ZaLea

ZaLea
Zayn tahu sebenarnya!



"Makanlah By, dari siang kita belum makan sama sekali." Perintah Zayn saat kami sudah berada di meja makan.


"iya." Aku dan Zayn pun memakan hidangan yang ada di depan kami tanpa obrolan.


"Hm, Zayn!"


"Iya By? Ada apa? Apa makanannya tidak cocok dengan seleramu?"


"Bukan Zayn. Ini bukan tentang makanan ini."


"Lalu?" Tanyanya dengan kening berkerut.


"Ada satu hal yang belum kamu tahu dari diri Aku." Jujurku.


"Apa itu sebuah rahasia?" Telisiknya.


"Bisa dibilang begitu."


"Apa Kamu siap mengatakannya padaku?" Masih dengan nada lembut.


Aku tidak menjawab pertanyaan yang satu ini karena Aku pun masih bimbang untuk mengatakannya.


"Okey, Aku tahu Kamu masih ragu. Kalau begitu, apakah ini sebuah kebohongan?" Zayn kembali bertanya. Kali ini wajahnya terlihat lebih serius.


"Tidak Zayn. Ini bukan kebohongan. Tapi ini tentang kebenaran siapa diriku." Aku mencoba memberi pengertian tanpa mengarah pada sesuatu yang riskan.


"Asal bukan suatu kebohongan atau sesuatu yang bisa mengganggu hubungan Kita, Aku tidak akan mempermasalahkannya By. Semua butuh waktu. Aku tahu Kamu belum sepenuhnya percaya sama Aku. Tapi, Aku akan mencoba percaya dengan Kamu By." Terangnya.


"Aku cuma ingin Kamu tahu tentang Hal ini Zayn. Maaf, kalau Aku belum bisa mengungkapkannya. Seperti katamu, Aku masih butuh waktu. Kalau waktunya tiba, Aku pasti akan mengatakan semua sama Kamu." Ujarku saat pandangan Kami bertemu.


"Ya sudah, Kita siap-siap pulang. Aku nggak mau kamu sampai rumah terlalu malam."


"iya."


Seperti saat berangkat, tapi kali ini Zayn memilih memakai mobil. Dengan alasan, ini sudah malam dan terkena angin malah terlalu lama tidak baik untuk kesehatan.


"Kamu bisa tidur dulu By, kalau sudah sampai Aku bangunin Kamu." Ucap Zayn saat mobil yang dikendarainya akan melaju.


"Makasih buat apa By? Aku nggak lagi ngajak Kamu liburan lho."


"Makasih Kamu sudah mau ngerti semua kesalahanku."


"Hey,." Ucapnya menggenggam tanganku dengan sebelah tangannya.


"Masalah ada itu untuk diselesaikan. Aku hanya mencoba menyelesaikan masalah itu dengan kepala dingin." Tukasnya.


"Kalau Aku ikut terbawa emosi, dan langsung memberikan bogem mentah pada Dia dan memutuskan hubungan Kita. Aku rasa Aku akan menjadi pria bodoh. Perjuanganku tiga bulan kemarin berarti sia-sia." Tambahnya.


Setelah obrolan tadi, Aku segera memposisikan badanku. Tidak berselang lama, Aku sudah terlelap.


"Aku tahu By, Aku tahu rahasia Kamu. Tapi Aku akan menunggu sampai Kamu mengatakan sendiri nanti." Gumam Zayn sedikit melirik padaku yang tengah terlelap.


Flashback


Saat ini Zayn berada di dalam kamarnya. Merebahkan tubuhnya yang terasa lelah setelah kembali selepas memenangkan balapannya.


"Si Leon datang. Tapi lagi-lagi Aku tidak bisa mempertemukan Zara sam Dia." Pikirannya menerawang. Ini ketiga kalinya Zayn mengajak Zara untuk menemaninya tapi ketiga kali juga Zara menolaknya dengan berbagai alasan.


Mulai dari sini Zayn merasa curiga. Dari keenam sahabat itu, hanya Zara dan Nena yang cewek. Kalau dilihat Nena memang juga bisa mengendarai motor sport, tapi Nena bukan sosok orang yang suka bermain balapan motor.


Jika Zara? Hei, Zayn ingat. Tatapan mata Leon pertama kali Dia melihatnya.


"Ah, be*o banget Gue. Kenapa Gue baru nggeh sekarang." Zayn menggeplak sendiri kepalanya.


"Mata Leon sama mata Zara sama. Be*o be*o be*o, terang saja. Zara nggak pernah mau ikut Gue, Dianya datang sendiri dengan teman-temannya." Imbuhnya masih mengoceh sendiri.


"Sama seperti Cafe ZaLeA yang diambil dari nama Zara sendiri. Leon kalau dipikir-pikir juga nama Zara. Teman-temannya juga manggilnya Lele." Lagi Zayn masih berkutat dengan spekulasinya.


"Akhirnya Gue tahu siapa Loe Leon. Tapi Gue akan ikutin permainan Loe. Gue mau tahu apa yang mau Lo lakuin. Apa Lo akhirnya akn jujur sama Gue atau tidak.


Flashback ott