
seusainya makan malam, mungkin romantis bagi Veisha, yang disuapi oleh Dave begitu sabar dan lembut.
Dave yang bergegas menghampiri Vei dikamarnya.
"ayo..!! siap siap kita kedokter, pakai jaket ya!!"
"ii..iya.. kak!?" Vei menjawab gugup.
"bun aku pergi dulu ya..?"
"iya nak hati hati..!"
diperjalanan.
"mana jaketmu Vei?? kenapa sikapmu begitu??"
Vei hanya mengenakan kaos ketat dan celana pendek
"males ah pake jaket, gerah..,,,
sikapku begitu gimana sih kak??"
"kakak tau kamu boong!!?"
"boong apa..??"
"yaa.. kakak tau kamu itu pandai berackting, tapi ga seharusnya kamu nyakitin dirimu sendiri kan..?"
Vei tak bergeming dan menghembuskan nafas panjang.
"Vei, kakak tau kemarin malam kamu mabukkan..?? untuk apa Vei....?"
kemarin diam diam Oby menghubungi Dave"".
"itu bukan urusanmu..!!!"
"bukan urusanku? kakak sudah berjanji pada orangtuamu untuk menjagamu Vei..!!?"
"emangnya aku anak kecil, yang harus dijagain..???"
"jaga sikapmu Vei..!!" bentak Dave
terkejut mendengar ucapan Dave yang agak keras, Vei menghela nafas gusarnya.
"berhenti disini!!!" mata Vei berkaca kaca
Dave tak bergeming, ia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan agak naik
"kak.. aku mau turuun..!!!"
"mau kemana kamu,, dengan pakaian seperti itu..???"
"memangnya kenapa kalo aku pake baju begini..??? ini hal yang udah biasa buat aku...!!!"
Dave menghentikan mobilnya di tepi jalan
"Vei.. kamu itu anak gadis, kamu harus bisa menjaga diri dan sikap..!!"
Vei tak ingin menjawab, ia hanya ingin keluar dan membuka pintu mobil
dengan sigap Dave meraih lengan Vei dan menahannya.
"kamu mau kemana Vei..??? kenapa kamu begini..???"
"aku begini gara gara kamu..!!!"
"mengapa aku Vei..??"
Vei tak ingin menjawab lagi pertanyaan Dave, ia berusaha untuk menahan perasaannya.
"aku mau pulang!!!!"
Dave menghela nafas panjang, sebenarnya Dave mengetahui isi hati Vei, namun ia mencoba bersabar, mengingat akan setatusnya sebagai seorang kakak
"kita kedokter dulu ya.. untuk periksa luka di tangan kamu..!!??"
setelah sampai di RS, dokter memeriksa tangan Vei yang begitu banyak luka bekas serpihan kaca
"aaawww... isshhhh... sakit dok..!!"
"tahan sebentar ya..!! saya akan memberikan obat antiseptic, untuk sementara lukanya jangan terkena air dulu yaa!!"
"iya..dok!!" jawab Vei lirih sembari menangis
Dave melihat Veisha menitihkan air mata, ia tahu bukan karna Vei kesakitan namun menangis karna kejadian barusan
di perjalanan pulang
"Vei.. kakak minta maaf ya..??
kakak udah kasar sama kamu,!!?"
"hmmm..."
"Vei,, besok kamu gausah kerja dulu ya..!!
tunggu sampe tangan kamu sembuh..!!"
"hmmm..."
"andai perhatian lo ini sebagai pacar Dave, pasti gue bahagia banget..!" gumam batin Vei.
keesokan paginya
seperti biasa di meja makan, kali ini dengan wajah semerawut yang ditunjukan oleh Vei
om Dimas membuka percakapan di pagi hari yang sedikit hening
"Vei tangan kamu gimana nak..??"
"gapapa kok yah.."
"Vei kamu dirumah aja dulu ya..!!?? bunda khawatir nak..!?"
"hmm.."
Dave memperhatikan Vei sedari tadi, terlihat wajah Veisha yang agak pucat dan sembab, ia mengira Vei menangis semalam
"kamu menangis Vei..!!"
"mmm.. iya semalem aku nonton drakor karna haru jadi nangis deh.."
Dave tersenyum tipis, ia sudah tak heran lagi dengan kebohongan Vei seperti biasa
"oia.. besok ayah sama bunda mau kejepang beberapa hari untuk urusan pekerjaan..!!,,
Dave.. om titip anak anak ya..!!?"
"iya om.."
"Vei.. kamu gapapa kan Kalau bunda tinggal??"
"gapapa kok bun..."
setelah sarapan dan bergegas untuk ke kantor Om Dimas dan Dave berlalu meninggalkan meja makan.
tak ada kegiatan hari ini untuk Veisha dan berlalu begitu saja dengan kebosanan yang ia rasakan.
keesokan harinya, bunMay dan om
Dimas sudah berangkat ke jepang sedari pagi tadi.
menjelang sore Veisha bergegas untuk keluar rumah karna bosan 2 hari ini tak ada kegiatan.
didapati kedua adiknya yang sedang belajar di kamar Veisha menghampiri dan berpamitan untuk keluar.
***bersambung***