'Loving Memory'

'Loving Memory'
sepakat untuk backstreet



"Vei.. bersihin dulu yuuk..!!?"


"malam malam begini mau mandi? hmmm.. dingiin sayang..!!"


"dibersihin aja bukan mandi.. masa mau langsung tidur sih.. jorook.." goda Dave sembari memencet hidung Veisha karna gemas, dan terkekeh geli


"iya iya tapi sama kamu..!!"


"okey"


setelah selesai membersihkan diri Dave meraih kembali kemeja yang ia lemparkan tadi dilantai


"loh kok kamu pake baju itu lagi.. iiihhh jorook hahaha..!!"


"trus aku harus pakai baju apa..??"


"bentar aku cariin bajuku yang agak besar ya.."


disela sela waktu Veisha yang sibuk mencarikan baju untuk Dave sesekali ia merasa sedikit nyeri dibagian kewanit**nnya, sementara itu Dave yang terduduk dan memikirkan sesuatu yang berputar putar di otaknya


"Vei.. besok kamu mau pulang kan..??"


"hmm.. ok, tapi aku mau kamu menginap dulu disini ya..!!" sembari berjalan dan memberikan baju untuk Dave tiba tiba Veisha meringis menahan sakitnya


"Vei.. kamu kenapa?? kamu sakit??"


"mm.. iya milikku agak sedikit perih Dave..!!"


"yaudah kalau begitu kamu istirahat ya jangan banyak gerak, tidurlah disisiku Vei, aku akan temanimu malam ini..!?"


"iyah makasih ya sayang.."


"cuupph..!! selamat malam"


********


keesokkan harinya di tengah perjalanan pulang, Dave membuka pembicaraan mengenai hubungannya.


"Vei.. tentang hubungan kita, aku tak ingin keluarga kita tahu dulu sebelum waktunya tiba nanti kita benar benar siap untuk melangkah dan menghadapinya..!!"


"hmm.. jadi kita menjalani hubungan diam diam dulu..??"


"ya.. mungkin seperti itu.. aku harap kamu mengerti dan mau menunggu Vei..!!"


"okey.. kita sama sama akan menghadapinya dan sepakat menjalani hubungan backstreet..!! aku akan setia menunggumu Dave.."


"terimakasih Vei kamu telah mengerti, suatu saat nanti aku pasti aka..." belum sempat Dave mengucapkan kalimat terakhirnya sebuah kecupan mesra menghampiri pipi Dave.


"emuaacch.. aku percaya kamu Dave..!!"


sesampainya dirumah, Veisha mendapati pandangan ibundanya yang terbaring lemah ditemani oleh ayah sambung Veisha. yang setia duduk disampingnya sembari mengusap ngusap lembut rambut milik bunMay.


"bunda.. ayah.."


Veisha berlari menghampiri dan memeluk erat kedua orangtuanya sembari menangis meminta permohonan maaf yang telah ia perbuat.


"maafin Veisha bun..yah.. maafin Vei.. hiks..hiks..!!"


"iya.. sayang maafin bunda sama ayah juga ya nak.."


tangis haru menyelimuti ketiga orang yang saling memeluk bahagia.


sementara itu Dave yang masih berdiri perlahan melangkahkan kakinya menghampiri orang tua dan anak yang sedang tersedu sedu karna bahagia.


"Dave.. makasih banyak ya, kamu bisa membawa anak om dan tante pulang..!?"


"iya.. om, tante, itu sudah menjadi kewajiban Dave untuk membujuk Veisha..!!" (padahal mah dia kaga tau ngejinakin anaknya harus ngeluarin senjata pamungkas🤣🤣🤣)


hari demi hari dilalui keduanya dengan aktivitas masing masing yang menjalani peran sebagai kakak dan adik seperti biasa. walau sesekali keduanya mencuri curi kesempatan saat anggota keluarga sedang tak berada dirumah.


hingga suatu hari Vei mengendap ngendap masuk kedalam kamar Dave karna ia begitu merindukan belaian seorang Dave yang begitu lembut.


cekleek..


"Vei..?? kamu ngapain kesini??"


"aku kangen..!!" sembari merangkul pinggang Dave


"kangen..?? tiap hari kan kita ketemu Vei.."


"aku kangen belaian kamu sayang.. cium aku dong!!?"


"Vei.. jangan disini, nanti ketahuan..!!"


Veisha menghela nafas panjang dan memanyunkan bibir manjanya.


"Veisha sayang.. kita jangan melakukan hal itu di rumah ini ya..!! aku nggak mau kalau sampai ada yang tahu, sebelum waktunya.."


"hhhm.. ya udah kalau gitu.. gimana kalau kita keapartement kamu..? please..."


"okey.. nanti aku akan cari waktu senggang untuk kesana.."


"siiipp nanti hubungi aku ya emuach.."


mendapat kecupan manja dari Vei, Dave hanya meng iya kan permintaan Vei, yang sebenarnya ia juga sangat merindukan hal yang sama.


***bersambung***