'Loving Memory'

'Loving Memory'
memutuskan pergi jauh



07.05


"pagi.. semuanya..!!"


sapaan hangat senyuman manis Veisha namun palsu, yang disambut anggota keluarga di meja makan.


Dave dengan wajah datarnya melirik Veisha dan tersenyum tipis


"sampai kapan kamu menutupi kesedihanmu itu sayang..?? maafkan aku..Vei.. aku tau jika kamu menutupi luka dengan ketegaran hatimu.. maafkan aku Veisha..!!" ujar hati Dave yang mengetahui perasaan Veisha


"pagi Vei.." sapaan Lina


"pagi.. sayang.." sapaan ayah dan bunda


"hari ini kamu mau kemana nak..!??"


"hari ini aku mau menemui manager aku bun.. untuk membicarakan pengunduran diri!!"


Lina: "apa kamu mau ngundurin diri gimana Vei??"


bunda: "loh kenapa memangnya?"


"ayah.. bunda.. dan kakak kakaku.. aku udah mutusin untuk melanjutkan pendidikan!!"


ayah: "nah itu yang ayah inginkan nak..!!"


bunda: "nah gitu dong pendidikan itu no satu sayang..!!"


Lina: "kamu mau lanjutin kuliah dan berhenti jadi artis Vei?"


"iya.. aku udah fikirin matang matang, aku akan lanjut kuliah dan memberhentikan propesiku!! yah.. bun.. kak..?"


Dave: "rencananya kamu mau kuliah diuniversitas mana Vei?"


"New York!!!"


Lina: "waahh bagus dong Vei.."


bunda: "kamu yakin nak??"


ayah: "sebenarnya bagus sayang tapi ayah khawatir kalau kamu tinggal disana sama siapa.."


"keputusanku udah bulat, aku akan ambil kuliah di sana dan membeli apartement mungkin, aku juga akan ajak Oby Inces kesana..!!"


"bunda sih percaya sama kamu, dan Oby Inces juga pasti akan ngejaga kamu, tapi kamu janji ya sama bunda bakal sering pulang?? dan pastinya bunda sama ayah juga bakal sering menjenguk kamu disana..!!" bunMay menyetujui keputusan putri sulungnya itu sembari menitihkan air mata.


"iya bun pasti itu..!! aku bisa jaga diriku sendiri, aku ingin mencari pengalaman lebih disana.. nanti aku bakal cari kerja..!!"


ayah: "no.. no.. no.. kamu gak usah kerja lagi nak, ayah akan membiayai kuliah dan semua kebutuhan kamu..!!"


"gak yah aku gamau merepotkan ayah..!!"


"ayah gak pernah merasa direpotkan nak, kamu itu kan belum menikah, jadi masih tanggung jawab orang tua sayang..!!"


bunda: "iya sayang bener kata ayah kamu,, kami gak pernah merasa direpotkan, apa lagi merasa dibebani oleh anak anak..!!"


ayah: "lagi pula ayah bekerja siang malam itu hanya untuk keluarga, memangnya untuk siapa? nak kamu itu sudah ayah anggap seperti anak kandung ayah sendiri jadi ayah minta kamu jangan sungkan sungkan pada ayah..!! pokoknya keputusan ayah juga sudah bulat ayah yang akan membiayai hidupmu disana juga Oby dan Inces, ayah akan menugaskan mereka untuk menjagamu nak..!!"


tetes demi tetes air mata haru yang keluar dari mata Veisha karna mendengar orang tuanya yang begitu menyayanginya.


"makasi ayah.. bunda.. atas dukungannya dan kasih sayang kalian berdua.. aku bangga mempunyai orangtua sebaik ini.. hiks hiks..!! udah ah aku gamau nangis nanti luntur ni makeup aku..!!!" sesekali Veisha bergurau


tawa canda riang menyelimuti seisi ruangan meja makan namun tidak dengan Dave ia tak ingin menyetujui keputusan Veisha untuk pergi meninggalkannya, beda hal dengan Lina yang begitu gembira akan kepindahan Veisha agar ia tak selalu dekat dengan Dave


"mengapa kamu ingin pergi meninggalkanku Vei.. aku tau kesalahanku begitu besar padamu.. tapi aku gak akan sanggup bila jauh dari kamu Vei.. aku harus bagaimana Vei..?? aku harus bagaimana agar bisa menebus semua kesahanku.!!!???" gumaman batin penyesalan Dave di tengah tengah tawa riang keluarganya.


***bersambung***