
Mata Zayn masih menatap kearah yang ditunjukan Anthony beberapa saat lalu. Dia masih tidak percaya dengan orang yang mereka lihat saat ini.
"Wow, kita dapat jackpot. Itu benar Zara. Jadi dia pacarnya Zara?" ucap Alvin yang masih belum tahu siapa laki-laki yang sedang bersama Zara dimata Zayn.
"Plak" satu sapuan mendarat di lengan Alvin dari Anthony.
"Apaan sih Thon?" tanya Alvin yang tidak merasa bersalah.
"Sudah diam, makan aja itu keburu dingin." jawabnya tidak ingin membuat Zayn lebih tersulut emosi. Diangguki Ridho yang sudah lebih dulu menyantap makanannya.
"Gue harus samperin mereka Thon." ucap Zayn yang sudah tersulut emosi.
Sebelum Zayn beranjak, tangannya lebih dulu dicekal oleh Anthony. "Lo nggak bisa sembarangan kesana. Lebih baik kita disini dulu, amati dan ambil bukti kongkrit. Baru Lo boleh bertindak." Saran Anthony.
Zayn kembali duduk, dia membenarkan ucapan Anthony. Ziana tidak akan percaya kalau hanya dengan omong kosong tanpa bukti. Zayn mengeluarkan handphonenya dan mengambil foto Zara dengan laki-laki itu.
Author prov end
"Bang, ngerasa nggak sih kalau orang lain yang nggak kenal sama kita bakal mikir kalau kita ini sweet couple?" Tanyaku pada bang Rendra tidak lupa dengan senyum manis yang mengembang.
"Biarin aja kali dek. Abang malah suka, kalau mereka tahunya kita pacaran. Berartikan nggak bakalan ada cowok rese yang bakal godain kamu." jawab Bang Rendra, tangannya terulur menyeka sisa makanan di sudut bibirku. Sikap bang Rendra yang seperti ini sudah pasti akan membuat hati para wanita menjerit.
"Ouh. Sweet banget sayangku ini. Tapi kalau kayak gitu, kapan adek punya pacarnya Bang?" Ucapku ikut mendramatisir.
Aku dan bang Rendra saling melempar gombalan dan senyuman. Seperti inilah ketika Aku keluar dengannya. Satu alasan dari bang Rendra yang membuat Aku akan lebih lebih dan lebih sayang pada Abangku yang satu ini adalah Dia tidak akan rela kalau sampai Aku disakiti oleh orang lain bahkan seujung kukupun.
Tidak banyak orang yang tahu siapa Aku dan bang Rendra. Kami lebih memilih menarik diri dari media demi privasi kami. Hanya bang Nadeo yang lebih dikenal oleh publik sebagai ahli waris Arco Corp. Terlebih saat ini bang Nadeo juga sudah menjabat sebagai CEO di salah satu anak cabang Arco Corp di Jerman. Hal itu tentunya bisa lebih mengangkat nama bang Nadeo di dunia bisnis.
Setelah selesai makan dan asik bercanda bak pasangan kekasih, kami memutuskan untuk langsung pulang.
"Dek, kita langsung pulang ya. Sudah malam, besok kamu juga harus sekolah." Ucap bang Rendra mengelus lembut rambutku.
"Siap sayangku. Pokoknya selama abang masih di sini, adek bakal nurut semua kata abang." ucapku karena aku nggak mau menyia-nyiakan waktuku yang cuma sebentar sama bang Rendra.
"Okey kalau gitu. Berarti selama dua minggu ini kamu abang antar jemput sekolah ya." Ucap bang Rendra dengan senyum jahilnya.
"Tapi jangan sampai aneh-aneh disekolah ya bang. Apa lagi sampai bocorin hubungan adek sama bang Reno." Balasku cepat.
"Siap sayang. Ya udah kamu ke mobil duluan. Abang mau ke toilet bentar ya." Bang Rendra beranjak tak lupa mengecup keningku.
Zayn prov
"Gila man, berani cium-cium di muka umum juga mereka." Ucap Alvin terkekeh.
"Lo bisa diam nggak vin." Aku semakin emosi dengan tingkah memuakan keduanya. Beraninya laki-laki itu menduakan *ah jie*. Ya, *ah jie* adalah panggilanku pada kakak perempuanku. Sedikit info tentang kami, sewaktu kecil aku dan keluarga sempat tinggal di distrik Henan Tiongkok. Makanya aku terbiasa dengan panggilan itu.
"Thon, Lo sudah ambil semua foto yang sekiranya bisa buat bukti perselingkuhan ini?" Tanyaku pada Anthony, karena setelah tadi aku mengambil handphoneku, aku langsung menyerahkannya pada Anthony.
"Jangan Lo tanya lagi. Semua komplit terekam disini." Ucapnya menyodorkan handphoneku.
"Sudah selesai semua kan? Kita cabut ya, sudah malam juga." Ajakku pada semua.
Prov Zayn end
Suasana meja makan lebih hidup karena adanya bang Rendra, papa yang baru pulang dari luar kota semalam juga sudah ikut turun.
"Kita sudah kumpul semua, hanya bang Nadeo yang nggak ada. Adek jadi kangen sama Bang Nadeo ma." Ucapku pada mama.
"Kenapa sih pah, papa nggak nyuruh abang ngurus yang disini saja. Kan kita bisa kumpul terus!" Kini aku beralih kearah papaku.
"Bang Nadeo pulang ke sini, tapi abang masih di Amerika. Ya sama saja nggak bisa kumpul dek." Bukan mama atau papa yang jawab tapi bang Rendra yang menyahut.
"Sudah-sudah kalian punya pilihan dan jalan masing-masing. Nadeo ada disana juga karena Abang kalian sendiri yang mau. Dari dulu papa kan sudah membebaskan kalian, yang penting kita masih saling komunikasi." Jawab papa.
"Ya sudah dek, sudah siang. Yuk berangkat nanti kamu telat lagi." Ajak bang Rendra.
"Dih abang, Mah belum tahu saja dia hahaha." Sahutku dibalas gelengan oleh mama.
"Jadi kamu masih sering telat dek? Belum berubah juga ternyata." Bang Rendra menggelengkan kepala.
"Dua minggu ini kamu nggak boleh telat. Yuk buruan, abang juga mau ketemu sama Bang Reno." Ucap bang Rendra. "Mah Pah, kita berangkat dulu ya. Assalamualaikum" Tambahnya.
"Waalaikumsalam wr.wb" Jawab keduanya.
"Adek berangkat ya Mah Pah. Assalamualaikum." Pamitku menyalami mama papa setelah bang Rendra.
"Iya Waalaikumsalam. Kamu hati-hati bawa mobilnya Ren. Adek belajar yang benar, jangan suka bolos lagi." Pesan mama pada kami.
"Nggak janji Mah." teriakku.
Diperjalanan hanya dihiasi obrolan kecil dari kami. Bang Rendra juga menceritakan hubungannnya yang semakin harmonis dengan kekasihnya yang bernama Zaina Tan. Wanita cantik berdarah indo-china yang dikenalnya di negeri Paman Sam sana.
Mobil Ferrary Sport silver bang Rendra memasuki area sekolah. Banyak siswa yang menatap heran pada mobil bang Rendra karena mereka belum pernah melihat mobil ini memasuki area sekolah.
"Dek, kamu bakal jadi artis dadakan kali ini." Ucap bang Rendra terkekeh.
"Dari dulu adek sudah jadi artisnya SMA Tunas Bangsa kali bang." Sombongku.
"Tapi kali ini bakal lebih booming dek. Karena kamu diantar sama abang. Hahaha." Sombongnya.
"Percaya adek mah." Jawabku tidak lagi mau berdebat dengan bang Rendra.
Mobil bang Rendra berhenti, aku dan bang Rendra keluar bersama. Banyak cuitan-cuitan dari siswa yang aku dengar.
"Zara diantar sama siapa tuh"
"Gila, ganteng banget cowoknya si Zara"
"Cantik & ganteng. Sudah cocok itu mah."
"Yah, Zara benar sudah ada pawangnya."
"Hari patah hati untuk para cowok SMA Tunas Bangsa."
***PLEASE TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA. MENYENANGKAN HATI SESAM ITU TERMASUK IBADAH LHO. jangan lupa vote like koment dan dukungannya ya teman-teman.