ZaLea

ZaLea
It's Me!



Hai, namaku Zara Leona Arthur. Aku anak perempuan satu-satunya dari Arthur Coraldo. Ya, presdir dari Arco Corp. Aku punya dua kakak laki-laki tetapi sayangnya, mereka tidak disini. Mereka memilih berjuang di negeri orang dan disini Aku sangat termanjakan oleh semua anggota keluargaku.


Namun, meski begitu Aku bukanlah perempuan yang manja dengan segudang fasilitas. Aku hanya meminta kebebasan. Permintaanku terpenuhi, meskipun ada beberapa syarat yang harus Aku penuhi juga.


Pagi hari 06.45 WIB


"Aaaaaaaaaaaaaa, mamaaaaaa. Adek kesiangan." Aku terbangun ketika ku rasa kamarku teras sedikit menghangat. Terpaan matahari pagi yang telah membangunkanku. Sisi luar kamarku full kaca jadi memudahkan matahari untuk masuk. Ku kerjapkan mata dan ku tengok jam di atas nakasku.


"Aduh, tidak tanggung-tanggung. Mana bisa Aku sampai sekolah tepat waktu kalau jam segini baru bangun." Ucapku sendiri.


Tanpa pikir panjang ku ambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diriku. Tiga puluh menit cukup untukku bersiap diri.


Tap tap tap


Ku turuni tangga, ku arahkan kakiku ke meja makan. Di sana sudah ada sepiring nasi goreng plus telur mata sapi kesukaanku.


"Mama, kenapa mama nggak bangunin adek sih? Adek jadi telat ke sekolahnya" Rengekku kepada mamaku tercinta.


Mamaku seorang ibu rumah tangga. Papa tidak mengijinkannya bekerja, karena papa lebih memilih memanjakan kami. Dalam prinsip papa, kami para wanita hanya harus menerima enaknya saja. Biarkan mereka para laki-laki yang bekerja keras.


Meskipun begitu, mama dulu seorang desaigner terkenal. Tetapi setelah menikah dengan papa, mama harus mengubur semua angan dan cita-citanya.


"Bukannya kamu tiap hari juga telat ya dek?" Entengnya mamaku menjawab.


"Ish mama. Hari pertama masuk itu nggak boleh telat. Kalau besok baru boleh." jawabku sambil mengunyah nasi goreng dihadapanku.


"Kenapa cuma hari pertama yang nggak boleh telat dek?" Tanya mamaku santai.


"Ya kan malu mah. Hari pertama itu hari perkenalan. Masa iya, adek udah telat aja. Tambah penuh dong nanti catatannya pak Rinto." Jelasku pada mama dan hanya dibalas dengan gelengan kepala oleh mama.


"Sudah ya mah, adek sudah telat banget. dah mama." pamitku. Sebelumnya ku cium tangan dan kedua pipi mamaku. Ritual setiap pagi sedari aku kecil.


"Waalaikumsalam dek. Hati-hati dijalan." Ucap mama sambil melihat aku pergi.


"Ehehe, assalamualaikum mah." langkahku terhenti mendengar balasan salam dari mama yang lupa kuucapkan sebelum pergi. Begitulah cara mama menegurku. Dengan cara lembut dan sedikit sarkastik membuat orang yang dimaksud tidak berkutik dan diam seribu bahasa.


"Untung masih jam kosong. Jadi nggak usah susah-susah cari alasan dari guru piket." Ucapku pada diriku sendiri.


Bagaimana bisa aku dengan mudah masuk ke sekolah tanpa hukuman? Pengecualian untuk hari ini. Hari ini aku minta bantuan bang Reno untuk menjemputku diam-diam di samping sekolah. Bang Reno adalah orang yang aku percaya untuk mengelola sekolah ini dan orang-orang tahunya sekolah ini milik bang Reno.


"Za, hanya hari ini ya dan abang mohon kamu jangan telat lagi kemudian hari." Ucap bang Reno saat menjemputku.


"Kalau yang lain tahu abang sering belain kamu, lama-lama mereka akan curiga. Curiga dengan hubungan kita. Curiga dengan semua pengecualian yang kamu dapat." Jelas bang Reno kemudian.


"Iya bang, aku usahain setelah ini aku nggak akan libatin abang lagi." putusku setelahnya mengingat untuk kebaikan bersama.


Sekolah ini memang milikku, tapi aku ingin sekolah dengan tenang selayaknya siswa-siswa lainnya. Maka dari itu aku meminta bang Reno merahasiakan semuanya.


"Tapi semua aman kan bang?"Tanyaku dan bang Reno mengerti apa maksud pertanyaanku.


"Aman. Nanti semua laporan aku kirim ke email kami." Jawab bang Reno.


"Makasih bang. makasih juga jemputannya." ucapku sebelum keluar dari mobil bang Reno.


Di kelas XI Ipa 2


"Pagi semua." Salamku pada semua teman sekelasku.


"Pagi Za"


"Kurang siang ini Za"


"Aku kira kamu nggak berangkat Za"


"Bolos aja bos"


"Zara kalau bolos ajakin aku ya"


Jawaban-jawaban aneh itu keluar dari mulut para sahabatku.


"Minta bantuan nih pasti?" tanya Nena berbisik ditelingaku.


"Tahu aja sih" Hanya Nena yang tahu kalau aku ada hubungan dengan bang Reno tapi dia juga belum tahu kalau apa hubungan kami sebenarnya.


"Enak ya kamu." cicitnya dan hanya ku balas dengan senyuman.


*Kebebasan adalah sesuatu yang semua orang inginkan. Dengan takaran dan konteks yang berbeda.


#Jangan lupa vote like coment dan sarannya ya readers... ayo kita belajar bersama.