ZaLea

ZaLea
Metting ala Rooftop



"Gaes, istirahat gue tunggu di rooftop" Satu pesan singkat terkirim di grub chat SDP (Sobat Dari Piyik). Segera dibalasi dengan emot acungan jempol oleh semua penghuni grub chat tersebut.


Waktu pengiriman chat tersebut saat jam pelajaran jadi tidak memungkinkan untuk berbalas secara langsung.


Tidak terasa bel istirahat pun berbunyi.


"Le, kita ke kantin dulu ya. Beli cemilan dulu." ucap Ando yang sedang menggandeng Arga.


"Okey, habis itu langsung nyusul ke tempatnya aja ya." Jawab Leona.


"Siap!" Jawab Ando.


Aku dan yang lain langsung menuju rooftop tidak terkecuali Nena. Nena selalu ikut dalam semua kegiatan kecuali balapan.


Rooftop


"Okey gays, kita sudah kumpul semua ya. Sekarang kita bahas untuk donasi kita kali ini. Sebelum gue utarakan ide gue, ada masukan dulu nggak ini?" Tanya Leona mengawali pembicaraannya.


"Gini Le, gue punya ide sih. Biasanya kan kita cuma sumbangin dana kita langsung ke panti asuhan. Gimana kalau kali ini, kita sumbanginnya langsung ke rakyat kecil. Kayak pengenis, gelandangan atau sama pedagang-pedagang kecil di pinggir jalan." Ucap Dirga yang menjelaskan panjang lebar.


"Gue setuju aja sih. Lagian ini bukan dana rutin kita buat panti, jadi dana panti masih aman." Jawab Arga dan diangguki semuanya.


"Okey, ide lo sama dengan ide gue Dir." Ucapku


"Gue boleh usul lagi nggak?" tanya Nena menjeda kalimatnya.


"Apaan Ne?" tanyaku penasaran.


"Gini, kali ini target kita kan pedagang kecil dan pengemis. Jadi kalau misal kita kasihnya dalam bentuk sembako gimana? Nanti soal pembelian sama packingnya biar diurus anak-anak." jelas Nena.


"Bagus juga itu. bisa lebih tepat sasaran." Zaidar menambahkan.


"Jadi keputusan final ini ya. Untuk waktunya nanti kita bahas lagi. Untuk yang pembelian barang dan lainnya, Ndo lo langsung aja konfirmasi sama anak-anak. Lebih cepat lebih baik." Ucapku dan langsung diangguki oleh semuanya.


Meeting dadakan ala rooftop pun sudah berakhir. Rooftop ini jadi markas tersembunyi kami, Dengan desaign yang terlihat berantakan di luar ini bisa mengelabuhi murid-murid lain yang melihatnya. Tapi beda dengan keadaan di dalam rungan. Desaign yang bisa membuat siapa saja yang berada didalamnya merasa nyaman aman dan damai sentosa. Sofa, meja dan ada kulkas kecil melengkapi di dalamnya. Ada juga papan white board untuk sekedar kami membahas sesuatu seperti kali ini.


Meeting selesai, kini kami mulai beranjak kembali ke kelas. Aku keluar paling akhir karena Aku harus mengangkat telefon dari Abang tersayangku dulu.


Saat Aku keluar dari pintu, Aku mendengar pergerakan dari arah sampingku. Tanpa pikir panjang ku arahkan kakiku ketempat tersebut.


"Wow, ada yang tidur disini ternyata." Gumamku dalam hati. Tapi Aku tidak dapat melihat wajahnya karena dia menutupinya dengan buku diatasnya.


"Ini anak niat bolos apa cuma ketiduran ya?" pikirku. "Aduh, kok Aku jadi ngurusin orang lain sih tapi nggak biasanya ada orang lain yang tidur disini. Untung kandang tikus (markas) gue design pakai peredam." pikiranku masih berputar-putar sambil menatap orang itu.


"Eh oh. Gue kira Lo masih tidur. Gue bingung mau bangunin Lo apa nggak tadi." Jawabku agak canggung.


Orang itu langsung bangun dan tanpa sepatah katapun langsung melenggang turun dari rooftop. Tapi sempat dia berhenti dan melirikku.


"Eh, tunggu dia kan?_" Gumamku menggantung. "Ah bodoh ah. Ngapain dipikirin." ucapku sendiri. Aku pun langsung kembali ke kelasku.


Zain prov


Jam istirahat yang membosankan. Kali ini Aku sangat malas untuk pergi ke kantin. Ku langkahkan kakiku ke rooftop. Ku harap di rooftop Aku bisa tidur sebentar. Dan disinilah sekarang Aku berada. Ku coba pejamkan mataku tapu tetap tidak bisa tidur. Aku tutup mukaku dengan buku dengan harapan agar lebih nyaman. Hampir setengah jam mataku terpejam tapi Aku masih sadar.


Aku mendengar orang agak berisik. Aku tidak mendengar kapan mereka datang. Kapan mereka datang? Otakku berputat, mungkin mereka datang sebelum aku. Pikirku tidak mau ambil pusing. Hingga selang berapa menit Aku merasa ada orang yang mendekat padaku. Aku tidak tahu siapa, tapi yang jelas dia seorang wanita karena dari parfumnya dia menggunakan parfum wanita.


Ternyata benar. Saat ku tanya yang ku dengar adalah jawaban seorang gadis. Tidak mau berurusan dengan orang yang ku anggap tidak penting, Aku bangun dan bergegas ke kelas. Sebelum beranjak pergi, kuarahkan sebentar pandanganku ke arahnya. Aku sedikit tersentak. Pandangan kami bertemu. Matanya, matanya mengingatkanku pada gadis malam itu. Aku belum pernah bertemu dengan gadis ini.


Aku tidak mungkin menanyakan siapa gadis ini pada teman kelasku. Akhirnya ku putuskan untuk mencari tahu siapa gadis malam itu.


"Ton, gue butuh informasi. Lo bisa kan cariin buat gue?" tanyaku pada Anton. Sahabat sekaligus asisten gue di gank.


"Info siapa?" Tanyanya singkat.


"Info cewek yang ngalahin gue kemarin." jawabku.


"Widih, ada apa nih? nggak biasanya Lo penasaran sama lawan Lo." Tanyanya lagi.


"Sudah deh, nggak usah banyak tanya. Tinggal cari aja apa susahnya sih." Jawabku sedikit sewot karena Anton yang terlalu banyak tanya.


"Masalahnya ini memang susah bos." jawab Antony lagi.


"Maksud Lo?" Jawaban Anton semakin membuatku penasaran.


"Okey, gue jelasin. Sebelum Lo nanya, Gue sudah nyari tahu siapa dia. Setahu gue, dia itu ketua moonlight shadow. Biasa di panggil Leon. Nggak ada yang tahu gimana wajah aslinya dia karena setiap dia keluar selalu pakai masker. Bahkan anggota ganknya sendiri nggak tahu kacuali para sahabatnya dia alias para pentholan gank mereka." tutur Anton


"Sudah, segitu aja?" tanyaku kurang puas.


"Kalau Lo rasa masib kurang. Lo cari aja sendiri." jawabnya ketus.


Prov end.


TERIMA KASIH.. VOTE LIKE DAN KOMENTNYA DITUNGGU YA.. BIAR AKUNYA TAMBAH SEMANGAT BUAT UP NYA...