
***dikediaman kel Fernandez***
makan malam 19:15
semua anggota keluarga sudah duduk masing masing di tempatnya kecuali Vei yang hingga saat ini belum pulang.
"Veisha mana tante..??"
"belum pulang Dave..!" bunMay menjawab lirih
om Dimas, Fely dan Nai hanya terdiam.
"pak , bu. itu non Vei baru pulang.." seru bi inah memberi tahukan seraya melihat kedatangan Vei
bunMay tersenyum lega
"haaaaiii... semuanya pada nungguin akoh yaa..??"
sesampainya Vei yang menghampiri meja makan dengan sapaan gembira padahal sebenarnya palsu.
"Vei kamu kok baru pulang?? ii..ituu kenapa tangan kamu nak kok diperban??"
kemarin malam waktu Vei mabuk, ia sengaja menggenggam gelas kaca hingga hancur, karna emosi.
membuat semuanya khawatir dengan bergantian memberi pertanyaan yang sama.
"ooohh... ini gapapa kok bun.. cuma luka kecil, tadi lagi shooting, terus ackting meranin genggam gelas sampe pecah,, eh.. gataunya Vei ngeremukin beneran deeeeh..!!!"
kalimat terakhir Vei agak sinis seraya melirik Dave
"udah jangan khawatir!!! Vei udah biasa kok ngerasain sakit lebih dari ini malah..!!"
lagi lagi melirik Dave untuk menyindir.
"aduuhh kakak.. emangnya kalo ackting itu harus beneran ya..?" Fely yang bertanya cemas dan kepo
"hhmm.. ga juga sih, tapi tadi karna kebawa suasana aja dek..!"
bunMay merasa bila anaknya agak berbeda
"nak.. kamu kenapa? kalo lagi ada masalah cerita dong sama bunda..!!??"
"iya Vei kamu kenapa..?" begitupun dengan om Dimas
"beneran gapapa kok yah..bun.. emang masalah apa,? Vei kan, ga pernah punya masalah..!!"
lagi lagi menyindir Dave
"kamu udah kedokter Vei..??"
"ga perlu kedokter kak, ini kan cuma luka kecil,, lagian udah di obatin sama manager aku,. oia.. manager aku tuh baik banget loh.. udah baik, ganteng lagi..!! jadi pengen terluka terus kalo dia yang ngobatin.."
sindiran itu menancap dihati Dave, sebenarnya ia tahu jika Vei sedang berbohong.
"iiihhh.. bunda apaan sih, aku cuma kagum aja bun..,! aku tu gamau jatuh cinta, nanti sakit!! lagian cinta itu kan bulshiiit.."
telak sekali kaka kata yang dilontarkan dari bibir Vei, yang membuat hati Dave terasa perih.
"eeeiits... nggak semua cinta itu membuat sakit nak,,!! buktinya cinta ayah dan bunda ni sudah terbukti, iya kan buuun..???"
"ehem ehem.. duuh ayah bisa aja bikin pipi bunda merona ahayyy.." Vei menggoda nakal kedua orang tuanya
ditambah lagi Fely dan Nai juga ikut menggoda "ciyee..ciyee.. uhuy cooo cuwiiiit.."
Dave hanya tersenyum walau hatinya memanas.
setelah bercanda canda riang, Vei ingin mengambil piring yang sudah tersedia dimeja, tiba tiba terlepas begitu saja meskipun tidak pecah namun membuat seisi ruangan terkejut khawatir.
gumpraaaang...(mungkin begitulah bunyinya😂😂😂)
"aaaawwww ssshhhhh..."
dengan sigap Dave menggenggam lembut pergelangan tangan Vei dengan rasa khawatir yang begitu ditonjolkan.
bunMay,om Dimas serentak kaget "hati hati nak..!!"
Nai,Fely yang turut ikutat cemas. "kakak.. hati hati sakit yaa???"
"Vei.. hati hati,,!! sini kakak aja yang ambilkan.!!" dengan lembutnya perhatian Dave, yang sebenarnya tak ingin ia tunjukkan
duuuuhh jantung Veisha seperti serasa naik tornedo saja uhuy🤣🤣
Dave: "luka kamu ini parah Vei.. nanti kedokter aja ya..!!?"
bunMay,omDimas: "iya nak kedokter aja takutnya infeksi.!!"
Vei: "ga usah.. nanti juga sembuh sendiri kok!"
"nggak disuntik kok Vei..!! bunda tau kamu ga mau kedokter karna takut di suntik kan??"
bunMay membuat suasana menjadi riang kembali.
omDimas,Fely,Nai: "ooooooohhhh... jadi takut disuntiiiiik..!???"
Vei dan Dave hanya tersenyum.
"sini.. kakak suapin!!
kakak tau tangan kamu tu sakit banget kan,,?? karna hampir semua telapak tanganmu terkena serpihan kaca!!"
semua tercampur aduk nervous, bingung, salting jadi satu.. perhatian Dave yang begitu lembut meluluhkan hati Veisha.
***bersambung***
iiihhh.. sumpah deh author nulis ini tu sambil senyum senyum sendiri🤣🤣🤣