
"Veiiii... kenapa kamu bisa senekat ini sih..?? apa yang kamu inginkan Vei..?? aku bingung dengan sikap kamu.."
Dave bergumam sendiri sembari menyetir mobil untuk menuju alamat apartement Veisha yang sedikit memakan waktu karna aga jauh.
kemudian ia melihat mobil asisten Veisha, Oby dan Inces yang baru keluar dari parkiran apartement milik Vei.
"ooohh jadi kalian yang membantu Veisha untuk kabur dari rumah?! kemarin di tanya gatau gatau terus bilangnya ckckckck dasaaar..!!"
20.05
tingnong..tingnong..
setelah mandi dan mengenakan baju berwarna putih yang sangat minim kekurangan bahan, Veisha ingin berencana keluar untuk membeli beberapa keperluan dapur yang sudah habis. setelah berdandan cantik bercermin didepan kaca rias ia mendengar suara pencetan bel dan beranjak membukakan pintu.
"hhmm.. siapa ya, kok Oby sama Inces balik lagi sih? apa ada yang ketinggalan..!!??"
ceklek..
kedua mata indah Vei membundar bulat melihat Dave, berada di depannya ia terkejut mengapa dia bisa tahu keberadaannya saat ini.
"ngapain kamu kesini..?"
"pulanglah Vei..!!" Dave memohon sembari membuntuti langkah Vei yang beranjak masuk keruang tamu apartement milik Vei.
"nggak!! aku gak akan pulang..!"
"Vei bunda kamu sakit dia merindukanmu.."
"oh ya,,,? tapi aku udah nyaman tinggal disini Dave,, aku ga mau pulang!!!
"Vei kumohon pulang lah..!!?"
"aku bilang nggak ya nggak!!! kamu tu siapa sih ngatur ngatur aku???
"Vei.. apa kamu gak sedih mendengar kabar bundamu sakit..?? apa kamu gak kangen dengan orangtuamu dan adik adikmu yang selalu menanyakan dimana keberadaanmu, kapan kamu pulang, dan dan rasa rindu yang mereka tanamkan untukmu Vei..!!"
"cobalah untuk berpikir lagi Vei, keluargamu sangat sangat menyayangimu.."
Veisha tak bergeming sedikitpun dengan bujukkan Dave, ia hanya ingin agar Dave sedikit peka akan perasaannya, walau sebenarnya Vei juga sangat menyayangi dan rindu dengan keluarganya.
"Vei aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan asal kamu mau pulang kerumah..?!!"
terlintas pikiran licik pada benak Vei sembari tersenyum sinis.
"akhirnya gantian elo yang memohon mohon sama gue kan Dave.. hahahahaha...!!!" gumaman hati Vei yang merasa menang.
"yang aku mau cuma kamu Dave..!!"
Dave menghela nafas panjang, ia sudah menebak apa yang akan diminta oleh Vei.
"aku mau kita menjalani suatu hubungan, ya.. walaupun tanpa sepengetahuan keluarga kita. gimanaa Dave...???"
"katakanlah yang sejujurnya Dave...!!!" ujar batin Veisah yang ingin sekali Dave untuk mengungkapkan sesuatu.
"ok.."
mendengar persetujuan dari Dave, Veisha merangkul dan membisikkan sesuatu yang ingin ia minta lagi
"hhmmm.. satu permintaan lagi, aku mau kita melakukan itu sekarang!! emuach.." sembari mengecup pipi Dave
"Vei.. tapi..aku..!!
"ok kalo gitu kamu pulang aja sendiri..!!
Dave menelan salivanya dan membuang nafas gusarnya, dan mengangkat tubuh Vei mendudukkannya di atas meja, daan..
eeemmpppph..
tanpa berbasa basi lagi Dave melakukan apa yang di minta oleh Vei, meski hal itu diluar keinginannya.
emosi, cinta yang terpendam, dan rasa nafsu yang tertahan, ia hempaskan dengan pergulatan seru. sesekali ia mendekati telinga Veisha untuk menyampaikan ucapan yang selama ini ia pendam.
" I love you Veisha.. I love you..!!"
sejenak Veisha mendorong bahu Dave untuk menghirup nafas yang begitu sesak dibuat oleh Dave, dengan nafas yang masih terengah engah sembari menurunkan tubuhnya dari atas meja dan memijakkan kaki kelantai ia pun membalas kalimat yang dibisikan oleh Dave
"I love you too Dave.."
sembari tersenyum bahagia dan menuntun Dave mengajak untuk meneruskannya dikamar.
***bersambung***