ZaLea

ZaLea
Berkilah



"Zayn, semua sudah clear ya. Sudah tidak ada lagi kesalah pahaman diantara kita. Untuk urusan Zaydar, Aku bisa jaga diri. Aku tahu batasanku."


"Okey By, Aku percaya sama Kamu."


"Aku lanjut kerja lagi ya. Masih ada laporan yang harus Aku cek." Ucapku kembali melangkah ke kursiku.


"By, Aku lapar!"


"Kalau lapar ya makanlah Zayn. Kenapa lapor ke Aku?" Balasku yang sudah kembali membuka map laporan cafe.


"Dih, nggak peka banget jadi pacar.."


"Benarkan Zayn? Kalau lapar ya makan. Haus ya minum. Kalau ngantuk tinggal tidur."


"Ck, apaan sih By." Zayn mencebik dan mengerucutkan mulutnya. Sebenarnya Aku tahu apa maksudnya. Aku hanya mencoba menggodanya.


"Okey-okey Zayn. Aku ngerti apa yang Kamu mau. Ya sudah, tunggu disini saja. Aku bakal suruh orang nganter makanan ke sini."


"Love you Baby." Dibalasnya dengan cengiran.


Setelahnya Aku meminta Seseorang untyk membawakan makanan dan minumam ke ruanganku.


Tidak lama pintu ruanganku diketuk. Bisa dipastikan itu makanan pesananku. Aku menyurus pelayan yang mengantarkan untuk meletakkannya di meja depan Zayn. Zayn hanya tersenyum simpul melihat pelayan itu.


"By, sayang. Zara... Kamu nggak makan juga?" Tanya Zayn saat melihat didepannya hany ada satu porsi Spagetty sause bolognese, Fried chicken korean spyce, satu jus aplukat dan satu jus sirsak.


"Aku masih kenyang Zayn. Tadi sebelum kesini Aku sudah makan dirumah."


"Oh, makan spegetty buatan Zaydar?" Tanyanya cemberut.


"Sayangkan kalau nggak dimakan, Sudah dibuatkan masak mau dianggurin? Spagetty buatan Zayn itu rasanya beda Zayn. Dia pakai bumbu racikan sendiri."


"Terus, puji saja terus."


"Haha, nggak usah ngelucu gitu Zayn. Bukan kamu banget tahu."


"Orang ngambek dibilang ngelucu? Baru kamu orangnya By." Melihat wajah kesal Zayn menjadi hiburan tersendiri buatku.


"Aku nggak makan, tapi Aku temenin nyemil ayam gorengnya ya sayang." Ucapku melangkah menghampirinya karena pekerjaanku sudah selesai.


Zayn yang masih mengaduk-aduk spagettynya menghentikan tangannya dan langsung menatapku.


"Kenapa berhenti ngaduk?"


"By, tadi kamu panggil Aku apa?"


"Nggak ada siaran ulang."


"Aku pengen dengar sekali lagi By. Indah banget dengernya."


"Aku bilang nggak ada ya nggak ada. Kalau mau dengar lagi, cari di lain kesempatan." Ucapku yabg sudah mendudukan diriku kembali di samping Zayn.


"Tapi kapan By? Susah amat sih cuma satu kata doang."


Zayn menyuapkan makanannya ke mulutnya. Sesekali kami bercanda.


"By, buka mulut Kamu." Ucap Zayn menyodorkan garpu ke depan mulutku.


"Kamu makan saja Zayn. Aku mau ayam ini saja."


"Buka mulut. No debat."


"Satu kali saja." Jawabku dan mau tidak mau, Aku menuruti permintaan Zayn.


"Ginikan cakep. Kelihatan romantis tahu By."


"Sudah ya, Aku sudah kenyang Zayn."


"By, malam minggu besok Aku ada race. Kamu ikut Aku ya. Ada teman-teman Kamu juga kok. Tapi nanti Kamu datangnya sam Aku. Kasih semangat buat Aku." Pinta Zayn.


"Iya juga ya. Tanding besok Aku juga harus ikut." Gumamku yang tidak bisa didengar Zayn.


"By, kamu ngomong apaan? Aku nggak dengar?"


"Eh, nggak kok Zayn. Aku nggak ngomong apa-apa." Jawabku gugup.


"Jadi gimana? Kamu bisa ikutkan By?"


"Eee... Aku nggak bisa jawab sekarang Zayn. Jadwal masih minggu depankan? Aku masih belum bisa pastikan jadwalku."


"Kamu kenapa sih By, setiap Aku ajak ikutan nonton race Aku, Kamu selalu nolak. Ada saja alasan Kamu."


"Ya mau gimana lagi Zayn. Emang Akunya nggak bisa. Kamu tahu sendirikan jadwal Aku sabtu minggu itu padat." Aku memcoba kembali berkilah.


"Okeylah. Selalu itu alasan Kamu "


"Zayn, Kamu kan tahu. Aku bukan cewek ABG rumaha biasa. Sudah deh, nggak usah dibahas. Takut ngerusak mood kita." Balasku. "Intinya, kalau Aku bisa Aku akan ikut Kamu." Lanjutku menjelaskan. Padahal bisa dipastikan, Kalau disana ada Leon. Aku sudah pasti tidak bisa hadir.


"Sudah selesai semuakan? Aku antar Kamu pulang ya." Zayn mencoba mengubah fokus pembicaraan kami.


"Sudah, sudah beres semua kok. Ini masih Jam lima Zayn. Malam ini Aku free. Benaran mau langsung antar Aku pulang?" Godaku.


"Memangnya Kamu mau kemana? Aku turutin deh."


"Kita nonton yuk. Di mall biasanya. Bosen dirumah terus." Ajakku. Niat hati menyenangkan Zayn hari ini karena sabtu depan pasti Aku nggak bisa nemenin Dia ikutan race.


"Up to you Baby." Jawabnya mengacak rambutku.


"Gays, sory ya. Gue nggak bisa ikut kumpul di Markas dulu." Isi pesan singkat yang Aku kirimkan pada Ando.


*Maaf typo ta bestie.


*Please dukungannnya ya.


*Saran juga boleh.