ZaLea

ZaLea
Wacana Bergabung 2



"Tapi benar lho. Kalau sampai MS sama Darknight gabung, bakalan bagus. Lagi pula, selama ini kita nggak pernah ada masalah. Kalaupun bertemu di Race, kita main fair." Balas Anthony.


"Dipikir-pikir iya juga sih. Banyak bagusnya kalau Kita gabung." Arga membenarkan.


Memang orang satu ini benar-benar. Tidak tahu saja kode yang diberikan oleh yang lain. Masih saja bahas yang menjerumus kearah dimana seorang Leon sekarang. Disaat yang lain mulai mengalihkan pembicaraan Dianya malah mengalir terus.


"By the way, si Leon sekolah dimana sih? Selama ini kalian nggak pernah gabung saat di sekolah." Ridho angkat bicara.


"Leon sibuk, banyak kerjaan. Dia ambil Homeschooling. Jadi kita nggak bisa ketemu kalau pas jam sekolah." Terang Ando.


"Segitu sibuknya ya?" Cecar Anthony.


"Leon bukan orang seperti kita. Yang bisanya cuma nadah doang sama orang tua. Gue bisa sampai sekolah di sini juga karena Leon." Imbuh Ando.


"Lo kayaknya paling ngerti Leon ya Do?"


"Bukan paling ngerti. Tapi Gue yang ngurus semuanya soal MS."


"Sudah, nggak usah bahas Leon lagi. Nggak ada Leon, anggota MS yang lain juga ada." Potong Zayn.


"Memangnya kalian yakin mau gabung sama MS?" Setelah sekian lama diam, Aku bersuara dengan serius.


"By?"


"Aku cuma tanya Zayn. Sedikit banyakkan Aku juga tahu MS. Asal kalian tahu, Gue juga anggota MS."


"Hah,....?" Ridho, Anthony dan Alvin melongo.


"Bukan cuma Gue, Nena juga kok." Tambahku.


"Haahhh....?" Mereka kembali melongo.


"Biasa saja kali."


"Lo beneran Za? Jadi Lo juga tahu dong Leon siapa?" Tanya Ridho.


"Tahu."


"Tapi kok kita nggak pernah lihat Lo waktu di Race?" Selidik Alvin.


"Karena Gue anggota bayangan. Hehehe..." Aku jawab dengan cengiran."


"Jadi gini,.. Em, gimana ya?"


"Gimana gimana maksudnya?" Anthony penasaran.


" Gini, diluar Race. Kita punya program bulanan. Nah, jadi di situ Lele sama Nena bekerja. Mereka ikut gabung waktu program kita. Buat race, mereka nggak bisa gabung." Jelas Ando.


Ku lihat Ando sedikit merasa lega dengan alasannya. Pintar juga Dia. hahaha. Nggak salah Aku jadikan Dia tangan kanan.


"Tapi kenapa nggak gabung saja sekalian." Bingung Alvin.


"Tanya saja sam orang-orangnya. Noh, dua-duanya ada disini." Jawab Ando.


"Jadi kenapa Le? Kenapa Ne?"


"Kenapanya kenapa? Ya karena Gue sibuk. Nggak ada waktu lagi." Dengan santainya Aku beralasan.


"Bohong banget kamu by... tapi sebenarnya apa alasan kamu.? Batin Zayn.


"Kakau Aku, dari awal Aku memang nggak suka balapan. Aku ikut di MS juga karena mereka semua masuk sana." Jelas Nena.


"Ada ya yang semacam kalian." Anthony mengangguk-anggukan kepalanya.


Jam istirahat hampir habis. Makanan dimejapun sudah tandas.


"Sudah semuakan? Balik ke kelas yuk, bentar lagi masuk." Ajak Dirga.


"Gue ke toilet bentar." Potongku.


"Zayn, Aku ke toilet dulu. Kamu langsung masuk kelas Kamu saja ."


"Iya By."


"Le, tunggu. Aku ikut ke toilet." Kejar Nena.


"Gue jadi heran, Kenapa ya? Cewek kalau ke toilet mesti bareng-bareng?" Tanya Arga dengan gelengan kepala.


"Tanya noh sama para cewek. Kalau perlu, Lo buat risek dari 100 cewek. apa saja alasannya.