
***dikediaman rumah Dave***
pagi yang cerah dengan matahari yang menyinari mata Dave dibalik gorden tipis yang menutupi jendela kamar.
Dave perlahan membuka matanya sesekali menguap dengan rasa yang masih terkantuk. Dave melihat jam menunjukan pukul 09.23 di meja kecil yang berada disamping tempat tidur bigsize milik Dave,
sambil mengucek ngucek mata dan memandangi keatas langit langit kamar, yang entah dari mana datangnya terlintas bayangan senyum gadis cantik yang brtahun tahun lalu bertemu dengannya tanpa tau nama gadis itu dan sering muncul di benak Dave, membuatnya heran mengapa ia sering mengingat jelas bayangan itu, tanpa Dave menginginkannya.
"siapa gadis itu mengapa aku tak bisa melupakannya?" gumam Dave dalam hati.
Dave terbangun dari kasur untuk mengalihkan pikirannya dan beranjak menuju kamar mandi.
gemericik air yang keluar dari shower membasahi tubuh kekar nan six pack miliknya, sambil sesekali mengusap wajah tampannya, Dave masih merasa heran pada dirinya sendiri yang enggan membuka hatinya untuk para wanita yang mengagumi sosok berwibawa, tegas dan dingin yang di miliki Dave.
hanya wanita tidak normal saja yang tak mengagumi seorang Dave. dengan kedudukan tinggi, berwawasan luas soal bisnis yang ia geluti selama beberapa tahun ini, walaupun dengan waktu yang cukup singkat Dave berhasil menambah kejayaan perusahaan milik Dirga Fernandes ayah Dave yang susah payah membangunnya, beralih hingga saat Dave yang meneruskan perusahaan sampai saat ini masih berdiri kokoh dan bertambah tinggi.
seusainya mandi dan mengenakan kaos oblong putih disertai celana jeans pendek selutut.
Dave melangkahkan kaki menuju balkon kamar, Dave hanya terpaku menatap indahnya pagi yang cerah ini, karna ini hari minggu maka ia tak langsung turun kelantai bawah rumahnya yang sehari hari ia lakukan seperti biasa untuk sarapan pagi, dan seperti biasa tiap hari minggu Dave yang hanya betah berdiam diri di rumah kadang sesekali ia mengajak jalan jalan adik sepupunya bernama Felycia Fernandez yang biasa di sapa Fely yang tak lain anak dari om Dimas Fernandez, yang memang tinggal 1 rumah dengannya.
sebenarnya Dave juga memiliki apartement, dan kadang ia datangi kala bosan dirumah megah milik kel besar Fernandez ini.
Dave yang di percaya om Dimas untuk menjaga Fely saat om Dimas sedang keluar kota atau keluar negri untuk mengurus usahanya.
om Dimas duda kaya raya yang ditinggalkan istri untuk selamanya saat melahirkan Fely kala itu, ini memilih hanya focus mengurus anak semata wayangnya Fely dan beberapa usahanya.
tok..tok..tok..
"kak... kak Dave udah bangun belum!!!"
suara ketukan pintu dan sapaan suara Fely yang aga cempreng membuyarkan pandangan Dave pada matahari cerah dan bergegas berjalan membukakan pintu karna suara Fely yang membuatnya kaget.
"ada apa Fely..??"
"kak ayooo..!! katanya mau ajak Fely jalan-jalan!?"
"ini masi pagi Fel..!!" jawab Dave yang sedikit ngehela nafas sabar..
"iya.. nanti kakak ajak kamu jalan tapi kita sarapan dulu ya!!?" sambil menuntun tangan Fely mengajak turun kelantai bawah.
*meja makan*
dengan lahap Fely menyantap nasi goreng buatan bibi inah(ART) yang sudah mengabdi membantu pekerjaan rumah sejak saat Fely masih bayi.
Dave yang melihat Fely semangat karna ia menepati janjinya dari minggu lalu, yang sudah lama tidak mengajak Fely jalan-jalan.
senyum Dave tiba-tiba merekah senang melihat kekonyolan adiknya.
Fely yang bersemangat menghabiskan makanannya sambil bercelotehan tak henti-henti.
"kak nanti kita jalan kemana..?" tanpa Dave menjawab
"oia kak kita ke mall ****** aja ya kak Fely mau beli baju, sepatu, dan kado buat minggu depan Fely mau datang kepesta ultah temen Fely kak?"
"iya..!!"
"ayo dong kak makannya cepetan di abisin!!!"
"emngnya mau berangkat sekarng? ini baru jam berapa Fel??"
pertanyaan Dave yang membuat Fely cemberut.
"emngnya kakak lagi sibuk apa lagi kalo pagi pagi gini, nanti kalo ga berangkat sekarang ga jadi lagi deh kaya minggu lalu tiba tiba kakak ada pekerjaan di rumah..!"
Dave hanya tersenyum tipis.
"ok.. ok.. kita jalan sekarang, kakak ambil jaket dan kunci mobil dulu ya!!"
Fely tersenyum girang.
***bersambung***