ZaLea

ZaLea
Menolak hati



"Perlahan aku akan meluluhkan hatimu. Akan aku pastikan tidak akan ada orang lain yang bisa mengisinya." Ucap Zayn intens didepanku setelah cuiman tadi usai.


"Zayn, bolehkah aku bertanya?"


"Apapun by. Kamu mau bertanya apa?"


"Seberapa banyak aku mengisi hatimu?"


"80% hatiku telah terisi olehmu." Terangnya.


"Tapi jangan salah sangka dulu by, 10% aku bagi untuk keluargaku, dan yang 10% lagi untuk teman, pekerjaan dan lainnya. Tidak ada wanita lain selain kamu."


"Dari tutur katamu, bisa disimpulkan kalau kamu seorang casanova ulung Zayn. Haruskan aku percaya dengan ucapanmu itu?"


"Kamu boleh ber-spekulasi begitu by, tapi yang benar tetaplah kenyataannya."


"Kita baru mengenal dua bulan lebih Zayn, dan ingat kamu memacariku atas dasar paksaan."


"Kamu bisa buktikan sendiri betapa besar rasaku padamu baby."


"Sudahlah Zayn, jujur aku tidak suka membahas sesuatu yang seperti ini. Terlalu menguras otak dan hati."


"Itu karena kamu terlalu sibuk membentengi hatimu by. Cobalah buka, lihatlah dunia dengan cinta."


"Kamu belum tahu siapa aku sebenarnya Zayn. Kamu belum mengenal aku seutuhnya, dan sekarang kamu seakan-akan telah menyerahkan seluruh hidupmu padaku. Kamu tahu, itu sangatlah konyol."


Hening, Zayn tidak lagi menyahut perkataanku tadi. Ya, memang dirasa aku terlalu memojokkannya. Mungkin benar yang diucapkan Zayn, aku terlalu sibuk membangun benteng dihatiku.


"Kita pulang Zayn, kita sudah terlalu lama disini. Aku tadi juga tidak bilang sama mama. Kalau terlalu lama, mama bisa ngomel sam aku." Ucapku memecah keheningan.


"Hm." Jawabnya singkat. "Aku rasa mamamu tidak akan marah kalau tahu kamu pergi denganku." lanjutnya.


"Ciihh, percaya diri sekali anda tuan Zayn."


"Sudahlah, ayo. Kalau terus berdebat lagi, kita tidak akan pulang-pulang." Zayn beranjak dan berbalik menggandeng tanganku.


"Zayn, maafkan aku." Ucapku lirih.


Seketika Zayn berhenti dan menatapku seakan menuntut penjelasan.


"Kamu bisa berhenti dan menyerah kalau kamu merasa sudah tidak sanggup. Aku tahu aku egois, tapi aku juga tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan saat ini. Lebih baik kamu berhenti sebelum kamu melangkah terlalu jauh." Jelasku tertunduk.


"Sudah aku katakan by, kamu boleh mengatakan apapun selain meminta putus dan apa yang kamu katakan tadi mengisyaratkan seperti itu. Aku tidak suka." Tukas Zayn, dari sorot matanya aku tahu dia sangat marah mendengar apa yang aku katakan tadi.


"Maaf." Lirihku. Cepat-cepat Zayn memelukku seakan memberikan kekuatan padaku yang tengah rapuh.


Pelukan hangat, aku merasakan pelukan Zayn saat ini. Begitu hangat dan menenangkan.


Sesaat sesudah itu kami menuju motor Zayn yang masih terparkir di pinggir jalan. Zayn mengemudikan motornya dengan kecepatan standard.


"Zayn, terima kasih sudah mengantarku pulang." Ucapku saat sudah sampai depan rumah.


"Sama-sama by, udah sana masuk. Aku langsung pulang ya. Salam buat tante."


Ceklek..


"Loh dek, baru sampai? Kok Nak Zaynnya nggak diajak masuk? Nak Zayn, ayo masuk dulu." Ucap mama yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.


"Terima kasih tante, tapi maaf lain kali saja ya. Soalnya ini Zayn juga lagi buru-buru. Zayn tadi juga belum pulang kerumah. Takut dicari bunda."


"Ya sudah kalau begitu. Nak Zayn hati-hati di jalan."


"Iya tante, saya permisi tante. Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam" Jawab mereka berdua.


"Zaynnya sudah pergi, kita masuk dek."


"iya ma."


"Dek, kamu pacaran ya sama Zayn?" tanya mama saat kami sudah sampai dikamarku.


"Terpaksa ma."


"Terpaksa gimana sayang? Masak orang pacaran terpaksa?"


"Ya pokoknya, intinya adek terpaksa nerima Zayn jadi pacar adek. Gitu aja."


"Adek nggak tahu ma. Zayn beneran cinta apa nggak sama adek, adek nggak tahu."


"Kamu nggak lupakan dek, sama prinsip di keluarga kita."


"Adek ingat ma, ingat banget malah. Makanya, adek belum mau makai perasaan waktu sama Zayn."


"Goodgirl. Pokoknya kalau adek mau serius sama Zayn, dia harus lulus seleksi dulu dari ketiga arjuna kita."


"Siap mama."


"Ya sudah, mama keluar. Adek cepetan mandi trus istirahat. Nanti makan malah mama bangunin."


"Eh ma, adek mau keluar sama teman-teman ya."


"No sayang, di rumah saja. Kamu baru sampai. Suruh saja mereka yang kesini. Tadi mama juga habis buat kue."


"Ya sudah deh ma. Adek juga cape banget. Bentar adek kabari mereka dulu."


SDP SQUAD


@Lele_Leona


Guys, gue nggak dikasih keluar sama mama. kalian cus kesini saja ya.


@Ando_RYS


ASHIAP bu bos🛩🛩🛩🛩


@Arga_cakep


Gaskeunn🚀🚀🚀


@Dirga ganz


Ngotewe cuzz


@Zaidar_Zay


Tungguin gue🤩🤩🤩🤩


@Nene_nena


Gila semua, gue sekalian nginep rumah Le.


*******


"Ma, mama... Nena bilang dia mau nginep sini sekalian."


"Ya bagus dong dek, lagian mama juga lebih senang kalau Nena tinggal lagi sama kita."


"Tapi mau gimana lagi ma, kita juga harus hormati keputusan Nena."


****


"Assalamualaikum tante." Terdengar sapaan dari arah luar ruang tamu.


"Waalaikum salam sayang, kalian udah pada datang." mereka semua terlihat lebih jinak dari biasanya. Satu per satu gantian salim takzim sama mama.


"Assalamualaikum ma." Ucap Nena yang baru terlihat.


"Waalaikumsalam sayang, anak perempuan mama." Ucap mama dengan senyum lebarnya.


"Maksud mama apa? Memangnya Leona bukan perempuan." Tanyaku seakan merajuk.


"Kamu kan setengah-setengah sayang."


"Ih mama,"


"Nggak sayang, kamu juga anak perempuan mama."


"Lihat kamu bahagia dengan orang-orang yang kamu sayang, aku ikut bahagia Le. Tapi, apa kamu benar bahagia sama Zayn? Ini hampir tiga bulan kamu pacaran sama dia. Tapi kalian belum juga ada tanda-tanda untuk putus." Batin Zaidar


##Bersambung....


jangan lupa kasih dukungannya ya sayang... buat semangat aku nulisnya.