'Loving Memory'

'Loving Memory'
kabur dari rumah



makan malam 19.25


dengan wajah murung Veisha menghampiri meja makan dan duduk dikursi tempatnya.


suara sapaan lembut bunMay dengan heran memandang putrinya yang sedang kusut ia menebak jika Vei sedang mempunyai masalah


"Vei sayang kamu lagi kenapa sih nak, cerita dong sama bunda..??


Vei menghela nafas panjangnya sebelum menjawab singkat pertanyaan bunMay


"putus cinta bun!!" sesekali melirik Dave yang sedari tadi memperhatikannya


"putus cinta..? kok bunda ga tau kalo kamu punya pacar!?"


"enggak pacaran bun, tapi akunya aja yang kege'eran ga jelas, miris banget ya hidup aku..!!" berbicara sinis, sembari menaiki dan menekuk satu kakinya kekursi yang ia duduki


Dave menggelengkan ringan kepalanya dan menghela nafas panjang


"Vei.. turunkan kaki kamu nak bersikaplah sopan, contohkan prilaku yang baik buat adek adek kamu nak..!!"


bruuukk..


Vei menggebrak meja sembari menurunkan kaki dan berdiri dengan membulatkan matanya.


"sopan!! untuk apa?? banyak sekali peraturan dirumah ini!!?"


Dave memberalak dan berdiri


"Veisha jaga ucapanmu, dia itu ibumu Vei..!!"


"hiks..hiks kamu kenapa nak apa kata kata bunda ada yang salah?? kamu itu anak gadis sayang.. hiks.. hiks.."


"aku capek dengan peraturan rumah ini yang harus sopan yang harus ini, itu. untuk apaaa..??? dimata kalian semua aku selalu salah aku muaak dengan semua ini...!!!!!!!!!!"


Veisha..!! bentak Dave dan meneriaki Vei yang berlari kekamarnya.


braaaaaakkkk....


Veisha menutup pintu dan membantingnya kuat kuat.


tangisan antara ibu dan anak pecah sejadi jadinya yang di susul tangisan Fely dan Nai yang menyaksikan ke anehan kakak sulungnya itu


dug..dug..


"Vei.. keluarlah kita bisa bicarakan soal ini dengan baik baik!!" Dave berusaha membujuk Veisha agar keluar dari kamar dengan segala cara, namun usahanya nihil Veisha tak bergeming sedikitpun


"sudahlah tante.. jangan menangis lagi Dave janji akan membujuk Vei dan membicarakan masalah ini dengan baik baik tante, Fely dan Nai istirahatlah kekamar dan mungkin Veisha butuh ketenangan untuk sendiri dulu..."


"hiks.. hiks.. iya Dave,, tolong bujuk Veisha ya..!!"


sementara itu Vei yang berada di kamar ia sibuk membereskan pakaian beserta barang barang yang ingin ia bawa dan memasukkannya kedalam koper lumayan besar.


setelah selesai membereskan barang barangnya Vei sibuk mondar mandir berjalan di tempat sembari mengotak ngatik hp miliknya untuk menghubungi Oby dan Inces ia menugaskan asisten itu untuk mencarikannya apartement sekarang juga dan mengancam untuk tidak memberitahu pada siapapun.


03.12 dini hari


setelah memastikan seluruh ruangan sudah sepi dan penghuninya sudah tertidur. pelan pelan ia membawa koper keluar rumah untuk berusaha kabur, setelah berhasil keluar pagar ia mengendarai mobil dan menuju ke apartement agak jauh sesuai permintaannya yang sudah disediakan oleh Oby dan Inces


dilihat jam yang melingkar di tangannya yang sudah hampir pagi perjalanan yang cukup menghabiskan waktu karena sedikit jauh. ia kelelahan sesampainya di apartement yang lumayan besar ia masuk dan menjatuhkan dirinya ke atas sofa yang empuk sembari meneteskan air mata. ia pun tak percaya apa yang telah terjadi saat ini, Veisha menyadari jika baru kali ini ia menyakiti hati seorang ibunya yang selama ini tak pernah ia lakukan.


"hiks..hiks..maafin aku bun.. maaf.. aku terpaksa melakukan ini.. aku udah ga sanggup bun.. hiks..hiks.."


seusainya ia menangis dan menyesali atas perbuatannya, Vei terbangun dari duduknya dan membersihkan diri kekamar mandi.


Veisha sangat kelelahan ia merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur ia memutuskan untuk mogok kuliah besok dan entah sampai kapan. memikirkan masalah kuliah, pekerjaan, tentang rumah dan tentang Dave yang terus memutari otaknya hingga tak terasa ia menutup mata dan terlelap tidur.


***bersambung***