'Loving Memory'

'Loving Memory'
kangen kangenan



dengan canda riang bersama yang di nikmati keduanya saat makan.


Veisha merasa bahagia begitupun juga Dave.


tak terasa waktu sudah larut malam yang mereka lewati di apartement untuk melepas kangen kangenan terasa begitu sangat singkat. mereka akhirnya memutus kan untuk pulang mengingat jika besok keduanya harus menjalankan aktivitas masing masing.


"Vei.. ini udah larut malam,, kita pulang yuk..!!?"


"hhmmm.. ga kerasa ya udah malem aja, kalo beduaan sama kamu terasa cepet banget..!!?"


"iya.. nanti kapan kapan kan kita bisa begini lagi.."


"iya iya..."


"inget ya kalau dirumah harus jaga sikap..!!!"


"iyaaaaa... my booos,, my love,, my prince...!! tapi cium dulu dong...!!!"


"cuupph.. ayo kita pulang..!"


"okey,,, makasiihh sayang..!!"


senyum merekah keduanya yang merasa sangat indah untuk yang pertama kali menjalankan pacaran walau hanya diam diam. keduanya pulang dengan mengendarai mobil masing masing agar tak ada yang mencurigai baik orang lain maupun keluarganya.


sementara itu di sisi lain, kecurigaan Lina yang masih berfikir heran dengan memergoki keduanya didekat apartement Dave, ia tak tinggal diam, Lina ingin mencari tahu sesuatu tentang apa hubungan Veisha dan Dave.


"hhhmm.. mereka ada hubungan apa ya?? tapi merekakan adik kakak sepupu.. gue harus cari tau ni.. gue ga rela.. gue ga rela.. oia gue harus hubungi Radit, sapa tau dia tau soal ini..!?"


Lina mencari tahu dan bertanya pada Radit. Radit adalah manager Lina dan juga Veisha, hampir semua urusan dan masalah Radit lah yang mengurus maka dari itu Lina tak kehabisan akal untuk mencari tahu tentang Dave dan Veisha.


hari demi hari berlalu, hubungan keduanya semakin erat, walau hanya main kucing kucingan keduanya semakin saling menyayangi dan berusaha untuk menutupi kecurigaan kecurigaan orang orang yang sering memergoki keduanya kedapatan bersama.


Dave dan Veisha sedikit demi sedikit saling memahami hingga berusaha ingin memberani kan diri untuk jujur mengakui hubungannya pada keluarga, namun Dave yang masih ingin menunggu Veisha untuk menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu, dengan rencana dan harapan yang mereka inginkan.


***********


dua bulan kemudian


07.15


"pagii.. bun.. yah.. kak Dave..!" Veisha yang menyusul keluarga untuk sarapan dengan wajah yang berbinar, karna semalam sebelum tidur ia mendapat kecupan mesra dari Dave hingga terbawa mimpi.


"pagiiiiii...."


"wah cerah banget sih hari ini kayanya.."


"hehehe.. iya dong bun.. semalem kan abis mimpi indah.."


Dave melirik dan tersenyum tipis mendengar gurauan Vei, yang ia yakini makna itu tertuju padanya.


"anak ayah ini mimpi apa siih sampe segitu senengnya..??"


"ada deeeehhh ayah kepo mau tau aja.."


"hahaha.. wujudkan dong mimpimu itu nak..!!"


seketika kedua pasang mata anak manusia yang sedang dilanda cinta itu saling melirik mengisyaratkan perkataan orangtuanya barusan.


tanpa menjawab Veisha hanya tersipu malu dan terunduk untuk menutupi pipinya yang sudah mulai merona


"oia Vei kuliah kamu sebentar lagi selesai loh... rencananya kamu mau nerusin dimana..??"


pertanyaan bunMay yang membuat Veisha mendongak kaget ia menjawab dengan gugup bingung apa yang harus ia lakukan kelanjutannya setelah lulus nanti.


"mmm.. belum tau bun.. Vei masi bingung.. mau lanjut apa nggak!!" sembari melirik Dave seolah meminta bantuan menjawab pertanyaan bunMay.


"oowhh kalo gitu si terserah kamu sayang, tapi bunda sama ayah sih maunya kamu lanjut.."


"mm.. liat nanti aja ya bun.. sambil Vei fikir fikir dulu.."


"okey deh sayang.."


Dave tak bergeming ia pun juga bingung harus mulai membicarakan tentang hubungannya dari mana.


***bersambung***