave berlalu pergi meninggalkan Lina dengan membawa kemarahannya.


***bersambung***